Ramadhan itu indah, nak




Karya:  indah karunia


fahri adalah anak berumur 8 tahun. kini ia hanya tinggal bersama ayahnya yang giat bekerja. ibunya telah meninggal satu tahun laalu. dan sejak satu tahun itu pula fahri berubah menjadi anak yang bandel, susah diatur, dan selalu membantah apa tang dikatakan ayahnya.bulan ramadhan hampir tiba, fahri tahu itu dan membuatnya terus berharap agar waktu tidak berjalan dengan cepat. karena bila ramadhan tiba ia akan teringat apa yang dulu ia lakukan bersama ibunya . ia teringat saat ibu membangunkan ia sahur, menguatkan puasanyabdi siang hari, menghidangkan menu menu kesukaannya untuk berbuka, mengajaknya salat tarawih di masjid dekat rumahnya, dan mengajaknya bertadarus disetiap waktu kosong yang panjang. fahri sangat menyayangi ibunya. ia akan melakukan apapun yang ibunya perintahkan. meski sering kali ia tak mengerti tujuan dari perintah ibunya. seperti di bulan ramadhan contohnya, fahri tak mengerti mengapa ia harus sahur? mengapa ia harus berpuasa? mengapa ia harus tarawih? dan mengapa ia harus tadarus. namun fahri tidak pernah menanyakan itu pada ibunya. ia takut itu dianggap sebagai bantahan. ya fahri memang sangat menyanyangi ibunya itu. bahkan mungkin bagi fahri hidup berdua dengan ibunya sudah cukup menyenangkannya. bukan karenna fahri tak ingin bersama dengan  ayahnya hanya saja sejak dulu ayah fahri terlalu sibuk bekerja hingga membuat fahri merasa jauh dari ayahnya dan mulai mengabaikan kehadiran ayahnya. 


ramadhan tiba. "SAHUR.... SAHUR.... SAHUR...".
terdengar suara para remaja masjid bersama dengan beberapa orang bapak bapak berteriak menyerukan 'sahur' sambik diiringi alat musik seadanya seperti gendang, galon dan kaleng bekas. ayah fahti pun terganggu dari tidurnya dan kemudian beranjak ke jendela kamarnya untuk melihat rombongan tersebut . meskipun ayah fahri sebenarnya sudah tahu apa yang akan dilihatnya tapi ia tetap melihatnya karena ada rasa tertarik di hatinya untik sekedar melihat rombongan para remaja masjid tersebut mengitari kompleks, membangunkan orang sahur. ayah fahri terus memperhatikannya hingga rombongan tersebut sudah menjauh dan sulit ditangkap oleh matanya. kemudian ayah fahri duduk di pinggir tempat tidur dan termenung. ayah fahri mulai mengelus elus sebuah bantal bersarung hijau tosca yang dulu digunakan oleh istrinya. dadanya mulai terasa sesak mengingat wanita yang dicintainya telah pergi meninggalkan duka yang dalam dan sebuah tanggung jawab yang kini harus ia rangkul sendiri. menjadi orang tua tunggal bagi anak lelakinya. anak lelakinya yang sejak dulu membuat jarak dengannya . ya ayah fahri merasakan itu. tak sadar ada air mata yang ingin keluar dari kelopak matanya. ayah fahri pun segera mencegahnya, ia mendongakkan kepalanya ke atas dan mengedip beberapa kali. ya, ayah fahri sadar, ia bukan anak remaja lagi yang dengan mudah mengeluarkan air mata untuk masalah masalah yang dianggap sangat berat untuk dilalui. sekarang ia adalah orangtua tunggal bagi anaknya, sudah tidak ada lagi perempuan pendampingnya yang membantu kewajibannya untuk seorang anak. tidak ada lagi dan takkan pernah ada lagi.baginya ibu fahri adalah sebuah kunci emas tanpa duplikat, sekali lalai menjaganya maka ia akan kehilangan kunci emas itu."AHHH andai saja aku tidak mengizinkannya pergi ke rumah orang tuaku seorang diri, maka ini semua tak perlu terjadi, takkan pernah ada mobil yang masuk ke dalam jurang saat itu, takkan pernah ada anak yang terus menangis mengharap ibunya kembali, dan takkan pernah ada seorang suami yang menjadi duda dengan seribu duka dan penyesalan" ayah fahri berkata didalam hatti, mengutuk dirinya sendiri. ayah fahri selalu menyesalinya, padahal semua orang pun tahu itu bukan murni kesalahannya hanya saja takdir yang sudah berbicara bahwa ibu fahri saat itu harus kembali ke pangkuan Allah.
