Berlari di bulan ramadhan





Karya:  Elis Komalasari

Perasaan senang dan takut aku rasakan seusai uas semester 2, aku senang karena perkuliahan semester 2 ku telah usai dan aku takut apabila aku mendapatkan IP di bawah 2.75. sebenarnya ip dibawah 2.75 bukan hal yang masalah bagi beberapa mahasiswa, tetapi itu adalah hal yang sangat patal untuk ku, mengapa ?? karena apabila ip yang aku dapatkan dibawah 2.75 maka beasiswa sampai s1 yang aku dapatkan akan dicabut, dan aku harus kuliah dengan biaya sendiri. Semester 1 aku mendapatkan ip yang cukup memuaskan, walaupun tidak sempurna. Tetapi untuk semester 2 aku dilanda keraguan karena mata kuliah di semester ini cukup sulit, ada dua mata kuliah yang membuat aku ragu karena apabila dua mata kuliah ini mendapat nilai c atau d aku akan mendapat nilai dibawah 2.75, hal ini karena dua mata kuliah ini memiliki sks yang sangat besar.


Saat liburan tidak sabar melihat nilai semester 2 ku di tanggal 27 juni, selama menunggu aku rasa khawatir dan cemas melanda diriku. Aku takut kalau nanti ip ku rendah, selama menanti sampai tanggal 27 juni aku berniat mencari perguruan tinggi swasta yang terakreditasi dan ada kelas karyawannya. Ya, rencananya aku ingin mengambil kelas eksekutif, agar aku bisa kuliah sambil kerja, aku mencari-cari informasi dari teman dan internet PTS dengan jurusan akuntansi yang terakreditasi, aku berniat mengambil akuntansi karena aku suka dengan hitung-hitungan.
Hampir 3 hari aku mencari informasi, akhirnya aku mendapatkan informasi PTS di Bekasi dengan jurusan akuntansi yang terakreditasi b dari salah satu teman SMA ku. Keesokan harinya aku berangkat ke PTS tersebut, aku menuju keresepsionis dan bertanya kepada bagan resepsionisnya,
“permisi mba apakah disini masih menerima mahasiswa baru ?”
 “oh masih de, tetapi kalau ade mau sekolah disini ade masuk gelombang tiga”
“gelombang 3 ya mba, tetapi di media masa gelombang 2 masih dibuka sampai dua hari yang akan datang mba “
“iya itu memang benar, tetapi untuk kelas eksekutif/karyawan sudah penuh de”
“oh gitu ya mba, mba boleh minta no ponsel mba ?”
“oh iya ini nomor saya, dan ini brosur mengenai biaya perkuliahan disini”
“iya, trimakasih ya mba”
“sama-sama de”
“permisi”
Waktu sudah menunjukkan pukul 3, akupun pulang dengan brosur yang aku dapatkan dari mba resepsionis yang aku temui. Aku berniat untuk mendaftar dua minggu yang akan datang karna aku belum mempunyai uang, aku tidak berani untuk meminta uang kepada kedua orang tua.
Seusai sholat ashar, aku berniat untuk mencari pekerjaan. Hal yang pertama kali aku lakukan adalah mencari lowongan pekerjaan di internet, karena di internet kita bisa mendapat informasi yang banyak dan sangat luas. Aku mendapatkan informasi lowongan pekerjaan yang cukup banyak, mulai dari perusahaan dengan gaji keci sampai gaji yang besar, aku mencari pekerjaan sebagai operator produksi.
Setelah mendapatkan informasi perusahaan yang sedang membutuhkan karyawan, aku membaca persyaratan yang harus dipenuhi sebagai operator produksi. Hampir semua persyaratan aku memenuhinya termasuk tinggi badan, karena tinggiku 156 yang merupakan batas ideal untuk karyawan wanita. Ada dua persyaratan yang belum aku punya, yaitu SKCK dan kartu kuning. Keduanya sangat penting untuk melamar pekerjaan. Keesokan harinya aku bersama mamah bergegas ke polsek sukatani untuk membuat SKCK dan kartu kuning, sebelumnya aku membuat surat pengantar dari desa.
sesampainya dipolsek, aku hanya membawa izajah dan surat pengantar. Ternyata tidak bisa membuat skck hanya dengan izajah dan surat pengantar. Tetapi ada beberapa persyaratan lagi yang harus dipenuhi. Antara lain foto 4x6 tiga lembar, akte kelahiran, dan foto copy akte kelahiran. Aku pun kembali kerumah dan meninggalkan mamah di polsek sukatani, sesampai dirumah aku menyiapkan berkas yang akan dibawa, ternyata aku belum mencuci foto ukura 4x6 dan belum fotocopy akte kelahiran.
Aku tidak mempunyai uang sama sekali, dan dirumah tidak ada siapa-siapa. Aku bigung bagaimana aku harus fotocopy ini ?, akhirnya aku pergi kerumah temanku dan meminjam uang kepadanya.
