Putih Abu-Abu | Part 1 (My Story at My First Class)


 Karya : Yui

A ku hanyalah seorang siswi biasa, bersekolah, bermain, dan memperbincangkan orang dengan kawan kawan ku. kadang aku merasa, "Kapan Kita Dewasa?" karna sepertinya rutinitas ini tidak akan berubah.


Tahun ini aku adalah siswi SMA, dengan seragam putih abu abu yang ku kenakan aku sudah merasa mantap mengarungi hidup masa ini karena konom katanya masa SMA adalah masa yang paling mengenangkan.

MOS, aku masuk kelas X-1 yang sebagian besar siswanya adalah teman SMPku. ya bisa di sebut Bedol Deso. Ga ngerti Bedol Deso? Bedol Deso itu sebenarnya jika orang orang satu kampung bermigrasi ke tempat lain dan di tempat yang baru itu mereka bertemu lagi. jadi hanya tempatnya yang pindah orangnya sama saja. ya ku harap kalian mengerti minimal sedikit maksudku.

Saat MOS aku dekat dengan teman les ku sebut saja dia Bajuri. kenapa? Sebenernya dia ga gendut tapi cara ngomongnya nyerempet kayak bajai jadi aku juluki dia Bajuri. Tahu kan acara komedi Bajai Bajuri? Kalo ga tau lebih baik kamu lebih sering lagi nonton tv.

Aku merasa tertarik dengan matanya yang coklat muda, cara dia memanggil nama lengkapku dan sifatnya yang lembut. banyak yang bilang aku ada hubungan something sama dia, tapi jujur saja ga ada sama sekali. walau asalnya aku berharap.

Mengejutkan saat MOS selesai kami sekelas di pecah lagi di acak dan di gabungkan dalam kelas lain. tapi menguntungkanya aku sekelas dengan Bajuri. tapi saat aku tahu ternyata aku juga sekelas dengan Barbie cewe perfection dari SMP ku aku sedikit tidak senang. Benar saja, dia duduk dekat dengan Bajuri , dia centil dan pokoknya aku ga suka dia deket deket Bajuri.

Seiring waktu berlalu, aku sering di buat GR oleh bajuri, dia sering sekali ngegombal, aku senang tapi di depan mataku juga dia sering menggombali orang lain, alhasil semua cewe di kelas menjulukinya si Raja Gombal.

Setelah muncul sebutan itu, akupun jadi tidak suka denganya, banyak cewe yang termakan rayuanya dulu pun mulai banyak yang mengacuhkanya.

Semua beralih pada teman sebangku Bajuri, ya sebut saja dia Bajai. Karna dia benar benar dekat dengan Bajuri. Bajai itu asalnya pendiam, tapi kalo dia sudah bertemu dengan orang orang yang suka bikin kegaduhan dan sudah kenal banyak orang, dia jadi menggila dan melebihi orang paling ga waras di kelas. Dia pernah mengikuti gaya gaya Sule di OVJ, berdandan super culun bahkan menggombal dengan semua orang tak pandang bulu. Maksudnya cewe cowo dia gombalin. wkwkwk..

Bukan itu saja daya tarik yang dia miliki, selain pandai membuat orang tertawa, dia juga sangat pintar dalam bidang exact. Kimia, Fisika, Matematika dia kuasai, kecuali bahasa dan biologi yang merupakan keahlianku.

Karena bangku kami berdekatan kami jadi sering mengobrol, awal kedekatan kami adalah kami sama sama menjadi kloter pertama kuis Ekonomi. kami saling mengeluh dan curhat, berdiskusi tentang jawaban yang tadi di soalkan. lama lama kami semakin dekat, tidak hanya kami berdua, seorang cowo hitam berbadan tinggi yang juga kocak ya kita beri nama dia Ucup biar sama sama pemeran bajai bajuri. haha, kesannya aku suka banget acara komedi itu. Memang! haha..

Dari hal umum, kami jadi mulai membicarakan hal pribadi. "curhat" ya kita berbagi kisah kisah pribadi seputar cewe atau cowo yang di kiranya menarik atau bahkan sudah memiliki hubungan. topik itu sangat menambah ilmu pengetahuan tentang lawan jenis dan hal hal percintaan remaja #jangan omes# ya walau kadang kadang juga ga sengaja jadi menjurus sedikit. Tapi ga parah kok, karna kami masih tahu batasan.

