Menu Sahurku di Makan Dia




Karya:  Febrianti Sulistyoningsih


Sapulangnya shalat tarawih, terjadilah keributan di rumahku antara aku dengan Ibuku.
“Kalo kamu ngga ikutin peraturan di rumah ini, jangan tinggal disini!” ujar ibuku
Aku hanya terdiam dan berbicara dalam hati “Ok, liat aja besok”
***


Keesokan paginya aku segera berkemas membawa pakaian, alat mandi, dan tak lupa perlengkapan sholat ke dalam tas ransel kesayanganku, pagi itu akupun segera pergi dari rumah untuk berangkat ke tempat kerjaku, di sebuah Toko Laundry dengan membawa ranselku.
Sesampainya disana akupun segera membuka Toko Laundry milik tetanggaku itu, dan tak lama kemudian salah seorang pelanggan datang untuk mengambil pakaian laundryannya.
“Permisi Mba, saya mau ambil laundryan atas nama Andi” ujar pelanggan itu
“Oh iya Mas sebentar” ujarku sambil mengambil baju laundryan pelanggan itu
“Berapa Mba?” 
“25.000”
“Ini Mba, trima kasih” ujarnya sambil membayar
“Iya sama-sama Mas”
Setelah pelanggan itu membayar laundryannya, lalu dia meninggalakan Toko Laundry.
***
Detik demi detik dan jam demi jam telah berlalu tak terasa kini waktu menunjukkan pukul 17.00 waktunya Toko Laundry tutup, setelah tutup biasanya aku langsung pulang ke rumah, tetapi untuk sore ini aku tidak pulang ke rumah karena aku akan bermalam di Laundry. tiba-tiba hp-ku berdering ternyata ada sms masuk dari Kakak ku yang mengatakan.
“Yan jangan pulang dulu ya, tungguin pelanggan laundry yang dari Pandegelang katanya mau ngelaundry” ujar kakakku melalui sms
“Iya” jawabku membalas sms dari kakak ku
Tak lama kemudian kakaku kembali sms ku lagi.
“Yan udah kamu pulang aja ya, pelanggan laundrynya yang dari Pandegelang ngga jadi dateng” ujar kakakku lewat sms lagi
“Iya, hari ini aku ngga pulang mau nginep di laundry” jawabku
“Kenapa? Udah pulang aja”
“Nggalah pengen nginep di laundry”
“Nanti bukanya pake apa? udah Yan, pulang aja, mama udah bikin Es Timun Suri”
Aku tak membalas sms kakak ku yang satu ini karena aku juga bingung nanti akan berbuka puasa dengan apa? Dan mamaku sudah membuat Es Timun Suri kesukaan ku, tapi..
“Ngga aku mau disini aja” jawabku sms dari kakakku
“Nanti terawehnya disana? Terus nanti sahurnya gimana?”
“Iya nanti aku mau teraweh disini, Gampang makanin ciki juga jadi”
Lalu Kakak-ku tidak membalas smsku lagi, melainkan sekarang tinggal Papah yang menelepon aku.
“Halo, assalamualaikum” ujarku
“Walaikumsalam, Yan kamu ngapain nginep segala di Laundry, pulang aja cepet” jawab Papah
“Ngga aku mau nginep di Laundry aja”
“Disana sepi Yanti...., udah cepet pulang di bilangin pulang ya pulang”
“Ngga aku mau nginep di laundry aja”
Lalu aku memutuskan telepon dari Papah lalu mandi, selesai mandi lalu Papah kembali menelpon aku kembali.
“Yanti, kamu ngapain sih nginep segala di Laundry? kamu udah ngga mau di atur lagi? Udah bisa sendiri?”
Aku hanya terdiam
“Udah pulang sekarang buruan, ngga usah nginep-nginep di Laundry segala!”
“Ngga, aku mau nginep di Laundry besok pulangnya!”
