Putih Abu-Abu | Part 3 (Otaku)


 Karya: Yui

Dia berubah setelah menganal dan akrab dengan pemain basket di kelas. Jadi sedikit bandel dan beberapa kali suka mabal. Tapi ga sering, kadang bikin aku ilfeel dengan sikapnya. Tapi aku ga peduli, asalkan dia masih ada di sampingku dan tidak kesepian seperti dulu. Haha mulia sekali kalo di tulis mah ya. wkwkw..


Kelasku bikin grup di FB, KM ku mulai mengisinya dengan mengingatkan tugas dan sebagainya, dan sekarang berbagai topik mulai di bahas. dia meminta anggota kelasnya untuk me-"like" halaman anime haters. Aku komen "Sayang sekali tapi da aku mah anime lovers" karena sebenarnya bukan anime, tapi aku juga ga begitu benci anime. Esoknya mereka mulai memanggilku dengan otaku. No problem aku jadi lumayan bisa bicara dengan anak cowo di kelasku.

Saat pelajaran TIK. Ice sebutanku untuknya karna namanya tidak teridiri dari huruf "S". bingung? Sudahlah abaikan. Untuk pertama kalinya ia menyapaku dan berkata "Kamu suka anime?" Karena bangkunya yang tidak jauh dariku aku bisa bicara denganya. "Yah lumayan". "Punya anime apa aja?" tanyanya lagi. Aku sempat bingung karena sebenernya aku ga terlalu suka cuma pernah menemani kakakku menonton beberapa anime. Ya aku sebut saja anime-anime jadul yg dulu pernah aku tonton sama kakakku. Wah seneng aku nemu otaku, aku harus jadi otaku kalo mau deket sama dia. Tapi aku ga bisa maksain diri karna aku bukan otaku.

Beberapa kali dia mengucapkan kata kata yang sering ada di anime padaku, dan tidak aku mengerti. Dan aku sampaikan, jika aku sebenarnya bukan penggemar anime tapi aku suka komik. Kita pun jadi jauh. Kecewa sesungguhnya aku tapi mau bagaimana lagi, aku tidak berniat berbohong, hingga membuatnya berharap aku sama seperti dia. Tapi komik dan anime bagiku ga beda jauh.

***

Hari itu aku belum pulang sekolah, aku berkumpul dengan kawan-kawan dari kelas lamaku di kelas salah satu dari kami X IPA 5. Kemuadia dari celah pintu yang terbuka aku menemukan sosok guru PLH kami lewat sambil membawa selembar kertas. iseng, aku datangi beliau dan memberi salam. Dengan ke-kepo-anku yang tinggi, aku bertanya, "Ibu lagi apa?" ternyata ibu guru itu sedang mengadakan penilaian kebersihan kelas, oh tidak aku sangat tahu kelasku kotor sekali. Sambil menemani ibu guru PLH itu mengamati setiap ruang kelas yang sepi. Aku mengobrol dengan beliau tentang banyak hal dan menceritakan kegiatan piket kelas yang tidak berjalan lancar di kelas.

Semenjak itu aku jadi dekat dengan guru PLH itu. Hingga suatu hari saat jam pelajaran hampir berakhir, beliau memanggilku dan beberapa orang temanku dari ambang pintu, KM, aku, dan salah satu cewe yang paling pinter di kelas. Beliau meminta kami sebagai perwakilan anak cinta lingkungan dari kelas kami. Kami diminta mengisi biodata kami di atas selembar kertas. Asalnya aku merasa "wah ibu nyepet nih, gara gara kemarin aku pernah cerita kalo aku males piket karna ga ada yang piket". Tapi saat aku mengisi biodata tersebut Ice mendekatiku dan berkata "Buat apa ini?" aku menjelaskan ulang penjelasan singkat dari ibu guru yang di sampaikan tadi padanya. Lalu dia bertanya pada guru PLH itu. "Bu boleh saya ikut?" aku kaget dan senang, asik aku punya event sama si ice haha.

Dia pun mengisi biodata sepertiku di sebelahku :)

Senyumku mengembang sambil menulis hehe.

Tapi yang terlintas di pikiranku jangan jangan dia mau ikut acara ini karena cewe smart kelas aku juga ikut. Jangan-jangan ice suka dia..


Bersambung ....

Komentar

share!