Malam Indah Sheila




Karya:  shofiyaas

Denting waktu berjalan dengan iramanya bergerak mendekati angka delapan. Burung – burung berkicau riang berkejar – kejaran. Semburat sinar matahari menerpa wajah polos gadis berusia tujuh tahun yang sedang bermimpi indah. Ah, mimpi indah? Tidak juga. Gadis itu sekedar menutup mata lebih tepatnya. Ia tidak kenal apa itu mimpi indah. Kenapa ia hanya menutup matanya? Karena ia selalu takut untuk terlelap. Padahal segerombolan bintang di langit – langit kamar selalu setia menemaninya untuk tidur berharap gadis cantik ini akan selalu mendapat mimpi yang indah. Tapi hal itu tidak akan berpengaruh sama sekali.


Karena tak ingin berlama – lama di atas ranjang, ia segera bangun, menyeret kursi ke depan meja kemudian duduk. Si gadis memandangi wajahnya di kaca. Rasanya kantung matanya semakin besar saja. Lingkaran hitam semakin lebar mengelilingi mata cantik yang  kelihatan sayu. Terdengar seorang wanita separuh baya memanggil nama putrinya dari luar sambil mengetok pintu lalu membukanya.
“Selamat pagi, sayang.” Sapa Bunda. Sheila masih terpaku memandang wajahnya sendiri di depan kaca. “Sayang, Sheila terjaga lagi?”
Bunda tahu apa yang dirasakan anaknya sejak dulu. Putri cantiknya tidak pernah bisa tidur terlelap. Ia selalu mendapat mimpi buruk di setiap tidurnya. Karena itulah, Sheila memilih untuk tidak tidur daripada bermimpi hal – hal yang sangat menakutkan.
“Cobalah ke luar, sayang. Bergabunglah dengan anak anak yang lain. Nanti sore, kita takjil ke Masjid, ya?” Bunda selalu mengatakan hal itu padanya. Tetapi Sheila tetap bersikeras tidak mau keluar walau hanya untuk menyapa satu dua orang saja. Ia selalu takut untuk pergi ke luar rumah. Bayang – bayang mimpi buruk selalu menghantuinya kemana pun ia pergi. Dan Sheila tak ingin mengambil resiko bila hal itu terjadi saat sedang di luar rumah.
Sheila belajar mengaji di rumah dibimbing oleh Ayah dan Bunda sendiri. Tak pernah ke luar rumah hanya untuk pergi TPA. Untuk sholat tarawih pun, keluarga mereka melaksanakannya di rumah. Selalu seperti itu dari  tahun ke tahun. Tak ada yang istimewa dalam hidup Sheila.
Hingga sampai pada malam dua puluh satu, Sheila bisa terlelap dalam tidurnya. Namun, baru saja sepuluh menit tertidur, wajahnya sudah menampakkan ekspresi ketakutan. Sheila berteriak tak karuan. Ketika sudah sampai klimaksnya, Ia terbangun. Segera membaca do’a pada Allah agar selalu diberi perlindungan. Kembali ia berbaring dan langsung menarik selimut. Matanya mengerjap beberapa kali karena menahan kantuk. Ia tidak ingin tidur sekarang. Dibukanya gorden dan jendela kamarnya yang menghadap Masjid kompleks perumahan. Di situ, ia melihat seorang remaja laki – laki yang sedang berjalan menuju rumah Allah lengkap dengan sarung, kopyah, dan sajadahnya.
“Ngapain kakak itu ke Masjid ya? Jam berapa ini?” Sheila melihat jam yang baru menunjukkan pukul dua pagi. Ia berniat bertanya pada Ayah Bundanya nanti.
Tangan mungil Sheila bersalaman dengan Ayah disusul Bunda selepas berjama’ah sholat Shubuh. Seketika ia teringat pertanyaannya tadi.
“Ayah, Bunda. Tadi malam Sheila liat ada kakak kakak yang jalan ke Masjid.”
