“SECARIK KERTAS, MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN”




Karya:  Ndarnis


Huh, ke warung lagi !!” hampir setiap hari Aku harus ke warung beli bahan makanan buat buka puasa, padahal kan ada Kakak di rumah tapi selalu Aku yang di suruh!. Masalahnya jarak dari rumahku ke warung cukup jauh jika ditempuh dengan jalan kaki.Lagipula daerah perumahan memang jarang ada warung.Haaa Sangat menyebalkan !!.



“Hey kilat, senyum kilattt !” tiba-tiba suara itu seakan menyapaku. Ahhh suara itu lagi ,selalu saja mengganggu telingaku, apakah Dia tidak bisaberhenti memanggilku senyum kilat? gumam ku dalam hati. “ Heh !! berhenti memanggilku senyum kilat!! Kau tahu, itu tidak enak didengar , berhentilah ! dan jangan ganggu Aku lagi. Mengerti !”. Aku memarahinya tiap kali Dia memanggilku senyum kilat. “Apa yang harus ku mengerti dari dirimu?Kau jutek, tidak sopan,kasar dan tidak tau terima kasih.Ohh satu lagi, senyumanmu itu.Bisakah Kau tersenyum lebih lama?Karna itu tidak enak dilihat. Kau mengerti !”.
Dia selalu saja memutar balik perkataan ku.”Heyy!!sadarlah,Kau fikir Kau siapa?, mengapa Kau begitu sibuk mengurus hidupku? Pergilah! Aku tidak mau bermasalah denganmu lagi” jawabku padanya, dan Aku selalu berkata kasar saat bicara dengannya.“Hah, apa?. SiapaAku??bukankahKita ini teman?baiklahhAku akan pergi!!.Ahhh,menyebalkan sekali.bahkan bulan ramadhan pun tak mampu meluluhkan hatinya, hemhn (menarik nafas)”.
Entah kenapa Aku sering bertengkar dengan nya.yahhAku akui, Aku memang belum pernah tersenyum padanya dari awal Kita bertemu. Tapi itu karna Dia menjengkelkan! Saat hari pertama masuk SMA Dia menendang kaleng minuman dan terkena kepalaku.Lalu Dia pergi begitu saja tanpa kata maaf dan penyesalan.Itu!bukankah itu sangat buruk? Ahh Aku benci membicarakannya.

