FAJAR DI TENGAH HUJAN




Karya:  Istianah

Bulan ramadhan yang penuh dengan rahmat dan barokah tentunya dijadikan kita sebagai umat muslim untuk berlomba-lomba memperbaiki kualitas diri, dalam artian kualitas diri disini bukan kualitas fisik semata melainkan kualitas diri ibadah kita kepada Allah SWT. Banyak banget orang yang mendadak taubat dan insyaf di bulan ini, Alhamdulillah sih kalau taubat dan insyafnya itu beneran dan bisa sampai seterusnya. Saya pribadi juga mengalami kalau bulan ramadhan membuat kita seolah sadar untuk bisa menjadi orang yang lebih baik, terutama dan paling utama adalah lebih baik dihadapannya yaitu Allah SWT . Dari diri pribadi biasanya ada dorongan yang membuat kita untuk bisa meningktakan kualitas ibadah kita kepada Allah SWT , seperti yang banyak dibilang sama orang kalau” Di Bulan Ramadhan kita harus bisa menjadi lebih baik dan menjalankan ibadah puasa dengan  ikhlas karena bulan puasa di bulan ramadhan yang kita temuin tahun ini belum tentu dapat kita jumpain lagi tahun depan, kalau umur siapa yang tau?”. Ketika kita masih dijinkan untuk melakukan sesuatu hal yang baik dan terbaik mengapa harus kita tunda.


