KU KHITBAH KAU DI BULAN SUCI


Diikutsertakan dalam lomba menulis cerpen Unexpected Ramadhan 2015

Karya: Iip Nurul Holipah


Indahnya sinar pagi yang menyapa…
Kelembutan Awan yang menyambut senyum ku di pagi hari…
Buaian angin yang menyapu langkahku…..
Hari ini adalah hari kelulusan ku di SMP kebetulan juga bertepatan dengan bulan ramadhan Mungkin Ramadhan kali ini akan membuat ku sedih bagaimana tidak aku harus berpisah dengan kekasih yang paling ku cintai yaitu Ryan karena setelah lulus nanti kami tidak akan bisa satu sekolah lagi.Orang tua Ryan mengirim Ryan ke salah satu pesantren yang ada di luar kota.kami tidak akan bisa berkomunikasi sama sekali.Hari ini adalah hari terakhir ku bertemu Ryan sebelum dia pergi ke pesantren.


“Nis aku pamit ya besok aku harus udah pergi ke pesantren kamu jaga diri baik-baik ya”.
“yan emang kamu harus pergi besok ya? Kok cepet banget sih padahal kan kita baru lulus. Sekolah lain aja belum  masuk”.
“iya nis aku harus berangkat besok kan beda sama sekolah lain.Kamu tenang aja ya nanti kan aku pulang lagi sebelum lebaran”
“Tapi itu kan cuman pas ramadhan yan kan nanti kalo udah aktif sekolah pasti pulangnya cuman pas liburan semester doang”.
“Kamu jangan khawatir ya nis nanti kalo aku pulang aku langsung kabarin kamu kok”.
“kamu janji ya yan kalo pulang harus kabarin aku”.
“Iya Nisa sayang.Yuk kita kumpul sama temen-temen ini kan hari terakhir kita di SMP”.
“yaudah yuk..!!!!”.
Akhirnya aku pun harus mengikhlaskan Ryan untuk pergi ke pesantren karna itu juga untuk kebaikan Ryan di masa depan nanti meskipun aku harus merasakan rindu kepada Ryan setiap hari.
Aku pun masuk ke salah satu SMA yang ada di daerah ku meskipun aku tidak bisa satu sekolah dengan Ryan lagi namun aku tetap bersyukur karna aku masih bisa satu sekolah dengan sahabatku Rahma dan Hikmah kami bersahabat sejak kecil aku sangat senang bisa memiliki sahabat seperti mereka.
Enam  bulan ku lewati menjadi siswi SMA bersama para sahabat ku aku pun menjadi salah satu murid yang berprestasi di sekolah.Dan selama Enam bulan itu pun Ryan menepati janjinya dia selalu menghubungi ku setiap dia libur aku sangat senang hubungan kami masih bertahan sampai sekarang.
Sejujurnya bukan tidak banyak laki-laki tampan yang ada di sekolah ku sekarang bahkan dalam enam bulan ini sudah banyak laki-laki yang mendekati ku bahkan sang ketua basket di sekolah ku Rio yang di sukai oleh banyak perempuan di sekolah ku karna selain dia jago bermain basket Rio juga memiliki fisik yang tampan dan keren selain itu Rio juga memang anak dari orang yang berada. Rio pernah menyatakan cintanya kepada ku namun aku menolaknya karna aku sudah mempunyai Ryan mungkin Ryan tidak akan tergantikan oleh siapapun di hatiku.
Liburan pun telah tiba sekarang aku sudah menjadi kelas 2 SMA. Alhamdulillah aku mendapatkan juara 1 saat pembagian peringkat kemarin. Kebetulan liburan ini berbarengan dengan bulan ramadhan dan saat liburan ini Ryan belum mengabariku mungkin Ryan masih sibuk dengan agenda kegiatan ramadhannya di pesantren. Aku pun sabar menunggu Ryan karna aku mengerti kegiatan  di  pesantren tidak sama dengan kegiatan di sekolah biasa.