“Astagfirullahh ,Aku lupa . Aku harus ke warungg… aduhhh udah jam 05.20 , pasti Aku dimarahi Mamah deh,, ahh ini gara-gara si”Kaleng Sampah” awas Kau!” tiba-tiba saja Aku teringat perintah Mamah. Aku berlari pergi ke warung dan sampai ke rumah terlambat. Tapi,Aku melihat sekeliling rumah dan tidak ada siapa-siapa.Aku panik,takut terjadi sesuatu, Aku telpon Kakak dan Mamah tapi tidak Diangkat. Ada apa ini..?tak biasanya meninggalkan rumah tanpa bilang padaku,rumahpun tidak dikunci. Aku setengah mati kebingungan.
“Allahuakbar Allahuakbar” azan berkumandang, tapi Kakak dan Mamah belum pulang ke rumah.Buka puasa pun jadi gak nafsu, selama belum ada kabar dari Mamah dan Kakak.“Kring kring..” suara telpon, Aku segera mengambil hp ku dan berharap itu dari Mamah.dan sekejap itu tubuhku langsung terbanting lemas.itu telpon dari Anggita (teman SMP). “yah, ada apa?” jawabku suntuk. “Hay,,Firlania apa kabar ? Kita udah lama yah gak ketemu. Oh iya besok ak….” . “Hay jga, emm Kitabisa bicara bsok kan ?maaf sekarang Aku lagi tidak mau bicara. Bye !”Aku memotong pembicaraan dan langsung menutup telponku , tak peduli itu dari teman lama atau baru, yang jelas sekarang aku harus tau dimana Mamah dan Kakak.
Lama-lama Aku tak tahan jika terus menahan rasa lapar, akhirnya ku buka kulkas, dan Aku melihat ada secarik kertas Diatas makanan, dan saat ku baca, ternyata itu dari Mamah.”Fir, Mamah dan Kakak pergi buka puasa di luar, Kamu kelamaan ke warung nya, jadi, MamahdanKakak pergi.Rumah tidak dikunci, makanlah makanan yang ada di kulkas.”Itulah isi suratnya, betapa Aku ingin marah saat itu.Aku sudah setengah mati mengkhawatirkan Mereka.Dan ternyata Mereka sedang asyik menyantap makanan di luar.
Sampai esok pagi, Aku masih menatap marah pada Mamah dan Kakak.Aku berangkat ke sekolah tanpa pamit dan pasang wajah jutek penuh amarah.
Di pertengahan jalan Aku menendang sampah botol aqua yang berserakan di pinggir tempat sampah.Betapa kaget nya Aku ternyata aqua itu mengenai Anak kecil yang sedang bermain sepeda.Lalu Anak itu menangis dan memanggil Orang Tuanya.Aku panik dan bergegas pergi.Tapi, setelah kejadian itu hatiku merasa tidak tenang dan merasa bersalah.
Hey,,”Sania menyapaku sambil memukul pundak ku pelan. “Ahhh, berisik! Aku sedang kesal tau.!” Jawab ku sinis.Hampir semua teman-teman,Aku perlakukan dengan sinis dan jutek. Entahlah kapan Aku akan berhenti seperti ini. Dari dulu belum ada yang bisa merubah sikap ku.
