Putih Abu-Abu | Part 4 (Our Organization)


 Karya: Yui

S
emenjak hari itu kami jadi sering di panggil untuk mengikuti beberapa pertemuan. Pertemuan puncak saat kami 1 sekolah akan pergi ke sekolah lain untuk bertemu dengan cabang organisasi yang sama dari sekolah lain. Karena smart girl dengan tinggi badannya yang waw, dia di pilih sebagai perwakilan di proyek sekolah yang lainnya sehingga dia ga bisa ikut. 


Akhirnya dia di gantikan oleh temanku, Seli dan Fire. Kami pergi bersama kaka kelas dan perwakilan dari kelas lain ke sana. Untuk pertama kalinya aku berkirim pesan di malam sebelum hari keberangkatan ke sekolah lain itu.

Hari-H, kami kumpul di sekolah pukul 7 pagi. Acara di sana akan mulai pukul 9.
Saat berangkat, aku nebeng Seli, dia selalu bawa motor sehingga sering di panggil preman. Hehe.. Ice juga bawa motor tapi ga mungkin kan aku nebeng dia tiba tiba. KM juga bawa motor tapi udah di tebengi Si Fire.

Sampai di sana, aku hanya mengobrol dengan seli dan memakan jatah konsumsi yang di bagikan. Makanannya tidak begitu enak, kue sus warna hijau pandan wangi tapi pahit. Dan makanan lainya yang tidak terlalu enak. Tapi semua jadi enak saat aku memakanya bersama Ice. Kue sus itu di hiasi sepotong daun pandan yang menempel pada bagian atas dus karna wadahnya terlalu kecil. "Enak?" tanyanya mengawali pembicaraan di pagi yang sedikit membosankan itu.

Ya tentu saja membosankan karena kami hanya duduk di bawah tenda yang beralaskan karpet merah dan menyimak presentasi dari perwakilan setiap sekolah yang selalu membahas hal yang sama, reboisasi, daur ulang, cara menanam pohon dsb. Tapi pertanyaan darinya sedikit mencairkan suasana membosankan itu. "Enak hehe.. kata kamu?" jawabku atas pertanyaan itu sambil menggigit kue sus hijau itu. "Enak" jawabnya singkat pada peryanyaanku. itu sedikit membuat aku keki, ya pembicaraan bisa saja berhenti di situ. Tapi timbul ide jahil di otakku untuk membuat suasana jadi lebih hangat. "Hmm, kalo enak kenapa itu ga dimakan? Sayang lho!" ujarku sambil menunjuk potongan daun pandan yang menjadi penghias kue sus itu yang menempel pada bagian atas dus."Wkwk, mana bisa dimakan?!" ujar Ice sambil tertawa.

"Bisa lah, biasanya juga kamu makan ini kan?"

"Emang aku kambing?"

"Eh bukan ya? Sori-sori"

Percakapan itu memang terlihat GJ di mata orang yang melihatnya mungkin juga yang membaca tulisan ini. Tapi percayalah suasana saat itu sangat membuatku senang. Seli ikut tertawa dan kita mengobrol bersama.

Saat Bapak Walikota hadir segala aktivitas dihentikan. Kami diperintahkan untuk menyimak sambutan dari beliau serta beberapa doorprize yang dibagikan pada anak-anak yang bisa menjawab pertanyaan dari beliau. Temanku dari kelas lain namanya Cyntia berhasil menjawab pertanyaan dan ternyata hadiah yang di bagikan itu sama. kain batik. Keren sih, tapi sayang aku tidak beruntung.

Setelah itu diadakan game, sepertinya acara baru dimulai. Pada awal acara saat kita mendapatkan konsumsi, kita juga di bagikan selembar kertas bertuliskan satu huruf, aku memilih huruf "A" karena entah kenapa orang orang yang pernah aku suka biasanya berinisial "A". Termasuk pacarku saat itu. Lupakan itu tidak penting.

Ternyata dari huruf itu kami di minta membentuk 1 kalimat yang sudah di tentukan.

Oh tidak kami semua harus berpencar dan berbaur dengan sekolah lain!