Lalu aku pun kembali memutuskan telepon dari Papah, tak lama kemudian adzan magrib berkumandang yang memberikan tanda waktunya berbuka puasa, lalu akupun segera berbuka puasa walaupun hanya dengan segelas air putih, tetapi jika kita ikhlas meminumnya air putih itu akan terasa adem dalam tenggorokan yang kering karena tidak meneguk air setespun dalam seharian ini karena puasa. Setelah itu aku pergi mengambil air wudhu dan sholat.
Selesai sholat perutku mulai terasa lapar, lalu aku membeli beberapa makanan di sebuah Minimarket yang ada di seberang jalan Toko Laundry. disana aku membeli sebungkus Roti dan sebungkus Kripik Tempe, setelah itu aku kembali ke Laundry. saat dalam perjalanan masuk ke Laundry, lalu aku dipanggil dan ditanya oleh Om Beny pemilik Counter hp di sebelah laundry.
“Yan kok kamu ngga pulang? Mau teraweh disini?”
“Ngga Om, iya nanti mau teraweh disini, ya udah Om saya masuk dulu ya”
Lalu aku masuk kedalam toko laundry dan segera makan Roti dan Keripik tempe yang ku beli tadi, lalu sebungkus Roti yang ku makan aku sisakan 2 potong untuk nanti aku makan saat sahur. Dan yang dua potong lainnya aku makan dengan keripik untuk menganjal perutku yang lapar.
Setelah itu aku bersiap-siap untuk berangkat teraweh di Masjid yang letaknya tidak jauh dari Toko Laundry, lalu akupun berangkat bersama jamaah shalat tarawih yang lain ke Masjid. Saat aku hendak mengunci Toko tiba-tiba hp-ku berdering, tapi aku tidak mengiraukannya dan akupun segera berangkat tarawih.
***
Sepulangnya shalat tarawih lalu aku pun mulai menyetok makanan dan minuman untuk nanti saat sahur. Aku membeli minuman di tempat Om Beny, dan Om Beny pun bertanya kembali.
“Yan kok kamu nggga pulang”
“Iya entarlah Om, makasih ya Om” jawabku sambil membayar minimuman yang ku beli
Setelah itu aku kembali ke laundry.
“Untuk menu sahurku nanti kalau hanya makan dengan roti aja kayaknya ngga kenyang deh, sekarang aja aku masih laper” ujarku dalam hati,
Lalu aku memutuskan keluar toko laundry kembali untuk membeli makanan, dan akupun memutuskan untuk membeli ayam goreng dan nasi di sebuah warung pecel lele di samping kiri minimarket di seberang jalan toko laundry.
“Mas pesan ayam goreng + nasi berapa?” tanyaku kepada pedagang itu
“14.000 Mba” jawab pedagang
“Oh ya udah 1 ya Mas di bungkus ngga pake lalap sama sambal”
“Iya Mba”
Lalu pedagang itu menyiapkan pesanan ku dan sambil menunggu pesananku jadi, pedagang itu bertanya
“Kok ngga pake lalap sama sambel sih Mba? Kan enak Mba, atau Mbanya ngga suka pedes ya?
“Iya mas ngga suka pedes” jawabku
“Em, ya udah ini Mba pesanannya sudah jadi, udah mbanya bayar 13000 aja soalnya Mbanya ngga pake apa-apa sih”
“Oh, iya makasih ya Mas”
“ Iya sama-sama Mba”
 Lalu akupun segera kembali ke laundry dengan membawa Ayam Goreng dan Nasi yang ku beli tadi, sesampainya di Laundry akupun segera makan Ayam Goreng yang tadi aku beli untuk menghilangkan rasa laparku. Sebelum aku makan, ayam dan nasi itu terlebih dahulu aku membaginya menjadi 2 karena setengahnya untuk aku makan sekarang dan untuk aku makan saat sahur nanti. Lalu yang untuk aku makan sahur nanti, itu aku bungkus dan aku letakan di atas meja, saat aku akan menyimpan nasi dan ayam goreng ku aku teringat kata mamaku, kalo nasi yang masih panas langsung di bungkus aja nanti cepat basi. Lalu aku hanya melipat bungus kertas nasinya saja agar udara masih bisa masuk dan agar tidak cepat basi. Setelah menu makan sahur aku simpan, lalu akupun segera makan nasi dan ayam bagian lainya untuk menghilangkan rasa laparku dan dengan di temani musik radio dari hp-ku untuk menghilangkan suasana sepinya di toko laundry .
