Kapok deh ah!




Karya:  Bela Mulia Wati

Kulihat dengan seksama,perlahan... .Mataku menjurus lekat pada jam yang melingkar pada tangan kiriku... tigaa...dua,....satuu... dan.. kringgg...... yes ini lah yang kutunggu, suara yang akan menggema diseluruh kelas yang menyerukan istirahat dengan aksen yang khas.Siang itu pukul 12.00, setelah pelajaran yang malas aku pelajari lebih bukan karena gurunya atau mungkin pelajarannya, lebih kepada diriku aja yang tidak berniat dengan pelajaran yang berkutat dengan angka dan rumus-rumus gaya dan sebagainya itu.
Aku memutuskan untuk pergi ke XI MIA 4,aku akan menemui seorang teman baikku untuk meminjam novel. Kuturuni tangga tangga kelas sebelas itu dan sampailah aku di kelas temanku yang baik hatinya yang akan kupinjami novelnya.



“eh Mit,novel yang aku mau pinjam kamu bawain kan? Ku duduk di bangku yang entah siapa pemiliknya tapi itu sumpah deh rapi banget.
“oh iya pi, lupa aku hehehe, kamu kerumahku aja deh sekalian ngabuburit’’ ucap temanku satu ini.
“ okesip,aku ke rumahmu sekitar jam 2an yaa Mit,sekalian ngembaliin komik mu. Eh kamu mau ikut aku ke mushola kagak?” aku bangkit dari tempat duduk super rapi itu dan ku tinggalan gumpalan tisu yang ku mainkan dari tadi,ya sekedar sebagai tanda kalau ada yang duduk dan sebagai rasa terima kasih ku telah mengingatkan tempat belajar siswa yang seharusnya.
***
“Assalamualaikum Mitaa......’’ panggilku tepat didepan rumah bewarna ungu itu,maklum ibunya penyuka segala hal yang berwarna ungu, dari band ungu hingga kartun Barney.
Tak lama setelah itu, Mita keluar rumah dan menyuruhku masuk. Aku masuk diikuti oleh  kucing besar bernama Melody kesayangan milik Mita, yang menurutku sudah obesitas, namun Mita mengelak tentang hal itu,menurutnya itu lucu.baiklah kalau begitu.
Aku masuk ke kamar Mita yang bewarna ungu itu dan kemudian duduk di karpet yang bewarna ungu pula.
“Mit ,aku nyalain ac ya?”izin ku sambil mengambil remot ac dan menyetelnya, lumayan buat ngadem, cuaca hari ini cukup panas meskipun sudah sore.
Aku melihat beberapa koleksi novel dan komik milik Mita sambil mencari novel yang ingin kubaca. Yaah memang Mita lebih modal daripada aku untuk membeli buku buku ini,paling tidak sebulan sekali ia membeli novel ataupun komik.
“Besok sudah libur sekolah nih pi,kamu ada acara apa gitu?ada bookfair loh ’’tanya Mita sambil menggendong kucing kesayangannya itu.
“Iya Mit besok libur, aku gak tau mau ngapain,tidur aja kali ya enakkk” jawab ku santai sambil bersantai di karpet empuk milik Mita.
“ah kamu,puasa mana boleh tidur terus, kamu katanya mau pinjam novelku”
“heheh gak jadi nanti aja Mit,mumpung libur aku mau tidur aja, lagian juga puasa,terus minggu ini cuacanya panas ,engga kayak minggu kemarin adem adem aja.Tidur kan juga ibadah,so...tidur is the best choice” ucapku yang sekarang memeluk guling dan boneka milik Mita.
“halah terserah kamu aja sudah Pi,....cup cup cup melody ku mau makan yaa” jawab Mita kemudian ia bergegas ke dapur untuk memberi makan si kucingnya itu.
***
BRAKKKK.........kaca dihadapanku pecah seketika,aku kaget setengah mati,mulutku bergetar tak bisa berucap apapun.Suasana saat itu gelap seketika gelap ,mataku tak dapat menembus cahaya apapun.
“ Haloo...rumahmu mati lampu ya mit? Gelap bangettt...Mitt” teriakku memanggil Mita setelah bibirku bisa berucap.
Namun,kurasa ini bukan mati lampu kerana ac masih hidup, ini dibuktikannya suasana yang dingin uhh...dinginnya menjadi jadi... Apakah suhu ac bisa sedingin ini?Apa mungkin saja ini ac keluaran terbaru.?...ah tak penting  tubuhku mulai menggigil dan tanganku i hampir membeku.
SREK...srekk.... Srek suara gesekan itu makin terasa semakin dekat,aku rasa suara tersebut dari pintu,semakin lama semakin mendekat ,aku tak tahu itu suara apa,sungguh ruangan ini gelap.Kakiku mendorong tubuhku untuk menjauh dari suara itu semakin jauh,namun suaru gesekan itu semakin mendekati .....uhhhhh sial, aku terjebak di sudut ruangan.