Malam ini aku pergi Terawih dengan Ummi dan mas Ridwan. Mas Ridwan adalah kakak laki-laki ku mas Ridwan orangnya sangat baik ramah dan bertanggung jawab. Mas Ridwan baru saja lulus kuliah 2 tahun lalu dan dia bekerja di perusahaan membantu ummi. Perusahaan itu adalah perusahaan peninggalan ayahku,ayahku meninggal ketika aku kelas 2 SMP waktu itu aku sangat terpukul sekali dengan kepergian ayah dia meninggal karena serangan jantung. Aku pun menangis tiada henti tidak mau makan, tidak bersemangat ke sekolah bahkan nilai-nilai ku di sekolah sempat turun. Namun ummi selalu berusaha menguatkan ku dan membuat ku tenang sejujurnya aku tau ummi sangat terpukul namun ummi menyembunyikan kesedihannya di depanku dan mas Ridwan. Kala itu pun mas Ridwan sangat terpukul atas kepergian ayah namun karena mas Ridwan adalah anak yang paling tua dan laki-laki dia pun berusaha tegar,mas Ridwan berjanji akan selalu menjaga aku dan ummi seperti ayah menjaga kami semua. Ummi menjadikan ku dan mas ridwan lebih tegar.
“Ridwan,Nisa kalian harus bisa menjadi  anak-anak yang kuat dan kamu juga harus bisa membanggakan ummi dan ayah di sana. Ridwan kamu harus bisa menjadi laki-laki yang tangguh dan bertanggung jawab dan bisa melindungi kita semua namun tetap baik dan ramah terhadap semua orang seperti ayah ya nak.Dan kamu Nisa kamu harus menjadi wanita yang kuat tidak boleh mudah menyerah dengan keadaan kamu harus menjadi wanita yang tangguh dan cerdas”.
Kata-kata itu adalah kata-kata yang selalu ku ingat dari ummi aku sangat sayang sekali dengan ummi dan mas Ridwan.setelah terawih pun kami langsung pulang ke rumah selain dengan ummi dan mas Ridwan aku pun pulang bersama Rahma dan Hikmah selama perjalanan mereka selalu menggoda ku dengan membicarakan Ryan dan Rahma pun bertanya kepadaku.
“Nis gimana Ryan dia udah ngehubungin kamu lagi belum?”.
“Belum ma mungkin dia masih sibuk dan belum libur”.
“Tumben Nis kamu ngga uring-uringan dia belum ngabarin kamu”.
“wahh sekarang Nisa udah lebih sabar dan dewasa yahh….atau jangan-jangan Nisa udah kepincut cowok lain”. Sahut Hikmah
“Apaan sih kamu ya engga lah Ryan tuh tetep di hati aku ya ngga ada yang bisa gantiin dia”.
Jawab ku sambil cemberut karna tidak terima dengan ucapan mereka.Mereka pun tertawa
“hahaha iya Nis becanda kita tau kok kamu tuh setia sama Ryan”
Dan kami pun harus berpisah di persimpangan depan karna gang rumahku belok kanan sedangkan Rahma dan Hikmah harus masih lurus.
Aktifitas ku selama ramadhan ini sama seperti ramadhan-ramadan sebelumnya ku isi dengan bertadarus dan membantu ummi saja terkadang aku juga pergi jalan-jalan bersama Rahma dan Hikmah sambil menunggu buka puasa atau sering di bilang ngabuburit. Hari ini aku di rumah saja tidak pergi bersama Rahma dan Hikmah aku di rumah membantu ummi untuk menyiapkan makanan buat buka puasa nanti setelah selesai membantu ummi aku mengecek handphone ku ternyata ada pesan masuk dan itu dari Ryan aku sangat senang sekali.
Pesan : “Assalamu alaikum Nis gimana kabar kamu? Nanti malem setelah terawih kita ketemu di tempat biasa ya ada yang mau aku omongin sama kamu”
Aku pun segera membalas pesan dari Ryan
“wa’alaikum salam yan Alhamdulillah aku baik-baik aja kok. Kamu juga gimana kabarnya yan? kamu udah pulang?”
Ryan pun membalas pesanku
“Alhamdulillah aku juga baik kok Nis. Iya Nis aku udah pulang baru aja tadi habis ashar aku sampe rumah jangan lupa ya nanti malem”
Aku pun membalas pesan Ryan lagi
“Iya aku ngga akan lupa kok”
Akhirnya percakapan kami pun cukup sampai di situ karna sebentar lagi sudah memasuki waktu berbuka puasa.
Setelah pulang terawih aku pun berpamitan kepada ummi
“Ummi Nisa izin keluar sebentar ya”
“Mau kemana Nis? Jangan pulang malem-malem ya”
“Nisa mau ketemu Ryan dulu mi sebentar kok Nisa ngga akan pulang malem Nisa perginya di anter Hikmah sama Rahma juga kok mi”.
“yaudah hati-hati ya jangan kemaleman”.
