CERITA YANG SAMA TAPI SEBENARNYA BEDA




Karya:  Pyang


Hmmmm bau-bau ramadhan telah tercium, ciri khas yang paling utama ya ada band dadakan waktu sahur. Adzan magrib yang sebelumnya orang jengkel karna waktu main cepet banget, sekarang orang pada mondar-mandir lihat jam kapan adzan magrib terdengar? Arrrggghhh rasanya seperti di gantungin sama adzan magrib lihat jam kok masih jam 5 terus dihhh ternyata jam punyaku mati.


“pay, nanti sahur pertama masaknya apa ya?” seperti itulah pertanyaan mama setiap tahun tidak pernah berubah, entah itu ciri khas atau sekedar mengulang. Yang jelas aku sudah hafal dengan kata-kata itu. “entahlah ma pay juga enggak tahu” dan jawaban yang sama yang terulang setiap tahun.
Ramadhan tahun ini beda sama ramadhan tahun lalu, iyalah beda ramadhan tahun ini 2015 ramadan tahun lalu 2014 gimana sih! Ramadhan tahun lalu keluarga lengkap sebelum abang harus dinas keluar pulau kalau keluar angkasa repot mama sama ayah enggak bisa jenguk sulit nanti harus sewa roket dulu.
Tulit…tulit… tulit iya itu suara handphone mama, hp mama emang hp nokia keluaran baru tapi modelnya tetep aja enggak ada kameranya suka katanya sama hape yang kayak gitu. Kalau gini kasihan ayah, mama lebih suka hp daripada ayah hiks.. hiks.. hiks…
“pay siapa yang nelfon?”
“gak tau ma.. mungkin operator yang godain mama”
“diiihhh operator biasanya cuma sms mama pay, kaga pernah tuh telfon”
“eh.. eh… telfon dari bang Ben nih ma”
Tanpa menjawab perkataanku tadi mama langsung meloncat keluar dari dapur, hmm jangan di fikir mama yang udah tua enggak bisa loncat-loncat ya.. dia dulu mantan atlet loncat harimau loh! Mungkin sekarang mama belum move on dari mantannya itu mangkanya sekarang dia sering ngelampiasin itu semua dengan loncat-loncat di rumah.
“hallo ben hallo” ucap mama sambil mendekatkan hp ke kupingnya
Lama aku nunggu telfonan mama sama bang ben, karena nganggur aku makan kangkung mentah buat buka puasa nanti dengan muka bloon tetap ku makan kalau gini jadi berasa saudaraan sama kambing.
“hey pay, puasa itu barang mentah di makan” ucap mama tiba-tiba sembari memukul punggungku
“ahhh mama gak asyik kalau ngingetin habis pay minum dong! Tadi ngobrol apa sama bang ben”
“itu abangmu lebaran kaga pulang” jawab mama
“oh kaga pulang ya?” jawabku lanjut makan kangkung
Ketika hari mulai malam terdengar suara burung hantu, suaranya kaga merdu tuh…! Hari demi hari lewat tanpa permisi. Rasanya rumah begitu kosong tanpa kejailan abang beny yang selalu ganggu waktu tidurku, mana pernah menyangka kalau ada lebaran terlewati tanpa abang yang paling resek.
Lebaran tahun ini tidak ada yang beda seperti air dalam gelas yang tak seorang pun menyentuhnya. Maka isi di dalamnya pun tetap sama, kecuali kucing menyenggol maka berubahlah semua. Aku tidak mengerti mengapa lebaran dari tahun ke tahun yang ku lewati rasanya sama saja , sama-sama menyakitkan lihat status mantan “tahun ini masih barengan sama kamu makasih ya sayang :*”
Hari ini , hari esok pasti akan ada misteri yang menyelimuti setiap detik berjalannya waktu. Bukan cerita yang begitu menyenangkan tapi kurasa cukup untuk menciptakan senyuman di bibir meski hanya goresan kecil. Sebelumnya aku tidak pernah menyangka cerita ini akan terjadi pada lebaran tahun ini, kalau di Tanya mengharapkan atau tidak jelas aku tidak bisa menjawab, karena aku tak tahu menginginkannya atau mungkin aku lebih tidak mengharapkannya.
Yah aku tidak menduga bahwa lebaran tahun ini aku dapat coklat banyak dari para mantan, terus dapat mawar merah lagi. Coklatnya sih jelas suka, kenapa aku di beri mawar merah ini sulit. Apa mereka pengen ngajak aku balikkan yah…!!!!!! jadi GR kalau kaya gini. Bukan-bukan itu yang menjadi duaaaaaarrrnya lebaran tahun ini ini semua sulit tapi mau gak mau ya harus di jalani.
3 tahun sejak aku kelas 2 SMP ngefans banget sama yang namanya stand up comedy rasanya bagai materi stand up tanpa punchline kalau belum ketemu sama comica pro, ini buat aku dilemma arrrrggggghhh god please help me 2015 temuin aku dengan Rahmet syukur-syukur kalau Rahmet ngajakin aku jadian. Itu do’a yang selalu dan selalu aku ungkapin agar terwujud
Siang itu…
“mama..mama ke Jakarta yok!” tanyaku pada mama yang sibuk  memotong tanaman depan rumah.
“ngapain, cari rosokkan? Koran yang habis di pakai orang sholat id?” jawab mama memang jokes-jokes biasa kita gunakan dalam percakapan sehari-hari..
“mama bukan pay mau ke balai kartini buat liat rahmet”  jawabku dengan nada manja
Mama tidak lagi menjawab ucapanku, denganwajah murung ku angkut tas dengan beberapa potong baju ke punggungku. Memecah ayam yang ada di kamar untuk ongkos pergi ke Jakarta.
“heh…!!! Mau kemana?” teriak ayah yang tengah menikmati kopi sore di depan rumah.
“ke Jakarta” jawabku singkat
Situasi begitu cepat berganti, amarah mama dan ayah bergelanyut melewati telingaku. Aku hanya ingin bertemu seseorang yang sangat-sangat aku harapkan, sunyi senyap hari-hari setelah amarah ayah dan mama yang sebelumnya tak pernah ku dengar. Mungkin aku memang salah terlalu keras kepala, terlalu memaksakan kehendak untuk melakukan sesuatu yang mungkin hal itu merugikan diriku sendiri.
Hingga lebaran tiba ayah dan mama tetap diam, merampas kunci motor, handphone bahkan laptopku pun telah ada dalam genggamannya. Lebaran tahun ini hening benar-benar hening
“ayah, mama maafin pay yang keras kepala” ucapku sembari tertunduk di depan mama dan ayah.
Mereka tetap diam tanpa menjawab ucapanku tiba-tiba ayah menaruh handphoneku di atas meja dan memberikan secarik kertas. Ku ambil kertas itu dan aku baca “meet and great dan show comica pro arrrrrrrrrrrggggghhhhhhh ayah tahu darimana?” tanyaku sangat antusias kepada ayah
“kan yang punya resto temen ayah kemarin ayah di kasih tahu kalo ada acara stand up , stand up itu”
Enggak pernah nyangka, kalau ketemu bakalan secepat itu ketemu sama idola. Kesabaran kayaknya bakalan jadi kunci utama menuju hal yang terindah.

Komentar

share!