saat ayah fahri masih berkutat dengan penyesalan penyesalannya tiba tiba terdengar bennda jatuh dari kanar fahri . hal itu sangat mengagetkan ayah fahri.ia pun segera menuju kamar fahri. sesampainya ia segera membuka pintu kamar fahri, dan betapa terkejutnya ia ketika melihat semua barang barang yang ada dikamar fahri jatuh berserakan dilantai, bahkan ada beberapa frame keluarga yang pecah. terlihat fahri masih membanting semua benda yang ada didekatnya termasuk bantal, guling,  dan bed cover yang juga ia lempar ke lantai. ayah fahri segera mencegah anaknya.
"fahri, kamu ngapain? kenapa nak?" ujar ayah fahri seraya menarik fahri kepelukannya, pelukan pertamanya semenjak fahri sudah bukan balita. fahri hanya terdiam dan terus menangis di pelukan ayahnya.
"fahri sudah nak, ikhlaskan ibumu, dia sudah pergi ke tempat dimana kita juga akan pergi kesana. sudah ri, ibu gak akan bahagia disana klo ngelihat fahri kayak gini". sambung ayah fahri. namun perkataan ayah fahri seakan makin membakar hati fahri
"fahri ga bakal bisa terima, ibu ngelihat fahri kayak gini, biar ibu kasian sama fahri trus akhirnya minta Allah buat balikin ibu ke fahri, trus fahri bisa sama sama ibu lagi" ujar fahri seraya meronta dari pelukan ayahnya. ayah fahri pun semakin memeluk erat fahri dan membawanya duduk di tepi tempat tidur yang sudah berantakan itu . andai saja itu memang bisa terjadi maka ayah fahri tentu akan melakukan hal hal bodoh dan kriminal agar istrinya dan Allah kasihan padanya dan akhirnya ibu fahri bisa kembali kedunia lagi.ayah fahri segera beralih dari pikiran tak warasnya dan mulai berbicara lagi pada anaknya.
"fahri, sudah nak, ini sudah takdirnya. sekarang fahri harus terima pelan pelan klo ayah adalah satu satunya orang tua fahri. ayah sayang sama kamu nak, sama seperti ibu sayang sama fahri" kata ayah fahri seraya terus berharap agar anaknya berhenti untuk tidak menerima takdir ibunya. ya, walaupun sebenarnya ayah fahri sendiripun masih sulit untuk menerima semuanya. namun ia berusaha tegar untuk fahri, agar setidaknya tidak menambah keruh suasana.
"ayah bo'ong, ayah ga sayang sama fahri. ayah cuma sayang sama semua pekerjaan pekerjaan ayah dan gak akan pernah orang yang sayang sama fahri sama kayak ibu sayang fahri" . fahri meronta lebih keras dari pelukan ayahnya. ayah fahri takut menyakiti fahri, sehingga ayah fahri pun melepaskan pelukannya.
" ayah mending keluar aja dari kamar fahri, fahri gamau diganggu siapapun". sambung fahri. sebenarnya ada rasa berslah dalam hati fahri, fahri tahu kalau apa yang dilakukannya tidak baik, tapi emosi masih menyelimuti sebagian besar hatinya, dan membuat fahri mengabaikan semuanya.
"tapi sekarang udah waktu sahur nak, ayo makan dulu yuk ri, nanti klo ga sahur ga kuat puasa lagi" bujuk ayah fahri .
"fahri ga mau sahur, lagian buat apa puasa, cuma nyusahin aja, bikin laper, bikin haus. udahlah ayah sahur sendiri aja, fahri ga bakal mau puasa". jawab fahri
"fahri kamu ga boleh ngomong gitu, puasa itu kewajiban kita sebagai muslim. kamu ingat dulu, ibu kamu juga nyuruh puasa kan. dan fahri juga seneng puasa, masa sekarang fahri ga mau puasa". balas ayahnya .
