JOYAS UNTUK PADRES




Karya:  Azzukhruf

"En mi opinion, Reglas del genero novela romantica y linguistica so correctos" Tuturku.
(Menurut saya, Novem i i bergenre romantis dan kaidah kebahasaannya sudah benar)
"Claro?"  Sahut Dosen.
(Yakin?).
"Claro."  Ujaku dengan yakin.
(Yakin).
"Musicia Asma, Enhorabuena que pasaron y consiguiero  el titulo S.Pd" Jawab Dosen dengan senyum lebar.
(Musicia Asma, Selamat anda lulus dan mendapat gelar S.Pd)
"Alhamdulillah, Gracias Senor" Sahutku sambil sujud syukur.
(Terimakasih, tuan).




  Suasana sontak bahagia dan berderai air mata bagai ruangan ini diguyur hujan. Rasanya aku ingin teriak mengucapkan syukur pada-Mu dengan segala nikmat yang kau beri dibulan suci ini. Andai, padres ada disini langsung kupeluk mereka dan bilang aku lulus. Tapi sejenak kuingat akan rencanaku.
  Bulan suci ramadhan kali ini sangat membawa berkah bagiku. Mengapa tidak? Karena aku diberi banyak nikmad oleh Allah. Berhari-hari, berjam-jam, bermenit-menit dan berdetik-detik aku sangat menunggu momen ini dan gelar idamanku, sampai-sampat 3 kali ramadhan aku lewati dikosan dengan suasana dan makan seadanya, tapi alhamdulillah ramadhan yang tinggal 19 hari lagi akan aku lewati bersama padres dan yang lainnya.
  Langkahku begitu cepat melaju menghampiri loket kereta api, karena inilah yang paling membahagiakan aku akan pulang kampung. Karena takut kehabisan aku berani sedak-sedakan. Hampir 2 jam aku mengantri dan akhirnya kudapatkan tiket kereta api ini. Allah benar, tidak ada yang sia-sia, Allah melihat proses bukan hasil. Sepulang dari stasiun kereta api, tak lupa aku membuka diaryku dan melihat rencana mengenai joyas untuk padres.
  Ramadhan hari ke-12 ini aku pulang kampung, gerak-gerikku cepat memasuki kereta. Duduk tenang sembari mempersiapkan joyas. Ya joyas adalah perhiasan. Aku ingin padres bangga padaku. Sekilat kuingat, ternyata 5 hari lagi menuju ulang tahunku. Tersirat dipikiranku untuk memberikan joyas dan memberitahukan kabar gembira ini pada padres pada saat malam dimana besok ulang tahunku.
   Perjalanan menuju kampung halaman memakan waktu 10 jam. Uuh tak sabar hati ini ingin bertemu padres. Seketika aku menoleh ke kanan aku melihat, seorang lelaki sedang membaca buku kisah rasul. Melihat itu aku jadi ingan suatu hadis riwayat Abu Bakar Shidiq Ra yang berbunyi "Ya Allah letakkanlah dunia ditanganku dan jangan kau letakkan dunia dihatiku". Aku menyimpulkan, bahwa lelaki itu sedang memburu akhirat dan sudah meletakkan dunia ditangannya. Ya Rabb, andai aku dapat istiqamah dijalanMu seperti lelaki itu. Aku tahu dunia penuh dengan kefanaan, tapi kau selalu memberi kesempatan manusia untuk bertaubat padaNya. Seperti sekarang aku diberi kesempatan berbahagia di dunia dan dipertemukan kembali dengan ramadhan yang suci ini agar aku mengingat padaMu. Semoga saja kelak jodohku seperti lelaki itu yang lebih mengingat akhirat dibanding dunia.
  Masyaa Allah tak terasa sudah sampai di stasiun kampung halaman. Biasanya aku dijemput padres, tapi karena ini kejutan jadi aku harus naik angkutan umum untuk menuju rumah. Tepat didepan mataku ada angkot, alhamdulillah dipermudah lagi olehMu. Langsung aku naik dan tak lama angkot langsung melaju.
  1..2..3 Ku ucapkan salam dan ku ketuk pintu rumah. Sontak aku terkejut yang membuka pintu padres. Aaa aku langsung memeluknya dengan erat. Padres menanyakan banyak pertanyaan, kenapa kok ngga minta dijemput, kenapa kok ngga bilang mau pulang dll. Ah biasalah dimana-mana orangtua itu bawel cerewet hehe.
  Tak terasa sejak kedatangan ku kerumah satu jam lalu kini adzan magrib berkumandang. Kami sekeluarga berbuka, padres menyiapkan semuanya untuk ah terharu. Dilanjut pergi terawih bersama di masjid dekat rumah. Tetanggaku aneh melihatku ada disini karena maklum biasanya aku pulang saat lebaran.
  Empat hari sudah aku lewati ramadhan dirumah ini sangat quality time hehe. Malam ini aku harus mempersembahkan joyas untuk padres dan memberitahu bahwa aku sudah lulus mendapat gelar S.Pd. Aku akan sampaikan semuanya sepulang tsrawih hihi. Tak tahan lagi aku membendung perasaan bahagia ini.
  Malam hari tiba, aku meminta padres untuk menuju mushola rumah. Padres aneh dan bertanya-tanya ada apa sebenarnya. Aku diam saja karena takut keceplosan hihi. Tak lupa, joyas untuk padres aku persipakan. Padres sudah datang ke mushola.
"Padres, ada 2 hal yang ingin sici beritahukan" Ujarku.
"Iya Nak silahkan" Jawab padres.
"Padres, sici akan mempersembahkan joyas untuk padres" Kataku dengan senyum.
"Que? Joyas?" Padres.
"Dengarkan ya, yang pertama ini joyas untuk rasa syukurku karena ulang tahunku besok bertepatan dengan nuzulul quran" Kataku
Lantunan Q.S Al-Qadr (dengan berhati-hati aku membacakannya tanpa melihat Al-Quran).
بِسمِ اللَّهِ الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ
سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
"Yang kedua, ini akan kubacakan joyas untuk ibu. Ibu sangat menyukai Q.S Az-zukhruf. Karena itu aku akan membacakannya". Kataku
Lantunan Q.S Az-Zukhruf ayat 2-4 (dengan berhati-hati tanpa melihat Al-Quran).

