Ramadhan Bulan Penuh Rahmat


Diikutsertakan dalam lomba menulis cerpen Unexpected Ramadhan 2015

Karya: Muhammad Iqbal

Bulan itu pun datang lagi, bulan yang di rindukan oleh orang beriman,bulan dimana semua mesjid penuh dengan jemaah sholat tarawih, MARHABAN Ya RAMADHAN bulan suci nan fitrah. Hari rabu pagi  tepat pukul 07.00 WIB aku terbangun dari tidurku yang panjang . kulihat banyak orang pergi ke pajak untuk membeli daging sapi hal ini merupakan tradisi masyarakat sekitar dalam  menyambut datangnya bulan suci ramadhan. Disaat orang berbondong-bondong membeli daging aku melihat ibuku sedang berjualan nasi didepan rumah dengan semangat dia berjualan, wajar ibuku adalah tulang pungggung keluarga kami semenjak ayahku  meninggal 7 tahun  silam dan  saat ini dia yang telah menafkahi kami. Sebenarnya  aku sangat malu akan keadaan ini tapi aku belum bisa berbuat banyak untuk keluarga. 


                Jam menunjukkan pukul 09.00 ibuku siap berjualan dan langsung pergi ke pajak untuk membeli daging sapi untuk dijadikan rendang, aku  sayang  ibuku karena disaat kondisi keuangan keluarga menipis dia masih bisa membahagiakan kami ketika memasuki bulan ramadhan ini meskipun sangat banyak perjuangan yang harus terlebih dahulu dia lakukan.
                 Tak terasa waktu terus berputar dan sholat yang rindukan oleh seluruh umat muslim di dunia pun tiba Aku dan keluarga bergegas menuju mesjid untuk menunaikan sholat tarawih pertama kami di bulan ramadhan tahun ini pada saat itu entah mengapa hati ini begitu senang melihat mesjid yang biasanya tidak pernah penuh kali ini semua saf diisi penuh oleh sang pencari ketenangan. SUBHANAMALIKILMA’BUD ucapan bilal yang membuat hati ini bertambah semangat untuk mengisi hari-hari dibulan ramadhan dengan amalan-amalan wajib dan sunah yang diperintahkan oleh ALLAH SWT dengan keyakinan dan Iman didalam hati saat itu juga aku berjanji untuk bertaubat kepada ALLAH SWT.sungguh besar nikmat iman yang telah ALLAH berikan kepadaku. Ketika aku lalai untuk mengerjakan semua perintah Nya Dia cipatakan bulan yang penuh rahmat ini Subhanallah. doa sahur yang dibacakan oleh imam menutup sholat tarawih kami  aku pun bergegas pulang ke rumah dan tidak lama kemudian langsung menuju  mushola yang ada didekat rumah untuk tadarus Al-Quran bersama teman-teman.
                  Taqabbalallahu minna wa minkum pertanda dimulainya tadarus masing-masing dari kami saling menyimak dan bergantian membaca Al Quran. Malam semakin larut kami tetap semangat mengisi malam pertama ramadhan ini dengan tilawah  Al Quran yang membuat hati warga dikampung tenang. Tepat pukul 00.00 WIB kami bergegas pulang kerumah masing-masing untuk menunaikan hak seluruh organ dalam tubuh kami untuk berisitirahat waktupun terus berganti Alarm handphoneku pun bordering seakan-akan begitu semangat membangunkanku untuk sahur. Aku pun bangun lagi-lagi pandanganku tertuju ke sosok perempuan yang sedang sibuk menyiapkan makanan untuk kami sahur dialah ibuku aku  mengucapkan terima kasih  kepada Allah SWT yang telah memberikanku  seorang ibu yang begitu baik meskipun aku sering membuatnya kecewa. Kami pun mulai menyantap makanan yang telah dihidang dengan begitu semangat siap makan aku tak langsung tidur ku Ambil Al Quran dan mulai membacanya mengharapkan pahala berlipat yang dijanjikan ALLAH SWT. Tak terasa Adzan subuh berkumandang siap menyambut hari pertama aku berpuasa dengan penuh semangat karena ALLAH SWT kuawali langkah kaki ini menjemput pahala ALLAH SWT sungguh luar biasa kenikmatan yang telah Engkau berikan Demikian cerita saya semoga bermanfaat.
ALLAH berfirman dalam Al quran surat Al Baqarah ayat 183-184 yang artinya Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. (Yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah ia berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jia ia tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (Al Baqarah: 183-184).
Nah untuk itu jangan sekali-kali kamu meninggalkan kewajibanmu sebagai orang yang bertakwa untuk berpuasa ingatlah Azab ALLAH sangat pedih.

Komentar

Posting Komentar

Silakan berkomentar :)

share!