"udahlah ayah sahur sendiri aja sana, fahti ga mau puasa, fahri nau tidur" jawab fahri setengah membentak pada ayahnya.
ayah fahri hanya terdiam dan kemudian menuruti fahriuntuk keluar dari kamarnya. ayah fahri menuju meja makan seorang diri. ayah fahri merasa sangat payah menjadi orang tua bagi anaknya. menyuruhnya puada saja tidak bisa. ayah fahri benar benar terpukul mengingat ia selalu bisa menaklukan hati para klien kliennya. tapi ternyata mengahadapi anaknya sendiri saja gagal. #
tak terasa bulan ramadhan telah berkurang seminggu. fahri memang tak sedingin seminggu yang lalu. tapi fahri belum mau memulai untuk berpuasa ataupun melakukan ibadah ibdah lainnya yang dulu sering ia lakukan bersama ibunya. jujur ada rasa hampa, dosa dan perasaan bersalah yang sering sekali mampir dihatinya. tapi, entah kenapa ada amarah yang selalu hadir dan membuatnya sedikit mengabaikan semua rasa itu. tiba tiba fahri teringat ayahnya.hanya ayahnya yang ia punya saat ini. fahri sudah mulai menerima bahwa ayahnya adalah orang tua tunggal baginya kini. fahri mulai membuka hatinya dan merasakna bahwa ayahnya brnar benar menyayanginya. ada rasa nyaman saat fahri memikirkan ayahnya. dan tiba tiba dengan setengah kesadarannya bibir fahri berucap : "ayah, fahri sayang ayah". #
" SAHUR... SAHUR... SAHURR.." seperti biasa suara oara remaja masjid dan beberapa orang bapak bapak berteriak 'sahur' sambil menabuh alat musik seadanya. ayah fahri sudah ada di meja makan saat mendengar itu. ayah fahri tampak murung menatap makanan makanan yang ada dihadapannya. batinnya berbicara bahwa sudah seminggu ia menyantap makanan sahaur seorang diri. ayah fahri mulai mengucapkan niat berpuasa. belum selesai ia membaca niat, tiba tiba ada yang mengejutkannya. fahri datang ke meja makan, menghampirinya. ayah fahri pun memberhentikan doanya dan menaatap putranya terkejut.
"fahri? kamu mau ikut sahur? udah mau puasa?" ujar ayah fahri dengan nada terkejut namun sangat gembira.
"iya, fahri mau ikut sahur.." ujarnya
"mau puasa" sambung fahri.
"alhamdulilkah nak, akhirnya. ayah seneng bgt kamu udah mau puasa , terima kasih ya Allah"  ujar ayah fahri seraya mengelus elus rambut fahri.
" yaudah, ayo ayo makan . eh tapi berdoa dulu. mau ayah yang mimpin doa atau fahri nih?" sambung ayah fahri.
"ayah aja, nanti fahri Aamiin-in aja" jawab fahri.
"yaudah ayah mulai yah.." kata ayah fahri seraya mengangkat kedua tangannya dan diikuti oleh fahri. #
3 minggu sudah berlalu, kini memasuki minggu terakhir bulan ramadhan. hubungan fahri dan ayahnya sudah sangat baik dimulai sejak fahri sudah mau berpuasa. pagi ini seperti biasanya fahri diantar sekolah oleh ayahnya. namun pagi ini ayahnya tidak seperti biasanya, wajahnya terlihat lesu .#
"TREEETTT... TRETTT... TREEETT"
bel pulang sekolah berbunyi. anak anak mulai mengemasi barang barangnya ke dalam tas dan pulang, termasuk fahri. selesai mengemasi barang barangnya, fahri dan teman temannya beratur untuk bersalaman pada bu guru sebelum pulang. setelah itu fahri berlaribke gerbang sekolah untuk menemui ayahnya yang biasanya sudah menunggunya di sudut gerbang bersamaan dengan para orang tua lainnya yang juga ingin menjemput anaknya. sesampainya, fahri langsung mencari ayahnya. namun ia tak menemukannya. tiba tiba ada seseorang yang mengelus kepala fahri dari belakang. fahri pun segera menoleh, tetkejutnya ia bercampur senang melihat seseorang yang mengelus kepalanya tadi ternyata adalah pade rosyid. pade rosyid adalah kakak dari ayah fahri yang tinggal di solo. Fahri sangat bahagia namun ia bingung kenapa ayahnya tak ikut menjemputnya. Ia pun menanyakannya pada pade rosyid. Fahri sangat terkejut ternyata ayahnyasakit dirumah. Fahri pun segera mengajak pade rosyid untuk segera pulang.#
sesampainya di rumah. ia segera ke kamar ayahnya untuk melihat keadaan ayahnya. betapa terkejutnya fahri ketika ia buka pintu kamar ayahnya, dan ayahnya hanya sedang tertidur lemas di tempat tidurnya. fahri segera bersimbah air mata dan berlari memeluk ayahnya. ayahnya yang sedang tertidur pun terbangun dari tidurnya.
, ayah beneran cuma kecapekan aja. udah berhenti
nangisnya". kata ayah sambil mengelap air mata fahri yang sudah membasahi seluruh wajah fahri.
