Aku dan Timku




Karya:  Diah Rupiyati


“ Assalamu’alaikum mb dee, maaf mbk dee belum bisa berangkat kerja, soalnya motornya di pake bapak.. aku endak enak sama mbk dee, sering endak masuk, saya ijin ngundurin diri mbk, sabtu besok saya mau sowan ke mbk dee.. maaf bikin mbk sebel atau marah selama ini sering ijin.. wassalamu’alaikum “ . Sms dari salah satu adminku membuat pagi yang cerah menjadi mendung. Aku bertanya dalam hati, apa aku bikin salah sama dia ya ? atau jangan jangan dia dapat kerja baru yang lebih mumpuni, atau terlalu jauh rumahnya dari kantor ? seribu pertanyaan muncul begitu saja, karena selama ini dia tak punya salah, dan baik baik saja dalam bekerja. Hufh..... aku menghela nafas panjang, dan melirik jam di dinding kamarku, sudah jam 07.00 sebentar lagi anak anak yang lainnya datang. Baiklah aku siap siap buat menemui mereka di kantor  pagi ini dan mencoba bertanya kesalah satu karyawanku, berharap ada yang tau alasan ira keluar. 


Mbak fee, mbak yun, mbk dona, sini bentar ya, kami berkumpul di meja produksi bros pagi itu sebelum bekerja. Aku memberikan hp yang berisi sms dari ira ke karyawanku satu persatu untuk mereka baca. Fee yang juga admin, langsung tertunduk lemas, dan berkata aku jadi nggak semangat kerja, katanya sambil menundukkan kepala. Tapi kenapa alasannya nggak logis gitu. Seharusnya kan kalau memang karena sering ijin, bukankah dari awal masuk juga dia ijin kuliah di hari sabtu, masuk kerja cuma setengah hari. Entahlah... nada datar yang keluar dari mulut fee banyak maknanya, dia begitu sedih karena tidak punya patner kerja selama ramadhan dan sampai aku menemukan admin baru lagi. Aku mengerti perasaannya. Aku masih ingat betul saat pertama kali ira masuk dalam team kami. Ira yang juga suka dengan drama korea, dan sederet kesamaan hobi lainnya membuat fee benar benar semakin semangat dalam bekerja. Sindrom  berbau korea membuat mereka nyambung saat ngobrol.
Mbak yun angkat bicara, meh bodo kok metu ( mau lebaran kok keluar ). Alasannya cuma sepele kaya gitu lagi. Harusnya kan kalau soal ijin , bukankah semua juga di permudah. Kenapa musti keluar. Dengan nada yang sangat kecewa dan marah, mbak yun yang berada di bagian produksi cukup kesal, namun begitu selama bekerja dia juga sering dibantu sama ira. Mungkin bisa jadi rumahnya jauh mbk, dia melanjutkan bicaranya.
Mbak don, yang nama lengkapnya siti romadhonah, tidak angkat bicara, dia hanya tersenyum padaku. Matanya memberiku isyarat, kamu harus tetap tenang, dan tetap melanjutkan apa yang sudah kamu geluti.
Hari itu nuansa kantor sangat kaku sekali, kami kehilangan salah satu team kami.
Aku sebelumnya sudah pernah mengalami kehilangan karyawan yang selama ini sudah membantuku. Hal ini sudah menjadi resiko seorang wirausaha. Meski usaha pembuatan aksesoris jilbab milikku ini masih tergolong kecil, dan baru aku geluti selama tiga tahun terakhir ini, banyak pengalaman yang aku dapatkan. Entah pengalaman pahit atau manis, atau campuran antara pahit dan manis, semua sudah pernah aku rasakan.
“ Dee ada tamu... “ teriak kakakku dari lantai bawah, kantor yang berada di lantai dua, tepat di atas teras rumah tinggalku, sangat jelas sekali suaranya jika ada yang memanggil dari lantai bawah. “ Iyaa...siapa ya...” : jawabku. Aku mengambil kacamata minusku di meja ira, karena sejak pagi aku menghandle pekerjaannya ira jadi aku duduk di tempat ira bekerja biasanya. Sambil berjalan melewati lorong yang merupakan jalan tembus masuk rumahku menuju kantor, aku menuruni tangga dengan cepat cepat, aku bertanya dalam hati, aku tidak punya janji dengan siapapun. Ah sudahlah, aku temui saja dulu. Belum sampai habis tangga aku turuni, aku terhenti, ternyata wiwin, mantan karyawan produksi ku berkunjung.
“Ah.. kamu win “ sapaku padanya,
“ ada perlu apa... masuk masuk sini... , aku ajak dia ke kantor. Dia yang masih memakai baju hitam putih, jelas sekali habis melamar pekerjaan di perusahaan perusahaan, karena dia baru saja lulus sarjana ekonomi yang juga satu almamater denganku.
“Silahkan duduk..” kataku . Sama siapa kesininya ?? tanyaku tanpa basa basi. Karena aku juga kenal dia sebagai adek kelas yang satu organisasi denganku.
“Sama temen mbak..  “ jawabnya singkat. Sambil membuka tasnya, dia membawa amplop coklat khas amplop lamaran pekerjaan, tiba tiba dia sodorkan amplop itu padaku.
“ ini..kamu mau melamar sini lagi ? “ tanyaku sambil mengernyitkan dahi.
“ iya mbak, tadi aku ketemu nia di kampus, di bascame BAI ( badan amalan islam ) , kata nia, admin mbak ada yang resign. Jadi aku mau mencoba melamar lagi di tembat mbk dee, tapi bukan bagian produksi tapi admin “.
“oh.. gitu... sambil tersenyum aku terima amplop dari dia dan berkata, saya terima dulu ya lamaran pekerjaannya, saya kabari kalau sudah aku pelajari lamarannya “ .
 “ iya mbk.. “ jawabnya singkat. Kalau begitu saya pamit ya mbak. Saya tunggu kabar baiknya ya mbak.
“Iya, in sya Alloh.. “ kataku sambil menepuk bahunya dan mengantarkan dia sampai ke lantai bawah.
“ hati- hati di jalan ya.. “ sambil melambaikan tangan aku melepas kepergiannya.
Aku kembali masuk rumah dan menuju kantor, dalam hati aku senang. Ya Alloh... kau jawab sudah kesedihanku hari ini. Saat masih sampai di bibir  pintu kantor, fee, dona, dan juga yuni tersenyum dan berkata : “ Alloh langsung kasih gantinya mbak, serentak mereka bilang itu padaku. Dan aku tersenyum lebar dengan wajah berbinar. Alhamdulillah.
Janji Alloh tak pernah ingkar, Alloh datangkan kemudahan setelah kesulitan.
Siang itu, kantor tak lagi menjadi kaku seperti tadi pagi, seperti ada udara sejuk yang mengalir di nafas nafas kami berempat team honeybros.

Semarang, 02 juli 2015

Komentar

share!