Kedua orang tua itu menoleh pada putri kesayangannya, “Lalu?”
“Untuk apa kakak itu berjalan ke Masjid, Yah, Bun?”
Ayah tersenyum mendengar pertanyaan tersebut. “Besok pagi ikut Ayah ke Masjid ya!” ajaknya. Entah kenapa, Sheila langsung menerima ajakan Ayah. Bunda dan Ayah saling tatap tak percaya.
Seperti yang dijanjikan kemarin, Sheila dan Ayah sudah ada di Masjid sekarang ini. Di depan tadi, Ayah sempat mengobrol sebentar dengan kakak yang dilihat Sheila.
“Sheila sekarang kita bareng bareng sholat tahajud dulu, ya. Kata Ayah.
Seusai sholat, Sheila melipat mukenanya dengan rapi, bergegas menghampiri sang Ayah yang sedang duduk di depan Masjid bersama kakak malam itu.
“Halo, Sheila. Sudah selesai berdo’anya?” Sapa kakak laki laki padanya. Sheila tampak tersenyum malu – malu. “Sheila tahu, tadi kita sholat apa? Mau dengar cerita dari kakak?” Anak kesayangan Ayah Bunda mengangguk antusias.
“Ayah pulang dulu ya, sayang. Ayah mau bantuin Bunda siapin makanan sahur. Nanti Kak Helmy akan mengantarmu pulang.” Pamit Ayah yang ternyata tak digubris oleh anaknya. Ayah tertawa kaget kemudian menyerahkan anaknya pada Helmy.
Helmy membenahi duduknya. “Sholat tahajud kita tadi bukan sholat tahajud biasa.”
Helmy tampak sedang menerangkan semuanya tentang apa malam Lailatul Qodar itu, dan kenapa kita sebagai umat Islam sudah sepatutnya berlomba – lomba mendapatkannya. Cerita itu bergitu menarik di telinga Sheila. Gadis cantik tanpa sadar sudah bisa sedikit tersenyum dengan orang selain keluarganya. Wajahnya terlihat cerah pagi ini. Penjelasan dari laki – laki tersebut sudah cukup membuatnya puas. Sekarang ia mengerti inti dari bulan Ramadhan. Ada bagian cerita yang paling disukai Sheila.
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِإِيْمَاناًوَاحْتِسَاباً،غُفِرَلَهُ مَاتَقَدَّمُ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa menegakkan shalat pada malam Lailatul Qadr atas dorongan iman dan mengharap balasan (dari Allah), diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu”. (H.R Al Bukhari no.1768, An Nasa’i no. 2164, Ahmad no. 8222)
”Bunda, nanti Sheila mau sholat malam terus.”
“Bunda, nanti Sheila mau ikut takjil di Masjid.”
“Bunda, nanti Sheila mau tarawih di Masjid.”
Akhirnya semua kata – kata itu muncul dari Sheila sendiri. Dalam waktu sehari, ia mendapat pengalaman yang sangat menyenangkan. Karena banyak teman baru, dan ia tak perlu lagi mendekam di dalam rumah. Semua hal tidak terduga terjadi pada bulan Ramadhan ini. Sungguh, penuh berkah. Satu hal lagi yang membuat keluarga kecil itu bahagia terutama pada gadis cantik Sheila. Malamnya, dan malam – malam berikutnya, Sheila selalu terlelap dalam tidurnya dengan bibir tipis yang tersenyum cantik terbenam dalam mimpi indahnya. Ya, mimpi indah.   
Tamat

Komentar

  1. Balasan
    1. Terimakasih sudah mau membaca :) semoga menginspirasi :)

      Hapus
  2. Balasan
    1. Terimakasih sudah mau membaca :) semoga mengispirasi :)

      Hapus
  3. pengalaman rohani adalah pendidikan yang paling efektif

    BalasHapus
  4. bisa menjadi tauladan, kerrreeen!!!!!!!!!!!!!!!!!

    BalasHapus

Posting Komentar

Silakan berkomentar :)

share!