"sudah le, sekarang mending kamu ganti baju dulu trus makan, yuk pade temen-in". kata pade rosyid yang sejak tadi berada di samping fahri.
"fahri mau disini aja, fahri mau temen-in ayah, pade". jawab fahri.
"yo wis, pade ambilin makannya fahri ya, tapi tetep fahri harus ganti baji sekolahnya dulu. sana ke kamar kamu dulu sebentar, ganti baju, trus kesini lagi". kata pade rosyid
"yaudah deh, makasih pade". balas fahri.
fahri pun segera ke kamarnya, mengganti bajunya dan kembali lagi ke kamar ayahnya. sesampainya sudah ada makanan yang disiapkan pade rosyid untuknya. fahri pun melahap makan siangnya. setelaah itu fahri berniat untuk tak akan meninggalkan kamar ayahnya. fahri ingin terus bisa menjaga ayahnya. #
malam tiba.
fahri berbaring disamping ayahnya. tiba tiba ada beberapa pertanyaan yang muncul di kepalanya dengan mudah. awalnya ia tidak enak untuk mengungkapkannya pada ayahnya, namun pertanyaan pertanyaan itu sudah lam ada di dalam fikirannya dan tak pernah ia ungkapkan pada siapa pun. dengan segenap keyakinannya, fahri mulai angkat bicara.
"yah!" panggil fahri
"kenapa ri?"tanya ayah fahri
"fahri mau nanya,yah". jawab fahri.
" nanya apa?" . tanya ayah fahri lagi.
"hmm.."  fahri terdiam sejenak.
" yah, kenapa sih ada bulan ramadhan?". sambung fahri.
ayah fahri tersenyum mendengar pertanyaan anaknya dan kemudian menoleh pada fahri, disampingnya.
setelah terdiam cukup lama, ayah fahri pun bicara.
"bulan ramadhan itu, bulan yang saaanggaaat indah. di bulan ramadhan semua kebaikan kita dapat pahala yang dilipatgandakan sama Allah. tw ga ri? pas bulan ramadhan semua pintu neraka ditutup, trus semua pintu surga dibuka lebar lebar". jelas ayahnya.
" masa sih yah?"tanya fahri ragu.
"iya ri, bulan ramadhan ini adalah bulan dimana kita bisa semakin dekat sama Allah. Allah menciptakan bulan ramadhan sebagai bentuk kasih sayang Allah sama hamba hambanya. Allah pengen supaya kita bisa menjadi orang yang baik dan bisa masuk ke surganya Allah".  jelas ayah fahri lagi.
"wahh... Allah baik banget yak, yah. fahri pengen deh meluk Allah trus bilang makasih sama Allah soalnya udah ciptain bulan ramadhan.." ujar fahri dengan terpukau atas penjelasan ayahnya.
"oiya fahri juga mau minta maaf sama Allah. soalnya waktu pertama tama bulan ramadhan fahri gak puasa, ga tarawih, ga tadarusan. kira kira Allah mau ga yak, yah maapin fahri?" sambung fahri dengan kepolosannya.
ayah fahri tersenyum lebar mendengar perkataan anaknya. lalu ayah fahri pun menjawabnya.
"fahri, pasti Allah mau maapin fahri dong. Allah kan maha penyayany juga maha pemaaf. nah kalau fahri mau ngucapin sama minta maaf sama Allah, fahri bisa bilang ke Allah lewat doa. Allah pasti bakalan ngedengerin semua doa fahri"
terang ayah fahri.
"iya yah?yaudah deh, nanti kalau fahri selesai solat fahri bakalan berdoa sama Allah buat ngucapin terima kasih juga minta maap"tanggap fahri.
"hhmm yah.. kenapa di bulan ramadhan kita harus puasa?" tanya fahri lagi.
ayah fahri terdiam, mengingat bahwa pertanyaan itu secara tak langsung pernah diungkapkan fahri namun dengan nada yang penuh emosi.
"Allah itu maha adil. kita berpuasa satu bulan penuh untuk merasakan, gimana sih rasanya  kelaparan dan kehausan yang dirasain sama saudara saudara kita sesama muslim yang fakir/miskin". jawab ayah fahri.
"ohh gitu... trus tarawih itu buat apa yah?"  tanya fahri lagi.
"ya biar kita semakin dekat sama Allah . biar semakin banyak waktu yang kita gunakan di bulan ramadhan untuk beribadah kepada Allah". jawab ayah fahri. dengan merangkai kata semudah mungkin agar anaknya dapat memahaminya.