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحيمحمحمٓ
2. وَٱلْكِتَٰبِ ٱلْمُبِينِ
3. إِنَّا جَعَلْنَٰهُ قُرْءَٰنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
4. وَإِنَّهُۥ فِىٓ أُمِّ ٱلْكِتَٰبِ لَدَيْنَا لَعَلِىٌّ حَكِيمٌ

"Yang ketiga, ini joyas ntuk ayah. Ayah menyuruhku akan sesuatu hal yg ada di Q.S An-Nur 31, aku akan membacakannya".
Lantunan Q.S An-Nur Ayat 31 (dengan berhati-hati tanpa melihat Al-Quran).

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

"Padresku, maksud aku membacakan ayat-ayat itu ialah karena malam dimana besok aku ulang tahun ini bertepatan dengan nuzulul quran. Nah, sici ingin umur sici kedepannya berkah dan dapat membanggakan ibu dan ayah. Surah yang kedua Az-zukhruf, Allah berfirman bahwa Allah menurunkan perhiasan yang kekal yaitu Al-Quran. Hadis lain juga banyak yang menyimpulkan, selain Al-Quran ada perhiasan atau joyas yang lebih indah dibandingkan Emas perak yaitu Anak sholeh dan Sholehah, nah Padres sici ingin selalu menjadi perhiasan bagi ibu dan ayah. Yang ketiga surah An-nur yang artinya cahaya, selain ingin menjadi cahaya bagi ibu dan ayah didunia maupun disurga, sici insya Allah akan istiqamah dengan hijab sici. Sici akan berada selalu dijalan Allah. Yang terakhir, Padres sici pada hari ke-10 ramadhan telah sidang untuk mendapatkan gelar S.Pd dalam bahasa spanyol, Alhamdulillah Sici berhasil menjawab pertanyaan dari dosen dan Sici mendapatkan gelar itu. Semoga yang sici lakukan ini membahagiakan bagi Padres Aaaamiiiin". Tuturku dengan air mata.
"Nak, Ibu sangat bangga nak ibu tak mampu berkata-kata lagi nak" Ujar Ibu sambil menangis
"Nak, Ayah bangga pada Musicia Asma anak ayah. Terimakasih nak sudah mendengar kata-kata dari Ayah. Semoga keinginanmu tercapai Aaamiiin" Jawab Ayahku.
"SELAMAT ULANG TAHUUUN KAK SICI" Sahut adik.
 "Masyaa Allah, de" Ujarku berderai air mata.

*Tamaat*

Komentar

share!