Setelah makan lalu aku mengunci toko laundry, matikan lampu dan tidur, saat tidur tiba-tiba bantal laundryan ada yang jatuh, tapi aku tidak menghiraukanya karena aku sudah ngantuk sekali dan akupun melanjutkan tidur. tak lama setelah itu tinggal bunyi petasan yang sangat menganggu tidurku belum lagi di jalan masih banyak orang yg berlalu lalang dengan suara motor kaleng rombeng lewat di depan laundry, serasa mereka ngga terima kalo aku bermalam di laundry ini dan aku tidur duluan dari pada mereka, cukup lama aku menunggu untuk suasana sepi, adem tak ada suara orang, dan motor berlalulalang dan juga petasan. Akhirnya aku pun bisa tidur dengan tenang juga tanpa ada gangguan.
***
Saat sahur tiba aku pun segera bangun dari tidurku yang lelap, lalu ku nyalakan lampu dan saat aku melihat bantal yang jatuh tadi malam, ternyata bantal itu terjatuh di atas meja dari atas lemari baju laundry sehingga mengenai bungkusan makanan yang aku siapkan sebelum tidur itu. lalu aku mengankat bantal itu dan menaruhnya ke tempat yang lebih aman agar tidak jatuh kembali, setelah itu aku mengambil bungkusan makanan ku, saat aku melihatnya ternyata ayam goreng yang aku sisakan tidak ada hanya tinggal nasi. Lalu aku pun mencarinya karena hanya ayam goreng itu yang bisa menemani makan sahurku. Tak lama setelah ku cari ternyata ayam gorengku ada di bawah kolong meja mungkin terjatuh saat tertimpa bantal laundry, aku pun segera mengambilnya dan saat aku melihat keadaan ayam itu sekarang sudah kotor dan sebagian dari daging ayam itu pun sudah hampir habis. Padahal saat aku menyisihkan ayam yang ku bagi dua ini masih utuh.
“Ih pasti ini kerjaannya tikus nih, jatah makan sahur aku udah di makan duluan sama dia” ujarku kesal
Setelah itu tikus berwarna coklat kehitaman jalan melewati kakiku dan bersuara “Cit..cittcitt” suara tikus mungkin suara senang karena ayam gorengku sudah dimakannya. Dan akupun berteriak “AAA..AA... Tikus” dan menaiki bangku yang kebetulan dekat denganku. Lalu tikus itu masuk kedalam kamar mandi. Lalu akupun mengikutinya dan ternyata dia bisa masuk dan keluar melalui lubang saluran air dan akupun segera menutup lubang air itu agar tikus itu tidak bisa masuk ke laundry lagi.
Sementara itu nasi putihnya sepertinya masih utuh, tapi aku jadi ragu untuk memakannya karena takutnya sudah di makan sama tikus juga, jadi aku buang sebagian nasi yang sudah berantakan dan sisanya aku makan. Setelah ku makan nasi itu lalu aku teringat kalau aku masih memiliki roti 2 potong lagi yang aku sisakan saat buka puasa. “Tetapi Roti itu dimakan tikus juga ngga ya? Semoga aja ngga di makan tikus, soalnya Cuma itu harapan untuk sahur aku” harapku dalam hati.
