LAMPION | Part 1

Ilustrasi karya Waskito Widya, hak cipta sepenuhnya milik ilustrator


Karya: April Cahaya

S
udah hampir satu tahun aku tercatat sebagai mahasiswa di Universitas Negeri Semarang. Aku bukanlah mahasiswa perantauan, karena aku memang asli Semarang. Mengambil S1 Akuntansi, mengharuskan aku benar-benar berkutat dengan angka-angka ribuan bahkan triliun rupiah tapi dalam bentuk angka.
Ternyata begini ya rasanya menjadi seorang mahasiswa,selalu disibukkan dengan tugas-tugas yang menggunung dari dosen-dosen pengajar. Ingatlah hidup mahasiswa tak seindah cerita-cerita FTV. Yang kehidupannya hanya masalah percintaan mulu. Heh itu salah besar, beneran.

Tiap malam aku selalu begadang berkutat di depan laptop untuk menyelesaikan semua tugas-tugas ini. Kalau biasanya untuk mengusir kantuk yang menyerang kebanyakan orang akan memilih kopi sebagai penangkalnya, aku tidak. Karena aku ada sedikit masalah dengan lambungku, jadi sebisa mungkin aku menghindari konsumsi kopi.
Aku lebih memilih permen sebagai penangkal rasa kantuk, terutama lollipop. Aku ini bisa dibilang maniak lollipop. Jangan heran jika kalian bisa menemukan bermacam-macam lollipop di tas kuliahku atau tasku yang lain.
Tak jarang juga yang menjulukiku bocah, bodo amat lah. Lollipop kan bukan cuma anak kecil yang bisa menikmatinya. Dan anehnya aku tidak pernah memiliki permasalahan dengan gigiku. Bersyukur aja deh.
Kini aku sedang berada di salah satu bangku kantin menikmati kesendirian menonton anime kesukaanku Kuroko No Basket. Asal kalian tahu aku payah dalam hal olahraga, bahkan guru olahraga disaat aku SMA sampai hafal denganku. Bukan karena aku jago olahraga melainkan aku paling payah di pelajaran itu.
Jujur, aku suka basket. Meski aku payah dalam berolahraga untuk urusan mendrible bola basket dan melakukan sedikit dunk aku masih bisa. Walaupun aku suka basket aku tidak sampai terobsesi banget lhoh, kenyataannya aku tidak mengikuti ekskul basket.
Sebuah headphone bertengger di kedua telingaku yang tertutup jilbab berwarna merah marun. Jika tidak menggunakan headset mungkin aku tidak bisa menikmati apa yang aku tonton.
Aku mengeluarkan sebungkus lollipop rasa stowberry dari dalam tas ku dan menyumpalkannya di dalam mulutku. Tiba-tiba kurasakan tepukan dibahu kananku.
“Hey, Netta. Asyik banget sih sampai lupa sekitar??,”Rana meletakkan tasnya di meja dan melongok melihat apa yang sedang jadi pusat perhatianku sejak tadi.
“Hehehhe, ya tau sendrilah Na. Lagi seru nih pertandingan SMA Seirin melawan SMA Rakuzan.”jawabku kemudian kembali fokus ke laptopku.
“Heh tau deh, aku nggak ngerti kamu ngomong apa. Ora mudeng.”kata Rana mengibas-ngibaskan tangannya di depan mukanya sendiri.
Aku cuman bisa nyengir muka polos di depan Rana. Aku maniak anime, bahkan penyimpananku di laptop 70% adalah video anime dan sisanya baru file kuliah. Rana aja sampai geleng-geleng kepala melihatku. Jangan salahkan aku jika aku bisa  menghabiskan waktu seharian dengan menonton anime. Karena aku benar-benar menyukai anime.
“Oh ya Net, bulan Mei nanti ikut aku ya pergi ke festival.”celetuk Rana saat aku fokus-fokusnya nonton.
“Eh kapan?? Sama siapa?? Dimana?,”aku menoleh ke Rana dan meng-klik tombol pause pada video yang aku putar.
“Besok tanggal 31 Mei hari Minggu, tapi nanti kita kesananya pas festival lampion aja. Gimana?,”tanya Rana dengan wajah memelas seperti memintaku menyetujui ajakannya.
“Bisa nggak ya Na?? Soalnya akhir-akhir ini tugasku bener-bener numpuk. Kamu kan bukan anak Fakultas Ekonomi kayak aku Na.”aku sedikit memanyunkan bibirku. “Bisa nggak ya?,”batinku. Sebenarya aku mau sih tapi banyak banget tugasku dan ini harus dikumpulin awal Juni.
“Ayolah Net, jarang-jarang kan kamu seneng-seneng dikit gitulah biar nggak stress berkelanjutan. Nah itu nonton anime aja sempet kok,”bujuk Rana masih memasang tampang memohon.
“Yeee, ini kan nonton anime buat refresing.”kataku sambil menakan tombol shutdown laptopku dan melepas headphoneku yang masih nagkring di kepalaku.
“Ya ini termasuk sejenis itulah, refresing. Ya ya ya, please ???.”
“Yaudah deh.”jawabku pasrah akhirnya luluh dengan bujukan Rana.
“Yes, gitu dong. Nanti ada Edo juga  yang bakal nemenin kita.”Rana terlihat sumringah dan bersemangat saat aku sudah memutuskan ikut dengannya ke festival.
“Nah lhoh, aku jadi obat nyamuk dong. Situ enak-enakan pacaran lha aku jadi anak terlantar. Ck.,”Rana malah cengengesan sendiri.
“Tenang aja kok, kayaknya nanti Edo bawa pasukannya eh nggak pasukan sih dia bawa temennya. So, kamu nggak sendirian kok Netta sayaaangggg.”bujuk Rana lagi dengan wajah yang dibuat sok imut.
“Oke aja deh,”jawabku pasrah lagi. Aku mulai memasukkan laptop dan headphoneku ke dalam tas ransel yang aku bawa.
“Okay okay!! Nanti aku bbm lagi deh Net mau janjian dimana atau kalau nggak nanti aku dan Edo Cs jemput  di rumahmu. Aku pergi dulu ya ada kelas jurnalistik. Bye bye Nettaku sayang.”Rana segera berlalu setelah berhasil mencubit pipi chubbyku. Selalu deh selalu kebiasaannya nyubit pipiku tidak pernah sembuh.
--00—

Bersambung ....

Komentar

share!