Selamat Berlibur

Diikutsertakan dalam lomba menulis cerpen Unexpected Ramadhan 2015

Karya: Sukindar


Sungguh menggelitik ketika aku membaca headline pada koran paling ternama di dunia setan. Perspektif manusia mengenai kami dibulan yang akan datang membuatku ingin menangis saja, menangis karena tertawa hingga tak ada suara. Ah rupanya mereka masih belum mengerti, sambil kuseka air mata yang terus mengalir.
“Sebentar lagi kita semua akan di penjara!”



Tiba-tiba terdengar suara teriakan dari luar ruangan. Teriakan itu terang memaksaku untuk beranjak dari kursi, dan keluar menghampiri sumber suara. Setelah aku hampiri, ternyata ia adalah setan muda. Ah pantas saja, dasar pemula. Gumamku.
“Diam!” Sontak hardikanku membuat seluruh setan diam, termasuk setan muda yang sedang lari ketar-ketir.
“Bos, besok kita akan dipenjara!” Ia menghampiriku dengan mimik yang penuh dengan ketakutan. Rasanya ingin tertawa saja ketika melihatnya.
“Apa maksudmu?”
“Sudah banyak iklan sirup di televisi, sudah banyak juga penjual es buah dadakan di pinggir jalan, dan lihatlah koran ini bos. Sebentar lagi kita akan dipenjara!.”
“Diam!, berhenti merengek seperti itu. Dasar kau setan muda, masih perlu banyak belajar sepertinya.”
Aku tertawa setelahnya, begitu juga dengan setan-setan yang sudah berpengalaman diruangan itu. Kecuali si setan muda, ia bingung. Tampak tidak mengerti dengan apa yang baru saja aku katakan. Jelas saja, ia setan muda yang baru diangkat menjadi anggota di Ikatan Persatuan Setan Kerja Lapangan (IPSKL).
Tempat kerja bagi setan-setan yang sudah lulus dari Akademi Kesetanan. Dimana mereka dididik untuk menjadi setan yang mampu dan siap untuk kerja lapangan. Dalam artian lain, bisa menggoda para manusia yang ada di bumi.
“Begini nak, tak perlu panik. Besok kau keruanganku untuk membicarakan masalah ini, mengerti?” Sambil menghela nafas kemudian aku merangkulnya.
Ia mengangguk, terlihat masih sedikit cemas di wajahnya. Aku tak ambil pusing, besok juga ia akan mengerti, pikirku. Kegiatanpun kembali seperti semula, semua kerja sebagaimana mestinya. Tak ada yang janggal, seperti sudah biasa terjadi setiap tahunnya.


Keesokan harinya ia mengetuk pintu ruanganku. Setelahnya aku menyuruh ia masuk dan duduk pada kursi yang sudah disediakan. Rupanya ekspresi yang sama masih ada pada bocah ini, akupun tertawa kecil ketika melihat wajahnya. Menjelaskan sistem kerja setan yang sebenarnya mungkin akan membuatnya semakin bingung, akhirnya aku mengambil keputusan untuk mengajaknya berkeliling di dunia manusia.
“Bos, tapi hariini adalah bulan dimana kita dipenjarakan. Bagaimana bisa kita berkeliling di dunia manusia?”
“Tak usah banyak bicara, yang kau butuhkan hanyalah memperhatikan”
Akhirnya kami berdua pergi ke dunia manusia melalui pintu dimensi yang ada diruanganku. Setelah sampai, kami langsung berkeliling. Matahari sedang berada diatas saat ini. Sebetulnya aku tidak mengerti dengan para manusia yang mengatakan ‘setan tidak bisa muncul disiang bolong’, nyatanya kami sehat-sehat saja berkeliling di siang bolong seperti ini.
Setelah sedikit lama berkeliling, akhirnya perjalanan kuhentikan didepan sebuah rumah makan, yang biasa para manusia sebut sebagai warteg. Aku menunjuk salah satu manusia yang sedang makan lahap sambil ditemani dengan es teh segar disampingnya
“Lihatlah nak, ia beragama islam. Bagaimana aku tahu?, aku sudah memperhatikan orang ini selama seminggu. Ia penakut sekali. Bahkan ketika buang air besar saja ia tak pernah menutup pintunya, dan memanggil-manggil nama orang yang ada dirumah untuk memastikan bahwa ia tidak sendiri. Ia takut sekali dengan setan. Terbukti bukan, ia lebih takut kepada kita dari pada Tuhannya?.”
Setan muda itu manggut-manggut. Entahlah apa yang sedang ia pikirkan, semoga saja ia bukannya ikut lapar, melainkan mengerti apa yang kumaksud. Aku mengajaknya berkeliling lagi setelah itu, kali ini kita tak pergi kerumah makan. Melainkan sebuah warung kecil. Aku menunjuk salah satu manusia yang sedang meminum air mineral botol yang dingin
“Apa yang sedang kau lihat, sebetulnya bukanlah hal yang sedang kau lihat. Mereka menjadi lebih hina dibulan ini”
“Apa maksudnya bos?”  Tanya setan muda kepadaku. Mungkin kalimat yang baru saja kusebutkan tadi, terlalu berat baginya.
“Ia tidak hanya tidak berpuasa dibulan ramadhan. Tetapi ia juga menjadi pembohong ulung, ia berbohong kepada orangtuanya kalau ia akan pergi untuk ibadah di masjid”
“Bagaimana kau tau bos?” Ia memotong pembicaraan
“Kau meragukanku? Perhatikanlah, ia mengikat sebuah sarung dipinggangnya. Banyak data kebohongan tentang bocah ini yang sudah tercatat pada database, dan terus meningkat. Bukankah kau seharusnya bangga dengan kinerja kami?”
Kamipun tertawa bersama. Kemudian aku memutuskan untuk pulang lagi ke dunia setan, setelah sampai aku langsung memberikan pertanyaan kepada setan muda.
“Apa yang kau dapat pahami, dari apa yang kutunjukan kepadamu barusan?”
“Menutup pintu ketika sedang buang air besar dan jangan berbohong bos” dengan lugas ia menjawab pertanyaanku
“Bodoh!, maksudku apa yang dapat kau pahami mengenai penjara yang dimaksud untuk kita dibulan ini?”
“Mungkin..” Ia menggaruk kepalanya
“Ternyata kau memang super bodoh!, biarku jelaskan. Apa kau memperhatikan kalau tidak ada satupun setan yang sedang menggoda mereka, ketika mereka melakukan hal yang kita saksikan barusan?. Itulah misi kami nak, menanamkan sifat buruk pada manusia yang akhirnya menjadi sebuah kebiasaan. Jadi tidak perlu menggoda manusia secara terus menerus, kalau akhirnya ia menjadikan itu sebuah kebiasaan. Itulah pencapaian tertinggi kita.
“Jadi penjara yang dimaksud adalah kita hanya tidak bisa menggoda mereka bos?”
“Ya betul. Penjara yang dimaksud bukanlah diikat dan tidak berkutik. Angkat kepalamu dan pulanglah, nikmati pencapaian tertinggimu. Selamat berlibur!”
Suasana sempat hening, mungkin butuh waktu untuk bocah ini mengerti apa yang baru saja kusebutkan. Hingga akhirnya aku tertawa, dan iapun ikut tertawa, bahkan seluruh setan yang ada semua ikut tertawa.
“Selamat berlibur bos!” Sahutnya

Komentar

Posting Komentar

Silakan berkomentar :)

share!