“Iya mi Nisa pamit dulu ya Assalamu’alaikum”
“waalaikum salam”
Setelah berpamitan kepada Ummi aku pun pergi bersama Rahma dan Hikmah untuk bertemu Ryan kami bertemu di tempat biasa yaitu taman di belakang sekolah SMP kami di sana tempatnya sangat ramai aku dan Ryan pun duduk di salah satu kursi yang ada di taman sedangkan Rahma dan Hikmah membeli makanan. Ryan pun memulai pembicaraannya kepada ku.
“Nis ada yang mau aku omongin sama kamu tapi kamu janji ya jangan marah”.
“Emang kamu mau ngomong apa yan? Aku janji deh ngga akan marah”.
“Nis aku minta maaf ya aku rasa hubungan kita cukup sampai di sini aja Nis. Selama ini aku udah salah aku udah ngejerumusin kamu dalam dosa harusnya kalo aku mencintai kamu aku menjaga kamu bukan malah membawa kamu ke dalam kemaksiatan aku nyesel banget Nis”.
“Tapi yan kita kan selama pacaran kita ngga pernah berbuat apa-apa”.
“Nis meskipun kita tidak berbuat apa-apa tapi kita kan sering berduaan dan itu dosa Nis karna kita ini bukan mukhrim Nis aku harap kamu mengerti ya Nis aku kaya gini juga karna aku sayang sama kamu aku memikirkan hal ini sudah cukup lama Nis karna aku ngga sanggup buat kehilangan kamu aku juga sakit Nis bilang ini ke kamu tapi aku yakin kalo Allah memang menjodohkan kita, kita pasti akan bersama nantinya”.
Aku pun sudah tidak bisa lagi mendengar kata-kata Ryan hati ku hancur aku pun pergi meninggalkan Ryan. Ryan yang mengejar ku sambil memanggil-manggil nama ku pun tak ku hirau kan aku pun berlari sambil menangis. Saat di jalan aku pun berpapasan dengan Hikmah dan Rahma mereka pun bingung melihatku
“Nis kamu kenapa?”.
Aku pun terus berlari dan tidak menjawab pertanyaan mereka. Sesampainya di rumah aku pun mengurung diri di kamar. Ummi yang melihat ku pun khawatir denganku.
“Nis kamu kenapa toh Nis buka pintunya nak Nis kamu makan dulu nanti sakit”.
“Nisa ngga mau makan mi”.
“Tapi kamu belum makan Nis nanti kamu ngga kuat loh puasanya Nis….Ridwan coba kamu ngomong itu sama adik mu Tanya dia kenapa ummi khawatir sekali sama dia Wan”.
“Nis buka pintunya ya mas mau ngomong sama kamu Nis”.
Mas Ridwan terus membujuk ku untuk membuka pintu  dan akhirnya aku pun membuka kan pintu untuk mas Ridwan.
“Nis kamu kenapa? kamu cerita dong sama mas kalo punya masalah jangan di pendem sendiri Nis”.
Ucap mas Ridwan sambil mengusap kepala ku. Mas Ridwan memang selalu bisa menenangkan ku aku selalu nyaman jika mendengar mas Ridwan bicara
“Aku putus sama Ryan mas dia bilang dia ngga mau menjerumuskan aku sama hal-hal yang ngga baik kalo misalkan kita meneruskan hubungan ini itu sama saja dia menjerumuskan ku ke dalam dosa”.
“Nis kamu dengerin mas ya mungkin maksud Ryan itu baik Nis dia bilang kaya gitu karna dia sayang sama kamu dia ngga mau menjerumuskan kamu ke dalam hal yang ngga baik jadi kamu harus terima Nis kalo kamu berjodoh sama Ryan Allah pasti akan menyatukan kalian nanti”.
Perkataan mas Ridwan bener harusnya aku bersyukur Ryan melakukan itu karna dia sayang sama aku namun karna aku yang terlalu di butakan oleh nafsu akhirnya tidak bisa berpikir lebih baik.
Setelah kejadian itu kini aku pun semakin aktif mengikuti acara keagamaan untuk memperbaiki diriku di sekolah aku pun mengikuti ekskul ROHIS dan sering mengikuti kegiatan-kegiatan yang di adakan oleh Rohis dan di desa pun aku menjadi Remaja mesjid.
Waktu pun telah berlalu dan sekarang aku sudah lulus SMA aku pun melanjutkan kuliah ku dengan mengambil jurusan PSIKOLOGI seperti biasa saat kuliah pun aku masih aktif dalam organisasi keislaman di kampus pun aku menjadi anggota organisasi Dakwah Kampus.Tidak terasa memang begitu cepat waktu dan sekarang aku sudah menjadi Mahasiswi semester terakhir sebentar lagi aku akan lulus S1.