Asalnya sekolah kami sudah dapat membentuk kalimat itu namun itu di anggap tidak sah karna terdiri dari sekolah yang sama. Dan itu membuat kita benar benar harus berpisah, saat sibuk mencari huruf huruf yang di butuhkan. Mataku menangkap sesosok cewek berkerudung abu abu dengan seragam SMK yang ada di Sangkuriang, wajahnya sangat tidak asing. Otakku mulai mencari cari ingatan tentang cewek tersebut, dan aku berhasil mengingatnya saat ia menyapaku,

"TARII"

"Eh Dita" jawabku yang sudah berhasil mengenali cewe itu. Ya Dita adalah teman sekolah dasarku dulu. Dengan bertemu Dita, yang tadinya aku linglung dan sedikit ogah-ogahan bergabung dengan orang lain, menjadi lebih bersemangat "Yes ada sekutu!" ujarku dalam hati, kelompokku dan dita pun di gabung, tentu saja aku merekrut Seli, Ice, Fire, dan Arta mereka semua teman sekelasku. Akhirnya kami berhasil membentuk kalimat itu setelah merekrut huruf-huruf lainya bahkan memisahkan mereka dari kelompoknya. Belajar berkhianat, untuk menemukan yang lebih baik! #eh hahaha 

Setelah itu kami di minta menghafal semua nama anggota kami. Yah untung saja, karena sebagian besar adalah sekutuku sehingga mudah untuk di hafal.

Setelah game selesai, acara di lanjutkan dengan melanjutkan presentasi dari setiap sekolah, tiba giliran sekolahku. Kamu menampilkan sesuatu yang berbeda. Kami tidak berpresentasi, kami menampilkan drama musikal. Ya walau sebagian besar hanya sebagai figuran tapi hal itu sangat menyenangkan. Ya aku pendek, tinggiku hanya semeter setengah. Sehingga aku yang paling "beungeut" maksudnya aku ada di barisan paling depan.

Akhirnya penampilan kami berjalan lancar, meski aku sangat malu mengingat ada teman SDku yang menyaksikan.

Kembali duduk di posisi semula, dan menonton presentasi sekolah lain lagi. Ya membosankan, membuat perut keroncongan karna konsumsi tadi pagi sudah habis padahal jam sudah menunjukan waktumakan siang tapi belum ada yang berbaik hati membagikan konsumsinya. Di tengah tengah hirup pikuk itu, semua peserta sibuk dengan kebiasaan masing masing, termasuk aku. Aku sibuk berbalas pesan dengan kawan kawanku yang ada di kolam renang. Saat aku melihat ke sampingkua (tempat Ice duduk) dia pun sedang mengutak ngatik HPnya. "S, aku minjem BB kamu" ujarku begitu saja.

"Buat apa?" tanyanya heran.

"Main game" jawabku penuh harap, saing bosannya.

"Ga ada gamenya."

"Ya udah atuh ngoprek hehe"

"Nih" Ice memberika HPnya padaku. Pertama aku bingung dan melihat HP itu baik baik, HPnya di kunci pake pasword. Malu sebenernya nanya ke dia gimana cara bukanya, keliatan udik banget aku "wkwkwk.." terdengar ada suara orang tertawa, Ice tertawa dan langsung mengambil hpnya. Menekan beberapan nomor dan kunci hp itu terbuka. Aku heran, apa dia merhatiin aku yang benar benar keliatan gaptek ngeliatin hp dia, sehingga ia insiatif membukakan kuncinya untukku. Itu memalukan.

Aku menekan tombol yang paling unik, tombol yang menjadi simbol BB (blackberry) dan ternyata itu membuka menu. Aku mengarahkan kursornya ke arah aplikasi. dan benar saja tidak ada game yang rame hanya tetris. Back. Aku, mengarahkan kursor ke arah album foto, "Eh mau liat apa kamu?" Ice tiba tiba bertanya dan sekarang aku yakin sedari tadi dia memerhatikan gerak-gerikku yang sedang mengoprek benda pribadinya itu.

"Ingin liat hehe boleh ya?" pintaku dengan wajah memelas. "Ya sok aja da ga ada yang rame". Ya di albumnya ada foto foto keluarganya, dan sama sekali ga ada foto dia. Ada juga foto BBM-an dia dengan pacarnya yang namanya Sinta. Begini isinya:

Shinta : "Adeuy yang baru jadian"

Ice : "Perasaan yang jadian kita deh"

Shinta: "..(tanggal jadian aku lupa).."

Ice : " (tanggal jadian) <3"

Ya kira kira gitu lah, aku penasaran, anak mana sih pacarnya si S? Ya cuma pingin tau aja.