" trus klo tadarus itu buat apa yah?" tanya fahri lagi dan lagi
"biar kita semakin dekat sama Allah lewat bacaan ayat ayat suci al-quran.selain kita tambah dekat sama Allah, kita bakal dapat banyak pahala dan hati kita juga akan merasa tenang". jelas ayah fahri lagi.
"ohhh.. gitu yak yah... yah, fahri kangen banget sama ibu. kenapa Allah ambil ibu yah? pas bulan ramadhan lagi."
ayah fahri terdiam. ada rasa lelah yang semakin terasa di tubuhnya. namun ia berusah untuk tegar dan menjawab pertanyaan putranya lagi
"banyak alasan yang cuma Allah yang tahu ri, cuma satu alasan yang ayah yakin yaitu karena Allah sangat sayang sama ibu. pas bulan ramadhan kan banyak dosa yang diampuni sama Allah . jadi kalau Allah sebelum selesai bulan ramadhan mungkin tujuannya adalah biar ibu ga ada dosa lagi. jadi ibu meninggal dalan keadaan dosa dosa yang sudah dihapus sama Allah" ujar ayah fahri mulai melemas.
"ohh gitu... alhamdulillah, berarti sekarang ibu ada di surga dong yah, pasti sekarang ibu bahagia disana" balas fahri yang tak menyadari bahwa ayahnya mulai melemas.
ayah fahri tak menjawab.  ayah fahri merasakan lemas teramat sangat ditubuhnya, terutama pada kakinya. dengan segenao kekuatan yang masih ia punya ia pun meminta pada fahri untuk memanggilkan pade rosyid.
"ri.. to..long.. pang..gilin pade ros..yid kesini... ri"pinta ayah fahri dengan suara lirih.
"loh? ayah kenapa? iya iya fahri panggilin pade rosyid dulu" ujar fahri dan kemudian segera berlari mencari pade rosyid. tak lama fahri audah kembali ke kamar ayahnya bersama dengan pade rosyid. pade rosyid terpaku sejenak sedangkan fahri sudah menangis dari tadi. ia takut ia akan kehilangan orang yang disayanginya lagi. seakan tahu apa yang terjadi pada ayah fahri, pade rosyid pun mendekatkan bibirnya ke telinga ayah fahri dan menuntun ayah fahri untuk membaca kalimat syahadat. selepas itu ayah fahri menghembuskan nafas terakhirnya dengan tenang. melihat kepala ayahnya sudah melemas fahri segera menangis sejadi jadinya. lagi lagi ia kehilangan orang yang sangat ia sayangi. fahri memeluk ayahnya dan membasahi jasad ayahnya dengan air mata dukanya.
"ayahhhh.... bangunn yahh... ayah jangan tinggalin fahri... ayahh bangunn... ayah jangan tinggalin fahri kayak ibu tinggalin fahri... ayahhhhh..." tangis fahri . pade rosyid yang ada di dekatnya mencoba menguatkannya.
" ayah bangunn... ayahhh... ayahhh...." tangis fahri belum mereda. ia terus mengis. tiba tiba ditengah tangisnya ia mengingat pembicaraan dengan ayahnya saat ayahnya berkata : "banyak alasan yang cuma Allah yang tahu ri, cuma satu alasan yang ayah yakin yaitu karena Allah sangat sayang sama ibu. pas bulan ramadhan kan banyak dosa yang diampuni sama Allah . jadi kalau Allah sebelum selesai bulan ramadhan mungkin tujuannya adalah biar ibu ga ada dosa lagi. jadi ibu meninggal dalan keadaan dosa dosa yang sudah dihapus sama Allah"...
20 tahun kemudian
fatih duduk di bangku diteras rumahnya bersama dengan ayahnya, sambil menunggu waktu berbuka puasa. tiba tiba teringat oleh fatih pertanyaan pertanyaan yang ada di benaknya selama ini. dengan segenap keyakinanya ia memberanikan diri bertanya pada ayahnya.
"yah?"panggil fatih
"kenapa nak?" balas ayahnya.
"fatih mau nanya, yah" jelas fatih
"apa?" tanya ayahnya
" yah, kenapa sih ada bulan ramadhan?" balas fahri.
mendengar hal itu. fahri terdiam sejenak dan tersenyum. pertanyaan yang sama yang pernah fahri tanyakan pada ayahnya 20 tahun yang lalu. fahri pun menatap anaknya dan siap memberikan jawaban yang sama seperti yang dulu ayahnya katakan padanya.

Komentar

share!