Aku merasa Bajai sangat spesial saat dia memberikan ku kepercayaan spesial untuk menyimpan rahasianya, yaitu kecengan dia. nyelekit kalo emang aku suka dia, tapi kenyataanya aku malah seneng di percaya aku. Tapi emang dasar cewe itu ga bisa diem. Atau istilahnya ateul biwir yaitu ga bisa kalo ga cerita. Aku ceritakan kalo aku suka Bajai pada teman sebangkuku yang dekat dengan Bajai juga, tanpa menyebutkan siapa kecengan Si Bajai. Tapi sepertinya dia KEPO. tau kepo kan? masa sih ga tau. dia langsung nanya ke bajai dan menyogoknya dengan barter informasi. alhasil mereka barter info, yaitu nama kecengan Bajai dan siapa yang suka Bajai. Aku! sedih rasanya aku salah curhat sama orang, bajai jadi sedikit jauh sama aku. Ga pernah cerita lagi.

Tapi kok rasanya dia makin dekat sama aku,

Saat itu hujan deras, kelas ku bocor alhasil banjir dan becek di kelasku membuat kegiatan belajar mengajar ga bisa di laksanakan. aku sebagai sie.kebersihan kelas alhasil harus berinisiatif membersihkan kelas dengan peralatan alakadarnya itu. Aku minta yang lain membantu tapi tidak ada yang mau. Dengan wajah bete aku mengelap lantai becek itu. Kemudia ada yang datang mengambil lap lain dari atas meja dan ikut mengelap lantai bersamaku. Saat aku lihat wajahnya ternyata dia Bajai. Dia ketawa dan berkata "Jadi besok aku ga usah piket ya" dengan senyum percaya diri yang dia tunjukan padaku membuat hatiku berbunga bunga.

Aku tak lagi meminta bantuan yang lain untuk mengelap walau lap masih banyak dan kerjaan masih banyak. Aku ingin menghabiskan waktu dengan dia berdua saja dengan cara mengelap air becek itu. Dia pun tidak protes. Perbincangan yang sela ini canggung saat aku sadar dia tahu aku suka dia, kembali jadi saat dia belum tahu. Seperti waktu telah di putar. Aku sangat mengaguminya, diantara semua anak cowo dia yang rela bantuin aku.

Tapi mungkin memang sore itu saja waktu bisa berputar ke masa lalu. Tak ingin waktu berputar kembali ke masa depan, aku ingin mencegahnya, tapi apa boleh buat, waktu memang harus terus berjalan.

Esok paginya keadaan kembali seperti semula. Aku bingung rasanya beban kalau aku menahan rasa ini sendiri, tapi aku udah ga sanggup menceritakanya pada teman sebangkuku itu. Kecewa aku dengannya.

Aku putuskan menceritakanya pada ucup. Ingatkan diantara kami ada 2 orang lain. Dialah ucup yang saat ini bisa aku percaya. Dia memberikan nasihat dan petuahnya. Tapi juga tidak seperti dulu, dimana aku biasa mengobrol berdua saja denganya. Tidak, sekarang ucup punya burung yang harus dia jaga hatinya. Maksudnya pacar. Sekelas lagi. Kadang burung itu berkicau saat aku berdua dengan ucup. Alhasil aku juga ga terlalu bebas curhat denganya. Sejak saat itu aku hanya jadi pendengar, mendengar curhatan mereka, memberi saran tanpa kembali menceritakan isi hatiku. Aku merasa tidak ada tempat lagi untukku bercerita.

Akhir semester ada tugas dance kolosal satu kelas, ya di event itu. Dimana kita 1 kelas banyak menghabiskan waktu bersama aku jadi banyak mendengar cerita orang, banyak orang yang mulai mempercayaiku. Mereka suka hati bercerita, mengajaku jalan berdua hanya sekedar untuk menceritakan tentang someone mereka. Ya tapi memang tak satu pun dari mereka yang aku rasa bisa menyimpan atau sekedar mendengarkan curhatanku. Aku pun jadi semakin jauh sama Bajai. Bahkan sama teman sebangkuku,

Hari itu, dimana hari terakhir kami sebagai kelas X-2 semester 1 sebelum kami di pisahkan lagi karna penjurusan, dimana hari itu kami menampilkan jerih payah kami berlatih. PENTAS TARI KOLOSAL. Akhirnya aku punya banyak teman perempuan dan aku melepaskan Bajai dan berharap akan berbeda kelas denganya. Yang akan membuat aku lebih nyaman saat bertemu denganya nanti.

***

Hari pertama semester 2, kelas baru, teman baru. Aku cari namaku di beberapa lembar kertas yang terpajang di mading. Dari urutan bawah setiap kertasnya karna namaku abjad akhir.

Sudah ku temukan kelas X IPA 3 ku pindahkan jari ku ke abjad paling atas di kertas itu, dan menelusuri setiap nama di kertas itu, mencari tahu siapa saja yang sekelas denganku dan bola mataku terpaku pada satu nama, jari ku terhenti di nama itu......


Bersambung ....

Komentar

share!