Ramadhan Penuh Rintangan




Karya:  Andika Budi Purnomo

Hari ini adalah hari Rabu, tepat sehari sebelum puasa dibulan Ramadhan. Karena besok harinya berpuasa aku pun mempersiapkan diri untuk besok. Sehabis Maghrib aku dan sekeluarga berniat ke Masjid tentunya untuk shalat Tarawih. Namun hal unexpected terjadi, tiba tiba listrik mati mendadak. Seluruh kampung gelap gulita. Adzan Isya’ pun tak berkumandang. Alhasil aku dengan kecewa tidak Tarawih. Padahal hari itu aku sudah semangat sekali. Yang namanya ‘perdana’ pasti rasa semangat masih berkobar kobar. 


Esok harinya tentu sahur. Aku memasang yang pertama jam setengah 3 waktu alarm, yang kedua jam 3, dan yang ketiga jam setengah empat. Alarm pukul setengah 3 pun berbunyi. Aku pun berteriak memanggil ibu, karena kamar kami tidak jauh.
“Bu, bangun bu sudah jam setengah 3”
“iya” jawab Ibu
Ku matikan alarm jam setengah 3 dan aku kembali tidur lagi. Serasa tak selang waktu lama, alarm jam 3 berbunyi lagi. Rasa ngantuk yang melanda membuatku tidur lagi. Alarm yang cerewet itu berbunyi lagi jam setengah 4. Ku matikan saja alarm itu. Dan kembali tidur lagi. Tiba tiba terdengar teriakan memanggilku.
“Nak, bangun nak. Ini sudah mau imsak’ teriak ayahku membangunkanku
Berkali kali dia memanggilku, hingga aku terbangun.
“astaghfirullah.. sudah jam 4. Dah mau imsak ini” gumamku dalam hati.
Dengan segera aku langsung ke dapur untuk cari makan. Sedangkan ayah dan ibu ku sudah hampir selesai.
Aku pun mengambil nasi dan lauknya, dan juga segelas teh hangat. Ku bawa ke ruang depan. Dan aku sahur sambil menonton acara komedi di Televisi. Ku tengok jam.
“ah masih 15 menit lagi” kata aku
Aku masih enak enak sahur sambil tertawa sendiri menonton TV. Dan ku tengok jam lagi.
“astaghfirullah kurang 5 menit imsak”
Ku naikkan kecepatan makanku. Dan kemudian minum teh hangat sedikit dan langsung ke kamar mandi untuk gosok gigi. Saat gosok gigi pun aku masih nyantai karena ku pikir gosok gigi waktu nya tak seberapa. Hingga akhirnya tibalah waktunya berkumur-kumur. Tiba tiba.
“Bapak bapak ibu ibu waktu sahur kita sudah habis. Sekarang sudah waktu imsak. Imsak imsak” suara bapak muadzin dari masjid
“astaga.. minum juga belum. Kok sudah imsak” kata ku dalam hati
Karena waktu imsak tinggal beberapa detik hitungan mundur hampir habis. Dan akhirnya aku minum air keran. Tentu nya dengan rasa terpaksa aku minum air keran itu.
Sehabis gosok gigi aku langsung bergegas ke kamar tidur, tentunya untuk tidur lagi. Tak butuh waktu lama aku langsung tertidur. Dan pada jam 7 aku bangun dan berniat pergi ke warnet. Sesampai di warnet, aku hanya membuka sosial media yang aku punya. Dan setelah aku rasa capek aku pun pulang. Disaat sampai separuh jalan pulang aku teringat.
“astaga.. Handphone ku ketinggalan” gumamku dalam hati.
Aku pun berbalik arah dan kembali ke warnet tersebut. Di dalam perjalanan aku tak henti henti berdoa semoga HP ku tetap di sana. Dan Alhamdulillah HP ku masih ada. Hati yang awalnya takut menjadi senang.
Aku pun sampai rumah pukul 12 siang. Waktu yang nikmat untuk tidur siang. Aku tertidur sampai jam 4. Kemudian aku pergi ke kamar mandi dan kemudian bersiap untuk ngabuburit. Tak terasa adzan Maghrib sudah berkumandang, aku pun langsung buka puasa bersama keluarga. Sehabis berbuka kita semua bersiap siap untuk pergi ke Masjid untuk menunaikan ibadah sholat Tarawih.
Adzan Isya’ pun berkumandang dan selang beberapa menit kemudian iqamat juga dikumandangan. Aku masuk ke masjid. Dan tepat didepanku adalah seorang anak kecil yang agak bandel. Allahu Akbar takbir pertama. Anak itu terus saja berulah dan tak bisa diam. Tengok sana tengok sini membuatku tak konsentrasi dan khusyu’. Ku coba tetap khusyu’ hingga akhir shalat Isya’. Dan akhirnya shalat Tarawih pun dimulai. Anak itu kembali tak bisa diam. Dia terus memandangku. Saat ku sedang sujud dia mendekati dan kemudian aduh dia memukul kepalaku. Dalam hatiku sangat jengkel pada anak itu. Namun ku tetap sabar walaupun dalam setiap aku sujud dia selalu memukul kepalaku hingga rekaat akhir. Dan akhirnya shalat Tarawih pun selesai. Aku pun senang karena tak di jahili anak itu lagi. 

Komentar

share!