Seperti halnya seorang pria yang sudah menduduki bangku kuliah semester 4 ini namanya adalah Fajar, dia kalau boleh dibilang salah seorang pria yang termasuk selalu senang hati kalau sudah menyambut datangnya ramadhan, dan sudah sangat senang kalau berpuasa di bulan ramadhan, setelah ditelusuri kenapa dia sangat begitu senang ketika bulan ramadhan senang ternyata kata dia adalah “ kenapa gue selalu senang di bulan ramadhan itu karena nama gue bro, nama guekan Fajar Ramadhan. Jadi setiap bulan ramadhan datang bawaan dari hati tuh, yah gitu senang terus, selain itu juga senang karena bisa main petasan haha nggak kalau yang sati itu bohong bro. Dan dibulan ramadhan gue jadiin juga sebagai ajang buat ngekurusin badan gue nih, yang katanya sih gemuk”.
Dia sangat senang kalau ada orang yang muji dia kalau “ Wihh Jar lo kurusan” nah kalau ada orang yang bilang gitu dia pasti selalu senang dan merasa pd menjalani hidup. Kadang suka nggak ngerti kenapa orang-orang yang di kasih kelebihan sama Allah SWT malah suka minder salah satunya yah si Fajar itu yang suka nggak percaya diri sama diri dia sendiri yang katanya punya kelebihan yaitu di berat badannya. Banyak yang bilang kalau Fajar itu ganteng, tapi sayang dia itu gemuk, kata Citra cewek yang sudah sangat lama Fajar suka. Terkadang orang suka nggak percaya diri hanya karena apa kata orang, bukan apa yang mereka rasain dan apa yang kata hati mereka bilang. Gara-gara Citra bilang hal seperti itu dia selalu menganggap dia itu 3G(Ganteng-Ganteng Gemuk), jangan salah loh orang gemuk identik dengan orang kaya, soalnya orang gemuk itukan doyan makan, nah yang namanya doyan makan pasti sering makan dan kalau beli makanan pastinya pakai uangkan, nah kalau sering makan berarti kita sering ngeluarin uangkan, berarti orang gemuk itu orang yang berduit hehehe.
Mungkin semua itu berawal dari Citra persoalan itu datang, padahal jelas-jelas survey membuktikan bahwa banyak yang bilang kalau Fajar itu badannya perfect dan sebagian kecil bilang kalau Fajar itu gemuk entah kelilipan apa matanya si Citra sampai-sampai berani-beraninya bilang kalau Fajar itu gendut. Fajar pernah mengungkapkan perasaannya ke Citra 2 Minggu sebelum Ramadhan, hal itu tidak lain karena Fajar memang sudah suka sama citra semenjak Fajar berteman dengan Citra di Kampus. Hal itu juga dikarenakan Fajar berharap kalau bulan puasanya itu istimewa, padahal jelas-jelas bulan ramdahan itu adalah bulan yang istimewa kalau lebih istimewa kita harus tingkatin ibadah kita seperti yang saya bilang sebelumnya. Fajar ingin ketika waktunya sahur, berbuka puasa ada yang mengucapkan selamat berbuka puasa sayang, selamat makan sahur beib, ah yang gitu-gitumah nggak usah ngarep dari Citra Jar, lo pantengin ajah acara-acara di tv kan banyak tuh artis-artis yang cantik yang suka ngucapin selamat berbuka dan selamat berpuasa.
Apa yang menjadi kenyataan tidak seperti yang dia harapkan, Citra tidak membalas perasaannya Fajar dan alasan itu karena dia itu gendut, mungkin alasan kenapa citra bilang kalau Fajar itu gendut karena Citra suka cowok yang kurus kering, jadi ketika melihat Fajar yang gagah seperti itu bilang kalau Fajar itu gemuk. Setelah memasuki bulan ramadhan dia awalnya berfikir ingin sekalian diet agar Citra bisa menerima dia, dan setelah puasa dia bakalan nembak Citra lagi. Padahal cinta itu bukan karena apa yang kita lihat berdasarkan fisik tapi sesuatu yang penting yang harus kita lihat adalah ketulusan orang yang mencintai kita.
Pada saat acara buka bersama yang di adakan di kelasnya, karena Fajar dan Citra itu satu kelas, jadi mereka datang dalam acara bukber itu, ada sesuatu hal yang membuat Fajar kaget, mungkin bukan hanya Fajar tapi teman satu kelas yang lainnya pun kaget melihatnya, apa yang membuat mereka kaget hal itu adalah bahwa pada acara itu Citra membawa pacarnya dan seperti apa yang sudah diduga bahwa apa yang menyebabkan Citra selalu bilang kalau Fajar itu gemuk Karena pada dasarnya Citra memang sukanya sama orang yang kurus kering, seperti pacar dia yang dia bawa saat acara buka bersama itu. Teman dekat fajar yang tau kalau Fajar pasti sakit hati melihatnya itu menghibur Fajar “ Jar lo pasti sakit hati kan ngelihatnya, nih gue sebagai teman yang baik pasti bakalan menghibur lo, Pok ame-ame belalang kupu-kupu siang makan nasi kalau malam minum cucu  hahaha” Hibur Dimas teman Fajar.
Bukan si Fajar malah seneng dihibur dia, malah keanehan ngelihat temannya, mungkin dia bertanya-tanya apa temannya itu sudah mulai nggak waras?. Fajar mulai terbiasa dengan keadaan dan kenyataan itu dan setelah pulang saat shalat dia sepertinya mulai tersadar bahwa apa yang dia lakukan selama ini untuk orang yang dia suka itu salah, bahkan gara-gara hal itu dia tidak percaya sama diri dia sendiri yang pada kenyataannya dia itu orang yang gagah dan ganteng hahaha. Dia mulai tersadar kalau cinta bukanlah untuk menjadi apa yang dia minta tapi cinta adalah bagaimana bisa menerimanya apa adanya, kata Fajar.