“Rangga, Kau mudik tidak ?” percakapan itu terdengar ke telingaku. Membuat ku jengkel saja, Aku langsung bergegas pergi.”Aku harus ke Singapore untuk berobat” .Tiba-tiba langkahku terhenti.Dan kembali duduk di belakang Mereka.“Hah, Kau sakit? Memang nya Kau sakit apa? Sampai harus ke Singapore?”.pertanyaan itu semakin membuatku penasaran. “Ya, Aku sakit, Aku menderita kanker darah.Sebenarnya ke Singapore bukanlah untuk berobat, tapi untuk mengisi sisa waktuku. Hidupku tinggal di hitung hari, besok Aku akan pergi. bunda sudah membeli tiket nya. Jadi hari ini Aku akan pamitan dengan teman-teman.”Jawaban Ranggalangsung buatku gugup.Aku tak pernah menyangka bahwa Orang seperti Dia memiliki penyakit separah itu. “Si kaleng sampah itu, sakit …?.“ ucapku pelan.
Pulang sekolah Aku ingin sekali mengucapkan salam perpisahan padanya sekaligus permohonan maaf. Tapi rasanya itu sulit.Berat sekali melangkah ke arah Rangga.Aku membalik arah tapi kemudian kembali ke arah Rangga.Aku mencoba mendekat.Namun, tiba- tiba. “Kakak…” Anak kecil itu menghampiri Rangga. “Hah, Anak itu?Anak yang tadi pagi terkena tendangan sampah botol aqua ku.Jadi, itu Adiknya Rangga?Aahhh, Aku bisa gila.Bagaimana ini?”Aku terkejut dan langsung memutar arah untuk pergi.
Sampai ke rumah ,Aku merasakan suatu penyesalan dalam hatiku.Rasanya fikiran dan hatiku ini sedang bertarung.Yah Aku akui, Aku gengsi jika harus meminta maaf padanya.
“Fir, Kamu dah pulang?”Kakak bertanya ramah padaku.Tapi,Aku tidak mempedulikan nya .Aku langsung ke kamar. Dan kembali berfikir apa yang harus ku lakukan untuk Rangga. Walaupun Dia menyebalkan.Tapi Dia selalu bersikap baik padaku, Diapernah menolongku saat Aku di hukum karna tidak mengerjakan tugas, dan juga menghiburku saat keluargaku lupa hari ulang tahunku.
Tok, tok Fir, ini Mamah… buka puasa hari ini gimana kalau Kita makan eskrim kesukaan Kamu?”Mamah mulai merayuku. Aku tidak merespon , ku tutup telingaku rapat-rapat. Lalu, tiba-tiba saja fikiran ini muncul “Emm mah, emang nya sakit kanker darah tidak bisa sembuh ?” ku bertanya pada Mamah dengan nada serius, lalu membuka pintu. “Nggk bisa, kanker darah itu penyakit yang tidak bisa sembuh walaupun di operasi. Dokter biasanya melakukan bor pada  tulang rusuk nya, tapi itupun bukan untuk menyembuhkan, hanya memperlambat kematian.” Jawaban Mamah buatku semakin gugup.“Memang nya kenapah? Tumben….” Tanya Mamah kepadaku.Aku terdiam dan wajah ku penuh rasa bersalah.
Kring..kring” telpon dari Anggita. “ Yah, kenapah git?”jawabku lemas. “Kita bisa ketemu sekarang?Ada yang mau aku bicarakan? PENTING!! Aku tunggu di taman dekat sekolah.”Suara Anggita seperti Orang yang sedang marah. Aku menutup telponnya dan langsung pergi ke taman.