“mer, kamu punya uang tidak ?”
“punya, km butuh buat apa ?”
“aku mau fotocopy dan cetak foto mer”
“oh ywdah nih aku ada uang dua puluh ribu, cukup gk ?”
“cukup ko mer, cukup banget”
“terimakasih ya “
“sama-sama”
Setelah itu aku pergi ke fotocopy, setelah semua persyaratan yang kurang selesai difoto copy dan di cetak, aku bergagas pergi kepolsek. Di tengah perjalan motor yang aku kendarai kehabisan bensin, untungnya sahabatku emberi uang yang cukup banyak, jadi masih cukup untuk membeli bensin. aku pergi ke pom bensin, yang tidak terlalu auh dari polsek. Setelah itu aku bergegas ke polsek dan menyerahkan persyaratan yang kurang. Disana aku diberikan lima lembar kartas yang berisi pernyataan dan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan data pribadi dan pengalaman kejahatan.
Hampir lima menit aku mengisi pernyataan yang diberikan oleh penjaga loket di polsek. Setelah aku meyerahkannya, aku langsung diberikan skck yang sudah jadi. Setelah membuat skck aku membuat kartu kuning, tempat membuatnnya cukup jauh dari tempat kami. Terlebih lagi hari ini ada bulan ramadhan dimana aku dan mamah sedang berpuasa. Sepanjang perjalanan aku sempat mengeluh, karena aku sangat lelah. Waktu menunjukkan pukul 12.30 aku tiba di kantor camat cikarang barat, sesampainya disana aku diminta untuk menyerahkan fotcopy ktp, dan pas foto 3x4 satu lembar. Sekitar 3 menit kartu kuningku pun jadi, dengan membayar lima belas ribu rupiah. Saat keluar kantor aku cengar cengir sendiri ternyata kartu kuning yang dibutuhkan untuk melamar pekerjaan hanya berukuran setengah dari buku harianku. 
Setelah itu akupun pulang, pukul 2.30 aku tiba dirumah. Sesampainya dirumah aku memeriksa skck dan kartu kuning yang sudah aku buat, ternyata aku kaget melihat tulisan di skck yang aku buat. Sebelumnya aku meminta petugasnnya untuk membuatkan skck untuk melamar pekerjaan, tetapi aku dibuatkan skck untuk pindak ke Jakarta. Ya aku sempat kesal, tetapi akumencoba meredam kekesalan ku karna aku sedang puasa, kalau aku marah-marah gak jelas puasaku jd makruh.
Aku pun kembali ke polsek sukatani, dan memberitahukan kepada petugasnya
“permisi pak, maaf sebelumnya saya meminta bapak untuk membuatkan skck untuk melamar pekerjaan, tetapi skck yang saya dapat menunjukkan pernyataan untuk pindah ke Jakarta”
“boleh liat de !”
“oh ini pak”
“maaf ya de, td lupa saya ganti. Sebelum kamu ada orang lain yang membuat skck untuk pindah kejakarta, tadi  lupa saya ganti”
Beberapa menit kemudian skck ku pun jadi dan aku pulang kerumah. Sesampainya dirumah aku membuat lamaran pekerjaan untuk beberapa perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan. Setelah lowongan siap, aku menyimpannya dan menunggu hasil ip semester dua selama 5 hari.
Sudah lima hari aku menunggu, ternyata nilai ip semester dua yang aku dapatkan diatas 3, akupun senang tetapi pirasatku tentang dua mata kuliah yang membuat ku mendapatkan ip kecil kenyataan, tetapi aku bersyukur karna hanya satu dari dua mata kuliah tersebut yang mendapat nilai kecil yaitu C, untuk mata kuliah yang lain aku mendapat nilai A dan B.
Setelah mengetahui hal itu, aku bergegas menghubungi pihak kampus yang sebelumnya aku mencoba untuk kuliah di sana. Aku sangat bersyukur, setiap malam di bulan ramadhan aku berdoa kepada Allah SWT, aku meminta agar Allah memberikan jalan yang terbaik, karena aku sangat bingung harus bagaimana. Aku ingin terus sekolah agar kelak aku bisa membahagiakan kedua orang tua ku. Aku menangis dalam doa dan zikir yang aku ucapkan, aku bingung apa yang harus aku lakukan.
Hingga akhirnya aku mendapatkan ip yang cukup bagus, mungkin ini merupakan yang terbaik untuk ku. Setelah aku mengetahui hasil ip semester dua, aku dilanda kebingungan lagi. Karena, perkuliahan dimulai awal September, sedangkan sekarang masih bulan juni. Aku mempunyai waktu yang sangat panjang sebelum memulai perkuliahan. Akhirnya aku memutuskan untuk mencari pekeraan part time, aku mengcancel beberapa lamaran yang aku ajukan. Ahirnya aku jatuh pada dua pekerjaan yaitu sebagai Crew Store di dua perusahaan kecil, yaitu alfamart dan indomart.