Setelah aku lihat ternyata bungkusannya masih rapih dan alhamdullilah masih utuh, lalu akupun segera makan roti itu, jadi untuk menu makan sahur aku hari ini dengan sisa nasi putih, roti dan air putih. Saat ku sedang makan sahur aku jadi teringat dan berpikir.
“Ternyata kita tidak bisa hidup sendiri ya, aku masih membutuhkan orang lain terutama keluarga. Dan ternyata berbuka puasa dan sahur berkumpul bersama keluarga jauh lebih menyenangkan di bangkan sendirian, kalau saja kemarin aku berbuka puasa bersama keluarga pasti aku sudah berbuka puasa dengan Es Timun Suri buatan Mama dan sahur juga kalau saja aku sahur bersama keluarga sekarang ini, pasti aku tidak akan kesusahan seperti ini dan pasti tidak akan kesepian seperti ini biasanya saat berbuka, sahur atau ada waktu luang pasti kami berkumpul dan suasananya pun ramai apalagi dengan celotehan Adikku, Mama, Kakak, Papah dan semuanya yang ada di rumah.
Lalu akupun terbangun dari lamunanku dengan adanya telpon dari Papah
“Assalamualaikum..” Ujar Papah
“Wa’alaikumsalam” jawabku
“Udah sahur belum yan?”
“ Udah “
“ Pake apa?”
“Pake Roti ya udah yah, Assalamualaikum”
Lalu aku memutuskan telpon dari Papah, tak lama setelah itu waktu Imsak tiba, lalu akupun bersikat gigi dan tak lupa setelah itu niat berpuasa. dan tak terasa adzan subuh sudah mulai berkumandang akupun segera mengambil air wudhu dan sholat subuh.
Setelah sholat lalu aku berdo’a
“Ya Allah, dalam masalah yang terjadi antara hamba dan orang tua hamba memang hamba yang salah, ya Allah hamba juga tahu Orang berpuasa tidak akan diterima puasanya jika belum meminta maaf kepada kedua orang tuanya, tapi hamba tidak memiliki keberanian dan hamba pun malu untuk meminta maaf kepada kedua orang tua hamba atas segala kesalahan yang hamba buat, ya allah ampunilah dosaku dan terimalah puasa dan ibadah hamba ya allah semata-mata karena untuk menggapai ridhomu ya allah, dan semoga kedua orang tua hamba sudah memaafkan segala kesalahan hamba ya allah. Amin.”
Tak terasa matahari kini mulai terbit  lalu aku bersiap-siap untuk pulang ke rumahku dan kebetulan hari ini adalah hari jum’at toko laundry tempat ku bekerja tutup. Sesampainya di rumah keadaan di rumah seperti biasa, tetapi rasa bersalah ku kepada kedua orang tuaku selalu menganjal di hatiku, sementara itu aku masih belum punya keberanian untuk meminta maaf kepada kedua orang tuaku tapi aku berharap semoga  kedua orang tuaku sudah memaafkan kesahanku. amin
***
Saat tiba waktunya berbuka puasa, aku sungguh menikmati saat berbuka puasa dengan keluarga dan terasa lebih istimewa padahal sebelumnya aku tidak merasa berbuka bersama keluarga itu menyenangkan, tetapi setelah apa yang kurasakan kemarin. Kini tak ada lagi susana sepi seperti kemarin saat berbuka puasa maupun sahur. Dan dihatiku akupun mengucapkan rasa syukurku kepada allah.
“Terima kasih ya allah engkau telah memberi keluarga yang tanpa hamba sadari keluarga hamba begitu indah dan juga terima kasih kerena sudah mempertemukan hamba dan keluarga hamba di bulan ramadhan tahun ini, semoga Ramadhan tahun ini membawa berkah untuk kami semua dan semoga Ramadhan tahun ini bukanlah bulan ramdhan terakhir bagi keluarga kami ya allah. Amin.

Komentar

share!