Yahh seperti biasa di bulan Ramadhan sebelumnya aku pergi terawih bersama Rahma dan Hikmah
“Nis kamu tau ngga Cowok ganteng yang sering jadi imam di mesjid kita ternyata dia namanya Mas Yusril Nis ya ampun Nis dia tuh udah ganteng alim lagi cocok deh buat jadi imam aku”.Ucap Hikmah
Yahh akhir-akhir ini para remaja wanita di desa memang sedang gempar membicarakan imam muda yang tampan banyak sekali wanita  yang menyukainya
“ehh Nis kamu kok biasa aja sih yang lain pada heboh kamu biasa aja”.
“lahh terus aku harus gimana dong loncat-loncat,minta tanda tangannya dia? kamu nihh heboh sendiri toh mah”.
“iya nih kayanya Hikmah bener-bener kepincut sama imam ganteng itu deh”.sahut Rahma
Kami pun tertawa bersama dan setelah itu kami berpisah seperti biasa di persimpangan depan. Dan ternyata keesokan harinya Hikmah masih saja membicarakan imam yang ganteng itu pada saat kami akan pulang tiba-tiba ada seseorang yang memanggil nama ku
“Assalamu alaikum Nis”.
Seorang laki-laki tampan mengucapkan salam padaku namun aku tidak kenal dengan orang itu
“eumm Waalaikum salam”.
“ kamu Nisa kan Anisa Az-zahra salwa”.
“Iya.. kamu siapa ya? Kok bisa tau nama saya”.
“saya Riza Nis kamu lupa ya nama saya Yusril Riza saya dulu kakak kelas kamu waktu SMP orang sini lebih akrab memanggil saya dengan Yusril mungkin supaya kamu inget dulu waktu SMP saya pernah nembak kamu tapi kamu tidak menjawab”.
“ohh iya maaf mas Nisa lupa abis mas beda banget sih Nisa jadi pangling liatnya mas apa kabar?”.
“Alhamdulillah baik Nis kamu juga apa kabar udah lama banget kita ngga ketemu”.
“yaa seperti yang mas liat aku baik.Maaf ya mas aku harus pulang dulu takut di cari ummi lain kali kalo ada waktu kita ngobrol lagi ya Assalamu’alaikum”
“iya Waalaikum salam”.
Aku Rahma dan Hikmah pun tidak menyangka ternyata imam ganteng yang selama ini sering di bicarakan adalah kakak kelas kami waktu SMP dulu. Semakin hari kami pun semakin akrab dengan mas Yusril.
Suatu hari ada tamu yang datang ke rumah ku aku pun tidak menyangka ternyata yang datang adalah mas Yusril dia datang bersama dengan kedua orang tuanya ke rumah ku
“Nis maksud kedatangan ku ke sini bersama orang tua ku aku mau minta izin sama ummi kamu karna aku  bermaksud untuk mengkhitbah kamu sebagai istriku semoga kamu ngga nolak aku kaya waktu SMP dulu aku nyatain cinta aku ke kamu ya Nis “.
Aku sungguh kaget dengan maksud mas Yusril mengkhitbahku sebagai isterinya di bulan yang penuh berkah dan suci ini yaitu bulan ramadhan aku pun menjawab dengan tenang
“ In syaa Allah aku ngga akan nolak mas kok aku sangat senang dengan niat mas menjadikan ku sebagai istri mas Yusril”.
“Allhamdulillah”. Semua orang mengucap syukur
Akhirnya setelah Ramadhan kami pun langsung menikah aku sangat senang sekali selain itu para sahabat ku juga ikut senang bahkan Hikmah yang sangat  mengagumi mas Yusril pun ikut senang
“wahh Nis selamat ya kamu ternyata nikah sama imam ganteng idola masyarakat nih. Nis doain aku ya Nis semoga aku bisa dapet imam seganteng dan se alim mas Yusril”.ucap Hikmah
Kami semua pun tertawa dengan ucapan Hikmah
“Iya mah aku selalu ngedoain yang terbaik kok buat kamu dan buat semuanya”.
Aku sangat senang sekali akhirnya semua orang bisa berbahagia mas Ridwan juga sudah menikah setahun yang lalu dan sekarang istrinya sedang mengandung anak yang pertama dan Ryan sang cinta pertamaku ku dengar dia juga sudah menikah aku sangat senang sekali namun sekarang dia sudah tidak di Indonesia sekarang Ryan tinggal di Turki bersama istrinya.Memang kita tidak pernah tau apa rencana Allah yang terbaik buat kita.

Komentar

share!