“Ramadhan Bagai Sahabat Yang Begitu Indah”



Karya: Dwan Kumara Tyagi

Aku punya cerita, suatu hari ada anak perempuan yang tinggal di daerah pegunungan sebut saja Pelangi. Kebetulan hari itu hari ramadhan dimana setiap malam bulan ramadhan setelah tarawih Pelangi selalu naik di loteng rumahnya, Pelangi selalu naik melewati jendela lotengnya untuk melihat bintang yang sangat membius matanya, ia seperti merasakan hubungan antar keduanya, tentu saja dengan bintang favoritnya.Tak terasa sudah larut malam, angin pun berhembus kencang, apalagi di daerah pegunungan yang sangat dingin udaranya. Bergegas ia turun untuk mengambil jaketnya dan tak lupa membuat teh hangat untuk menemaninya. Disaaat ia akan naik, ia mendengar suara tangisan yang begitu sederhana dari atas loteng rumahnya, ia takut sekali dan akhirnya ia membatalkan keinginanya dan bahkan tidak pernah lagi naik di atas loteng tersebut. 



Beberapa tahun kemudian ramadhan datang lagi, ia selalu teringat bahwa di setiap bulan ramadhan langit begitu indah apalagi bintang yang tak bisa dia lupakan. Lagi-lagi ia mendengar suara tangis yang sama, kali ini Pelangi tidak takut, dengan berani ia naik dan kebetulan waktu itu saat setelah berbuka puasa, jadi tidak begitu gelap. Setelah ia naik ternyata suara tangisan itu berasal dari samping rumahnya, karena sangat penasaran Pelangi memanjat dan menuju atas rumah tetangganya, ia terkejut karena ada sosok laki-laki yang sedang menangis, dengan berani Pelangi menghampiri laki-laki itu dan berkata “hai,kenapa kamu menangis?” dengan sedikit kaget laki-laki itu berkata “siapa kamu ?” Pelangi menjawab “oh iya maaf, namaku Pelangi, jadi kenapa kamu menangis?” laki-laki itu menjawab “setiap malam bulan ramadhan entah kenapa langit itu indah sekali, ketika aku sedang sedih,aku memandang bintang-bintang itu dan berharap air mataku ini bisa terbawa oleh sinarnya.” Lalu Pelangi menjawab “kau sama sepertiku entah kenapa bulan Ramadhan itu bisa seindah ini, bukan hanya keberkahanya tapi bumi pun ikut indah begitu saja” Pelangi tersenyum dan berkata “andai dari dulu aku tidak takut mendengar tangisanmu mungkin aku akan menghampirimu dan menghabiskan bulan ramadhan denganmu”Pelangi sedih dan laki-laki itu menjawab ”hai,maafkan aku, kita belum terlambat,buktinya saat ini kita bertemu kan? Jadi jangan sedih” Pelangi tersenyum dan berkata “benar katamu,lalu apa yang akan kita lakukan besok? Laki-laki itu menjawab “kita sholat subuh bersama di masjid,oke!” dengan senang hati  Pelangi menyetujuinya dan segera turun, tetapi Pelangi lupa bertanya namanya,lalu Pelangi berteriak dari bawah, “Hai siapa namamu ?” Laki-laki itu menjawab dengan senyum “Namaku Bintang”. Sejak saat itu Pelangi mulai tertarik dengan laki-laki yang bernama bintang itu.
Nah itulah hebatnya ramadhan, banyak sekali hal yang tak terduga dan tak terlupakan. Ramadhan itu Indah Sekali, Masih ingatkah ketika kecil kamu selalu bermain petasan di pagi hari ? walaupun sering dimarahi, kamu tetap saja memainkanya,itu bukanlah momen biasa, itu dapat membuat kita rindu ketika dewasa nanti.
Disaat sholat subuh, masjid tidaklah begitu ramai, tetapi di bulan ramadhan, masjid selalu ramai dan suasana juga berbeda karena ada kultum setelahnya.
Ketika kita berbuka, ingin sekali kita mengadakan buka bersama dengan teman-teman kita ,karena kebersamaan itu indah dimata Tuhan.
Ketika kita tarawih,sahur,dan menunggu buka puasa, semua hal itu tak akan bisa terlupakan begitu saja, kadang aku menangis ketika takbir berkumandang. Ingin aku berdoa supaya bertemu dengan bulan yang sudah seperti sahabat ini.
Hal yang tidak terlupakan adalah ketika kita merayakan hari akhir bulan ramadhan di malam hari dan saat itu kita mendengar takbir sampai larut malam,sampai kita tertidur. Rasanya gema takbir itu menami tidur malamku,sayang, takbir itu hanya menemani tidurku satu tahun sekali.Pagi hari ketika aku  terbangun, suara takbir itu masih berkumandang dan rasanya seperti memanggil ku untuk bergegas menuju tempat sholat Idul Fitri. Lalu aku merapikan diri dan menuju ke keramaian orang  yang membawa sajadah dan koran bekas, semua orang berpakaian rapi, tangisan ku berubah menjadi senyum,air mataku terbawa oleh sinar matahari pagi. Sungguh,bulan indah itu sudah terlewat,aku hanya bisa menunggu dan berharap, semoga tahun depan nanti, aku dapat bertemu dengan bulan ramadhan yang indah itu, lagi dan lagi.

Komentar

share!