"Aciee.." ujarku menunjukan foto bbman itu pada Ice. Ia spontan langsung mengambil HPnya dari tangan ku, kalau di film kartun pasti di atas kepalaku sudah ada tanduk merah muncul. "Pacar kamu siapa sih?" tanyaku sambil menggodanya, "Hah masa ga tau?" jawab Ice dengan wajah heran.

Menyimak jawabanya itu membuatku berfikir "Apa aku kenal?" wajahku mencerminkan pertanyaan di otaku. Ice melanjutkan perkataanya "Yashinta anak SMP kamu!"

Deg! aku sepertinya tau nama itu, dan malah sangat tidak asing, sosok seorang wanta sudah terbayang di benakku. "Yashinta yang non-islam?" tanyaku memastikan."Iya" jawabnya mantap.

Aku tahu, pacar Ice juga adalah kenalan Zara teman satu sekolahku, dan sudah terbayang jika pacar Ice itu salah satu alumni SMPku tapi tak terpikirkan olehku sekalipun, wanita itu yang menjadipacar Ice. Ya yang bisa di bilang sedikit menarik perhatianku.

~FlashBack~

Shinta adalah mantan temanku bahkan bisa di bilang sahabatku waktu SD namanya Aga. Dulu Shinta sering meminta informasi dariku tentang Aga, dan dia juga suka cerita tentang hubunganya. Sampai beberapa hari berlalu, topik jadi semakin banyak, termasuk sahabat Aga yang juga temankuku sewaktu SD dan mantanku yang baru putus denganku beberapa waktu yang lalu karna salahku. Aku ga bisa ceritakan di sini, karna hanya membuatku menyesal terus. Sebagai ilustrasi kamu bisa baca Baby Fake Fair.

Dan yang membuatku tidak bisa melupaka Shinta adalah saat itu Shinta menghampiriku dan berkata "Aku putus sama Aga" dan kemudian beberapa hari kemudian ia datang lagi dan berkata "Ri, maaf aku jadian sama Afa". Afa, orang yang masih aku sukai sampai detik itu, sekarang resmi jadi milik seseorang yang aku kenal, seseorang yang tau kalo aku masih ngarep sama dia. Dan satu satunya orang yang tahu ternyata saat itu Afa juga masih mengharapkan ku.

~back~

Ya nama itu muncul lagi, kayaknya tipe cowok kami sama sehingga ia selalu muncul dimana saja ada cowok yang menarik hatiku. Ya meskipun aku terpukul, tapi aku bisa memanfaatkannya dengan menjadikan ia topik pembicaraanku dengan Ice. Banyak informasi yang ku dapat dari ie seputar Shinta saat ini yang bersekolah di SMA swasta. Ice menanyakan kelakuan Shinta waktu SMP, ga mungkin aku kasih tau, betapa aku ga sukanya sama Shinta. Ya aku cuma memberi tahukannya sebisaku.

Aku sudah tidak mau membahas wanita itu, aku mengalihkan pandanganku pada Fire yang duduk di belakang ku yang sedang sibuk dengan HP Arta yang penuh dengan game. "Re, minjem hp dong mau main game" ujarku pada Fire. "Ah ga ada game cewek di aku mah" ujar Fire meremehkan aku karena biasanya game cewek itu kemayu. "Gapapa, pinjem aku mau main hehe" bujukku.

Akhirnya Fire meminjamkan HPnya padaku. HP Fire buka BB ataupun HP canggih yang membuat aku tampak seperi orang gaptek. Aku buka menu dan mengarahkanya pada game memilih game. Aku menekukan game yang bagus tentang PEMBUNUHAN ya mewakili perasaanku saat itu. Mereka kaget melihat game pilihaku.

Bosan, gamenya tidak kunjung selesai, amarahku juga sudah reda. Sehingga aku mengembalikan hp itu dan aku melihat arta dan fire melakukan hal konyol. Mereka menyusun huruf huruf bekas game tadi menjadi kata kata lain yang menjijikan.