Aku mencari informasi tentang dua perusahaan tersebut, ternyata untuk dua perusahaan tersebut tidak peru membuat lamaran. Senin malam aku menyiapkan semua berkas yang adiperlukan, seusai sholat traweh. Aku berangkat melamar pekerjaan dan tes pukul 4 pagi, karena no antrian yang diberikan terbatas. Aku bergagas menggunakan pakaian hitam putih dengan polesan pedak dan lipstick yang tidak terlalu mencolok. Dalam perjalanan aku selalu berdoa agar aku diberikan yang terbaik dan kamudahan dalam melaksanakan tes di pt alfamart.
Sesampainya di pt aku meminta no antrian ke pak satpam, aku mendapat nomor antrian 66. Tes dimulai pukul 8 pagi, selagi menunggu tes dimulai aku ngobrol dengan orang-orang yang juga mengikuti tes. Tes pun dimulai, aku merasa tegang dan malu karena hal ini merupakan hal yang pertama kali aku lakukan.
Penguji pun datang, tes pun dimulai. Tes terdiri dari empat sesi, yang pertama tes fisik, aku yakin untuk sesi pertama aku bisa lolos karena tinggi ku sudah memenuhi, mataku tidak minus. Ada beberapa pelamar yang tidak lolos karena fisik yang dimilikinya. sesi kedua adalah memperkenalkan diri dan memperagakan cara melayani konsumen, sesi tiga adalah tes matematika, untuk tes dua dan tiga Alhamdulillah aku lolos. Terakhir sesi empat, yaitu spikotes numerik. Tahap terakhir adalah tahap yang menentukan lolos atau tidaknya pelamar. Aku sangat senang karena sudah bisa mengikuti empat sesi. Hasil tes diumumkan seminggu kemudian.
Menunggu hasil tes, aku berpetualang ke daerah jababeka untuk mencari lowongan pekeraan part time. Di bawah teriknya sinar matahari, aku menghampiri satu demi satu perusahaan untuk sekedar bertanya apakah ada lowongan part time di perusahaan tersebut. Dalam kondisi sedang puasa aku berkeliling dari satu pt ke pt lain.
Ternyata tidak ada satupun perusahaan yang menerima pelamar untuk bekerja part time. Aku tidak menyerah, karena jalanku sudah ditentukan oleh Allah dan itu merupakan yang terbaik untukku. Seminggu pun berlalu, hasil tes pun diumumkan ternyata aku tidak lolos. Aku bingung apa yang kurang, aku sudah mengerjakan spikotes dengan maksimal. Ya, aku hanya bisa pasrah mungkin ini jalan yang terbaik. Kemudian hari demi hari, minggu demi minggu aku jalani dengan kegiatan dirumah. Aku memutuskan untuk tidak melamar pekerjaan lagi, karna yang aku lakukan sia-sia. Mungkin Allah inggin aku fokus belajar, fikirku saat aku sedang melamun.
Aku senang membuat kerajinan tangan, akhirnya untuk mengisi waktu liburan aku memutuskan untuk membuat kerajinan tangan dengan bahan benang wol. Aku membuat taplak meja, tas kecil, tempat posel, dan benda lain yang sekiranya aku bisa membuatnya. Setelah beberapa benda yang kubuat selesai aku menawarkan ke teman-teman kampus, mereka pun menyukai barang rajutan yang aku buat. Alhamdulillah teman kuliah ku banyak yang memesan tempat ponse kepada ku.
Aku sangat bersyukur dibulan ramadhan ini Allah SWT telah mengabulkan doa ku, aku mendapatkan pekeraan sampingan dengan membuat kerajinan tangan rajutan dari benang wol selama bulan ramadhan, tanpa menggannggu aktifitas ibadah ku dibulan ramadhan. Penghasilan yang aku dapatkan lumayan besar karena tidak hanya teman kuliah ku yang memesan kerajinan tangan ku, tetapi teman adik-adikku dan tetangga ku juga banyak yang memesan. Aku sangat bersyukur kedapa Allah disetiap sujudku, karena aku sudah mendapatkan pekeraan yang tidak menyita waktu dan dapat dilakukan kapan saja aku mau melakukannya.
Aku sangat senang mendapatkan penghasilan sendiri, tanpa mengganggu aktifitas ibadahku selama bulan ramadhan. Aku pun berniat untuk membelikan kedua adikku pakaian untuk dipakai saat lebaran. Walaupun aku sudah memiliki pekerjaan sampingan aku selalu meminta kepada Allah agar diberikan kemudahan dan jalan yang terbaik dalam menjalankan usaha baruku ini. Aku berniat membuat produk dengan bahan dasar lain seperti kain flannel dan bahan yang mudah dibentuk menjadi kerajinan tangan. Aku berharap dengan usaha baruku ini tidak mengganggu aktifitas perkuliahanku dan kelak aku mendapatkan beasiswa s2 di luar negeri.

Komentar

share!