Mataku terbelalak dengan sumber cahaya yang mengagumkan itu,lebih tepatnya menyala dan menakutkan seperti sepasang mata yang menatapku dalam-dalam... bulat sempurna bewarna biru kehijauan layaknya sebuah batu permata,mata itu seperti menghipnotisku untuk menatapnya juga.Kaget,takut sekaligus bingung.Jenis makhluk apakah ini?Apakah itu seekor kucing?
Pertanyaanku terjawab ketika makhluk itu mengeluarkan suaranya....dan mengeram layaknya kucing, ya memang benar itu kucing... Apakah itu me..lo..dy..,tidak, melody adalah kucing imut nan manis tetapi obesitas,suka makan ikan dan susu kental manis.Ahh Cukup! pikiran macam apa ini,tidak penting di situasi yang membuat tubuhku kaku ini.
Mata bulat itu sekarang berada tepat dihadapanku ,tepat sekalidan aku takut.Sungguh, kucing ini besar sekali.Kucing itu mengeram di hadapanku dengan gaharnya,giliran mulutku yang kaku menganga.Ku coba untuk berbicaraa,ku gerakkan mulutku perlahan,nafasku mulai berat, mulutku mengeluarkan uap
“To..lo..ng ja..nga..n ma.ka..n sa.yaa “ ucapku terbata-bata
rrrrr....errr.....ERRRRRR kucing itu mengeram dan terlihat mengeluarkan cakarnyaa yang mengilap..
Percayalah,saat ini adalah saat dimana diriku paling mengingat mu Tuhan, kumohon bantuan Mu.Segala do’a kupanjatkan,oh god apakah ini akhir dari semuanya? Mati ditangan  dikaki seekor kucing?
Cakar itu tiba-tiba menyayat tanganku dengan cepat dan tak bisa kuhindari semua itu.. Arghhhh... Sakit..perih!!Kurasakan darah ini mengalir dari tanganku,tubuhku seperti melayang dan melayang jauhh menahan rasa sakitnya, perih dan dinginnya suhu saat ini. Mataku mulai redup,aku mulai kehabisan darah.Aku mencoba melebarkan mataku....
Aku tidak mau mati disini!
Tidak mau mati disini!
Tidak...
Tidak.......
TIDAK........
“Heh!!siapa juga yang mau kamu mati disini!sadar woyyy...,bangun udah sore bentar lagi buka puasaa....
Mataku mulai terbuka,aku bisa membuka mataku,tetapi terang sekali..apakah aku sudah di surga.....
HUAAAAAAAA,mataku terbelalak,kucing itu ada di depanku,tubuhku sontak bangun dan menjauh.Aku kaget!
“Apaan sih pi?bangun bangun kaget “ tanya Mita yang berada disampingku.
“Hah? Otakku belum berfungsi dengan benar, aku masih bingung dan melongo.
“Hahaha... Sadar woy,woyyy Opiii” ucap mita sambil mengalunkan tanganya di hadapanku.
Aku pun tersadar, ku hembuskan nafas dengan lega,sangat lega.
“Mit,aku masih hidup...masih hidup” ucapku kepada Mita yang wajahnya seketika bingung melihatku
“kamu ngigo ,pasti mimpi buruk nih” jawab Mita
“Hah?Apa? Mimpi? Kalau itu pun memang mimpi,sumpah itu mimpi bener-bener asli,aku beneran gaatau deh “ ucapku sambil mengembuskan nafas
“Yaudah ayo ke dapur,entar lagi buka puasa” ajak Mita bangkit dari duduknya
Aku mengangguk tanda setuju,kemudian mataku melihat seekor makhluk yang persis sekali dengan... ... kucingg....ituu.,oh tidakk!! tubuhku langsung berdiri dan menjauh,aku tak mau bertemu dengan mu lagi...
“eh kamu masih mimpi yaa? melody lucu begitu kamu takutin,sadar woyy” ucap Mita kemudian menggendong melody.
Otakku mulai bekerja dan berfikir jernih, kucing itu kucing biasa, seruan Mita menyadarkanku.Uh aku terlalu terbawa mimpi....
***
Malam ini aku akhirnya berbuka puasa dirumah Mita, untungnya Mita sudah menghubungi ibuku bila aku akan berbuka dirumahnya.Malam ini,aku dan Mita hanya berbuka berdua dirumahnya,karena orang tua Mita sedang ada buka bersama di kantor bapaknya. Ayam goreng dan sayur asem siap mengisi perut kami...
“eh pi,kamu tadi mimpi apaan sih,sampai buat kamu kayak gitu”
“Gak tau deh Mit,aku gak mau inget lagi,pokoknya serem.Sumpah serem pake banget” ucapku sambil menggigit ayam yang lezat itu.
“hahahha,makanya jangan tidur terus,tuh kan dikasih mimpi yang serem. Puasa kan bukan penghalang kita untuk kegiatan,harus semangat dong heheheh” ucap Mita yang kebetulan bijak.
“mmm...iya juga ya mit,jangan-jangan gara-gara aku mau tidur terus pas puasa makanya dikasih mimpi yang ngeri gitu”
“Bisa jadi,so besok kamu mau tidur aja dirumah nih?hihihi”tanya Mita
“NO WAY”

Komentar

share!