Maklum mereka cowok. semua tertawa melihat kelakuan mereka. Keisengan mereka semakin menjadi jadi saat mereka melihat tasku. Mereka membukanya dan mengoprek isinya, mereka menemukan komik yang aku bawa. "Eeuuh" kata Arta dan Fire ya mereka adalah anime haters. Berbeda dengan Fire yang langsung membacanya. mereka menemukan spidol warna warni di tas ku. Ice mengambil spidol warna hijau dan menggambar sesuatu di tanganya, bentuk melingkar lngkar seperti pola. "Jelek!" ujarku yang memperhatikan kelakuanya disaat yang lain masih sibuk dengan tasku.

"Sok atuh gambarin yang bagus" ujar Ice sembari menyerahkan spidol itu padaku. Aku ambil dan aku pegang tanganya menggambar sesuatu yang masih melingkar lingkar namun seperti bunga-bunga. "Ekhm" "Uhuk-uhuk" suara itu mulai terdengar tanda Arta dan Fire mengejeku dan Ice. "Ya ga apa apalah aku malah seneng" bisikku dalam hati. "Apaan ini?" ujar Ice menyadari gambaranku sangat sangat cute. Aku hanya tertawa jahil membalas pertanyaanya.

Spidol yang aku pegang mulai membuatku gatal menulis aku melihat kertas yang bertaburan itu huruf A. aku tulis namaku "Tari" tapi tanpa "a" dengan kata lain menggantkannya dengan huruf A yang sudah ada. aku juga menuliskan nama Arta, nama panjang Fire, Seli dan Ice. Semua tertarik mereka mengambil kertas lain dengan huruf lain dan melakukan hal yang sama dengan spidol lain huruf R, huruf I dan Huruf S hampir semua huruf sudah bisa mewakili nama yang lain meski kadang harus benar benar nama panjangnya yang kami tulis seperti nama Arta yang panjang demi mencari huruf I kami menulis nama belakangnya. Tapi saat huruf S hanya Ice yang tidak kebagian, ya karena namanya tidak terdiri dari huruf S. Ini asal mula aku menjulukinya S=Ice.

Sore itu jadi tidak semembosankan tadi pagi, makan siang akhirnya datang pukul 2 perut sudah keroncongan tapi hujan malah turun. aku dan teman temanku malas pindah walaupun air sudah merembes ke karpet yang kami duduki. Fire tidak kebagian ayam di kotak nasinya sehingga memberikan rasa simpatik semua dan memberikanya sedikit daging ayam mereka. Ketua organisasi kita kak Azhar ikut duduk bersama kami. Ya itu membuat kami tidak enak karna beliau bersedia duduk bersama kami dan tidak ikut bersama yang lain berteduh sebagai bentuk tanggung jawab seorang pemimpin. Waw keren.

Hujan reda, saatnya kami pulang. Aku pikir aku bakal nebeng Seli lagi tapi ternyata

"Ri, kamu pulang sama siapa?" tanya Seli

"Kamu?" jawabku ragu sembari pingin memastikan

"Eh sori rumah aku mah kesana, ga akan balik ke sekolah" jawab Seli penuh penyesalan di mukanya. Aku juga ga akan marah ya karena malah jadi ga enak di aku kalo aku minta dia nganter aku dulu.

"Haha kasian" ujar seseorang tiba-tiba ikut campur. Ice.

"Apa atuh Ice" jawabku putus asa tapi tiba tiba terbesit di pikiranku untu nebeng ke Ice. Ya karna pas berangkat Ice ga ditebengin siapa siapa.

"Ice, kamu ke sekolah lagi?" tanyaku hati hati, memulai melaksanakan rencana.

"Iya" seperti biasa jawabanya singkat padat dan jelas

"Hehe, nebeng ya, Si Seli ga searah pleasee" bujukku dengan tampang yang di paksain imut inget kucing di film Shrek.

"Oke deh" jawabnya singkat tanpa basa basi. Waw emang tadi aku kepikiran buat pulang bareng ice tapi ga pernah nyangka bakal jadi kenyataan. Alhasil aku pulang DIBONCENG ICE. Sesuatu yang aku hanya sekedar mimpi dari tadi pagi. Hehe seneng

Saat aku berada di belakangnya aku lebih banyak mengobrol didukung jalan yang macet membuat waktu aku dibonceng dia makin lama, melihat ke arah tangan kirinya yang masih tergambar gambaranku membuatku sangat senang. Tapi tiba tiba aku ingat, sore ini kita boleh saja berdua ... tapi kita masih saling ada yang punya. Ya Ice hanya tempat cuci mataku saja.


Bersambung ....

Komentar

share!