Hari demi hari berlalu dan Fajar mulai bisa melupakan kisah cintanya itu dan ia mulai lebih memperbaiki ibadahnya bukan memperbaiki kondisi fisiknya, apalagi hal itu sempat membuat ia sakit saat berpuasa hal itu karena dia terlalu menjaga pola makannya karena dia ingin diet. Allah selalu mendengar doa hamba-hambanya yang selalu memohon kepadanya dengan ikhlas dan Allah selalu memberikan yang terbaik untuk hambanya. Mungkin apa yang dialami Fajar adalah jawaban dari semua doa-doanya itu. Entah mimpi apa dia saat hendak berangkat ke musholla dia bertemu seorang gadis yang sangat anggun berjalan didepannya dan dia tentunya sangat terpesona melihatnya, seusai pulang dari musholla dia yang sedang duduk di dalam rumahnya terkaget dengan ucapan seseorang dari luar yang mengucap salam, dan setelah dibuka pintunya ternyata dia itu adalah perempuan yang membuat dia sekejap terpesona melihatnya tadi, perempuan itu tidak lain adalah Nissa yang sudah lama tidak Fajar temuin semenjak mereka berpisah berumur 12 tahun, karena orang tua Nissa yang berpisah jadi dia terpaksa harus ikut Ibunya tinggal di Semarang. Dia yang sedang berlibur akhirnya menyempatkan dirinya untuk berkunjung ke kampung kelahiran dia itu, dan saat itu dia ingin bersilaturahmi dengan Fajar dan keluarganya yang sudah sangat baik kepadanya ketika dia masih tinggal di Desa itu,. Nissa memang cewek yang baik dan sopan meskipun dia sudah lama tidak bertemu dengan teman-temannya dan orang-orang di desa itu dia masih tetap ramah kepada mereka apalagi kepada Fajar yang merupakan teman sekaligus sahabat dia dari kecil itu.
Mereka berdua menyempatkan diri untuk saling bercerita satu sama lain, Fajar yang suka bicara jujur kepada Nissa dia juga bercerita dengan salah satu cerita pahitnya yang belum lama ia alamin yaitu mengenai kisah cintanya itu. Nissa yang mendengar cerita itu langsung tertawa, karena setau Nissa orang seperti Fajar itu adalah orang yang selalu berusaha untuk mendapatkan sesuatu yang dia inginkan meskipun pada akhirnya terkadang usahanya itu sia-sia.
Saat Fajar keluar sore-sore lebih dikenal dengan ngabuburit dia yang lagi asyik mengendarai motor tiba-tiba berhenti sejenak karena melihat diarah yang berlawanan ada Nissa yang sedang bersepeda, di tempat lain dia juga melihat seorang nenek yang sedang berdiri di pinggir jalan dan nenek itu terlihat seperti ingin menyebrang, maksud hati Fajar ingin menunjukkan kedermawanan dia sebagai seorang pemuda supaya apa yang dia lakukan juga dapat dilihat oleh Nissa yang kebetulan ada di jalan saat itu. Bukan malah terlihat dermawan, Fajar malah terlihat seperti penculik nenek-nenek. Kenapa dibilang penculik nenek-nenek, yah karena Fajar menarik tangan Nenek itu dengan kasar karena dia memaksa ingin membantu nenek itu menyeberang, padahal nenek itu tidak butuh bantuan Fajar tersebut. Hal yang membuat nenek itu berdiri di samping jalan karena dia sedang menunggu anaknya, dan belum lama anaknya juga nongol, nenek itu langsung saja mengadu dan Nissa pun melihat apa yang terjadi saat itu, tapi dia cuman nyengir melihat tingkah temannya itu.
“Mas anda itu gimana sih, ganteng-ganteng tapi sukanya sama nenek, apa udah nggak laku mas ama yang muda-mudanya hadehh….” Ucap anak nenek itu dengan ekspresi marah. Belum juga Fajar menjelaskan malah sudah di semprot dengan omongan macam seperti itu.
Kedekatan mereka mulai terjalin lagi, mungkin Fajar mulai merasa ada yang beda mengenai perasaan dia kepada Nissa tapi apakah Nissa demikian entahlah hanya waktu yang bisa menjawab. Ketika dekat dengan Nissa dia tidak pernah memikirkan lagi dengan masalah gendut dan kurus yang dia fikir hanya satu bagaimana  dia itu menjadi seseorang yang shaleh untuk perempuan yang shalehah seperti Nissa itu.
Ketika malam seusai tarawih di mushollah  suara hujan terdengar sangat deras karena dia tidak membawa payung saat ia hendak ke musholla, jadi ketika dia pulang dia terpaksa menerobos hujan itu, karena jarak rumah Fajar dengan musholla itu cukup dekat, ada dua hal yang terpikirkan olehnya yang terfikir oleh dia, selain dia ingin mengambil payung untuk Ibunya agar pulang tidak kehujanan, dia juga akan mengambil payung untuk Nissa.
Ditengah hujan yang deras dia tersenyum ketika dia berhasil membuat wanita yang ia suka tersenyum kepadanya atas apa yang dia lakukan, di tengah hujan dia berfikir bahwa menjadi sempurna tidaklah mungkin unuk dia yang kita sayang, tapi melakukan yang terbaik bisa kita usahakan buat dia yang kita sayang. Semoga perasaan Fajar ke Nissa berujung dengan indah seperti indahnya pelangi yang muncul setelah hujan  dan seperti indahnya ramadhan yang datangnya selalu di nanti-nanti. Amiin…

Komentar

share!