Ada apa?”Aku langsung to the poin.”Kamu ingat tidak?Dulu waktu SMP ada siswa yang pindah sekolah ke luar negeri karna sakit?”Wajah Anggita berubah jadi sangat serius. “Emm, Aku tidak kenal tapi sepertinya Aku pernah mendengar berita itu. Memangnnya knapah?” jawabku padanya. “Sekarang Diakembali ke Indonesia dan satu kelas samaKamu. Sebenarnya kemaren di telpon Aku mau bilang , gimana kalau Kita jenguk Dia untuk terakhir kalinya sebelum Diake Singapore”.Perkataan Anggita buat ku merenung.
Git, kok Kamu bisa tau info tentang Dia?.Berarti waktu hari pertama di SMA itu bukan pertama kalinya Aku bertemu dengan Rangga.? Trus kenapah Dia ramah padaku, itu karna Kita pernah satu SMP?.Hah, kenapah Aku tak pernah menyadari itu”.Aku bertanya dengan wajah murung.“Iya benar, waktu Aku kelas 7 sebelum berteman dengan mu, Aku adalah teman sekelas Rangga.Wajar jika Kamu tidak pernah melihat Diasebelumnya.Karna Dia dulu sangat penDiam dan sering mengasingkan diri dari keramaian.”Mendengar semua cerita AnggitaAku langsung mengajaknya pergi. Aku tak peduli Aku gengsi atau apa itu. Sekarang Aku harus bertemu sebelum terlambat.
Sesampainya di rumah Rangga, rumahnya kosong tak ada penghuni.Setahu ku Mereka pergi besok, tapi kenapah sudah tidak ada Orang di rumahnya.
Nyari siapa de?Orang yang punya rumah udah pindah”.Tiba-tiba sajaTetangga Ranggabertanya pada Kami, Betapa kaget Aku dan Anggita. Seketika itu tubuh Kami lemas dan seakan tak ada daya lagi.“Oh iya, tadiNak Rangganitipin box ini ke Bibi sebelum pergi. Sama surat buat Fir…. Oh Firlania“. Aku langsung mengambil surat itu. “Makasih bi.”Ku ucapkan terima kasih kepada Bibi itu. ”Oh iya!ini untuk pertama kalinya Aku bilang terima kasih pada Orang lain. Hah, Aku bisa bilang itu dengan mudah tanpa gengsi.”Aku tersadar setelah mengucapkan kalimat itu.
Isi box nya adalah kartu ucapan Minal aidzin wal faidzin” untuk teman-tamannya.Air mataku seketika itu terjatuh. Aku tak pernah menyadari bahwa Aku menyia-nyiakan seorang teman dalam hidupku.Setelah Aku membaca surat dari Rangga.
Dear Firlania,
Hay,, senyum kilatt!! Hehe.Aku tau betapa kamu benci kalimat ini.Tapi, Aku tak pernah berharap kamu bisa bersikap ramah padaku. Oh iya, Aku minta maaf karna Aku tak sengaja menendang kaleng minuman ke kepalamu saat hari pertama masuk SMA. Waktu itu adalah hari pertama Aku tau nama penyakit yang aku derita, aku sangat marah , akhirnya aku tidak sempat minta maaf padamu.hatiku sedang kacau saat itu. Aku mencobanya di hari lain tapi Kamu tak pernah mau mendengarkanku bicara. Tapi sudah lupakan saja, Kamu sudah membalasnya lewat Adiku.Yah, Aku melihat Kamu menendang botol aqua ke kepala Adikku.
Mungkin Aku sangat menyebalkan , tapi itu karna Aku sering marah akan takdirku. Tapi setelah bertemu dengan mu Aku sadar Aku beruntung. Karna walaupun Aku sakit tapi Aku tidak menyakiti Orang lain, seperti yang kau lakukan pada Orang lain. Setelah kamu membaca surat ini. Aku berharap Kamu bisa merubah sikap mu.Dan memanfaatkan waktumu dengan baik.
Walaupun Kau tak menganggapku teman.tapi ,”Minal Aidzin Wal Faidzin.”   
From :Rangga.”
Aku menangis tak henti, Anggita setia menunggu ku sampai selesai. “Allahuakbar..allaaahuakbar” azan telah berkumandang. Aku dan Anggita pulang ke rumah.Yah, Aku menyadari bahwa sikap ku memang sangatlah buruk.Berapa banyak Orang yang sudah tersakiti dengan sikapku.Aku minta maaf pada Mamah dan kakak dan buka puasa dengan hati lega. Aku baru sadar ternyata memaafkan itu sangat menyenangkan.Memang terasa sulit, tapi setelah di lakukan itu akan membuat seseorang merasakan nyaman dan tentram dalam hatinya, daripada memendam amarah yang hanya akan membuat penyesalan.
Firlania!!! Heyyy tunggu Aku ..”Anggita memanggilku dari belakang.“ Hay, kok Kamu pake seragam sekolah kayak Aku?”  jawab ku ramah. “Ehem, kenalin Aku siswa baru di sekolah Kamu.“Aku heran mendengar jawabannya. Lalu setelah itu Aku tersenyum dan tertawa bersama.
Mulai hari itu Aku selalu bersikap baik dan ramah pada Oranglain, dan mencoba memaafkan. Setiap hari Aku berangkat sekolah bersamaAnggita.Dan berteman dengan banyak siswa di sekolah.Firlania yang dulu sudah wassalam.Sekarang Firlania yang baru.Yang kalian semua suka. Oh iya, Rangga.Dia ada dalam daftar teman terbaikku. Karna Dialah yang membuat terciptanya Firlania yang baru.Kejadian itu tak pernah ku sangka sebelumnya.Dan Aku bisa menghargai betapa penting waktu yang bergulir dalam hidup ku.
Hey, bulan ramadhan bisa meluluhkan hatiku.” jawabanku untuk Rangga, karna Dia pernah mengatakan bahwa bulan ramadhan tidak bisa meluluhkan hatiku. Tapi faktanya Aku bisa luluh sekarang!. Eh, sepertinya Aku bisa disangka gila karna bicara sendirian, hehe
Ya, Minal Aidzin Wal Faidzin Rangga.Mungkin ini terlambat. Tapi setidaknya Aku mengucapkannya daripada tidak sama sekali? Itu akan menjadi sangat buruk!!!.Bukan kah begituRangga? .Aku selalu berharap Kau ada di tempat yang nyaman sekarang. “Terima Kasih”. Terima Kasih untuk semuanya.

~TAMAT~

Komentar

share!