Everything Has Change



Karya: Novianabillah Nur F

Gadis muda itu berjalan sempoyongan saat memasuki rumahnya. Vania Larasati. Gadis muda yang baru saja selesai dengan kegiatan mabuknya di Bar. Bar merupakan rumah kedua bagi Vania dan perkelahian merupakan hobby vania. Keluarga yang hancur membuatnya terjerumus kedalam tempat yang salah. Dan membuatnya kini tersesat.


“Ya tuhan, kapan aku dapat kehidupan sempurna? Ayah dan Ibu saja tidak pernah memperhatikan ku. mungkin selamanya aku seperti ini hahaha” Vania mengoceh dalam kondisi mabuknya. Adiknya Reno hanya dapat menyalahkan dirinya tak dapat menjaga kakak kesayangannya
“Kak udah dong berhenti ke Barnya, aku mau kakak nemenin aku aja dirumah” Reno mencoba membantu kakaknya memasuki kamarnya
“Hahaha emang aku peduli? Aku enggak pernah dapet kebahagiaan dirumah. Udahlah mending kamu ikut kakak hahahaha” taklama Vania menutup matanya dan terlelap, sementara itu Reno mengambil handphonenya dan menghubungi seseorang
***
Vania terbangun saat jam menunjukan pukul 7.30 dia segera mandi dan melewatkan sarapan bersama adik kesayangannya. Dia langsung menuju sekolah, ya dia selalu telat. Sekolahnya masuk jam 7.00 sementara Vania baru sampai ketika puku 7.10. jadi setiap hari dia selalu kena hukuman. Dan hukuman kali ini membuatnya harus berkenalan dengan seseorang.
“Vania ya? Kenalin gue Reza Ibrahim, masih inget gak?” ucap seorang lelaki tinggi seraya mengulurkan tangannya. Sementara Vania hanya meliriknya dan berusaha mencari lagi sampah agar hukumannya segera selesai. “Mungkin lo lupa sama gue”
Vania mengambil cukup sampah untuk menyelesaikan hukumannya. Sama seperti Reza, Reza menarik tangan Vania saat ia akan memasuki kelasnya. “Gue harap lo mau temenan sama gue, Van”  sementara Vania hanya meliriknya dan melepaskan tangannya dari genggaman Reza. Reza hanya tersenyum kecut lalu pergi kearah kelasnya
“Selamat pagi bu” ucap Vania seraya salim dengan guru yang sedang memberikan materi. Sementara guru itu hanya segera menyuruh Vania untuk duduk dibangku paling pojok belakang.
Vania menaruh pantatnya dengan kesal, sementara Farhan hanya cekikikan melihat sahabatnya yang pasti badmood abis gara-gara hukuman yang diberikan kepsek. Tapi sesungguhnya bukan itu penyebab Vania badmood pagi ini.
“What’s wrong Van?” tanya Farhan ketika guru sudah memberi tugas yang berarti tidak lagi menjelaskan materi
“Enggak” jawab Vania singkat.
Dan tiba-tiba saja Rizky teman satu kelas Vania menghampirinya. “Eh Van mana janji lu? Katanya kalo gue menang taruhan lu bakal ngasih gue duit 200rb. Mana sini sekarang gue tagih lah. Janji itu utang van. Lu bisa nepatin omongan lu kan hahaha”
Vania yang sudah badmood dan ditambah kelakuaan Rizky membuatnya berdiri dan mengepalkan tangannya. Lalu kepalan tangannya dia lancarkan kemuka rizky membuat sudut bibir Rizky berdarah dan Farhan langsung menahan tangan Vania dan guru yang sedang mengajarpun menarik Vania dan Rizky keruangan BP
***
Reza menunggu seseorang ditaman belakang. Tentu Vania yang ia tunggu, yang dia tau saat Vania kesal dia pasti datang ketaman belakang sekolah yang memiliki mitos seram. Tapi karena itu Vania suka sekali ketaman belakang karena suasananya yang sepi.
Taklama orang yang ditunggu Reza pun datang dan duduk di hamparan rumput. “Ngapain sih lu dari tadi ganggu gue? Sumpah ya lu nggak ada kerjaan? Mood gue ancur gara-gara lu”
“Sorry Van, gue ga maksud begitu. Gue pengen temenan sama lu” Reza duduk disebelah Vania dan merangkul Vania. “Gue tau lo punya masalah Van. Tapi bukan Cuma lo yang punya masalah setiap orang punya masalah termasuk gue. Tapi kita punya Allah van. Kita bisa curhat saa Allah, kita bisa minta sama dia supaya masalah kita cepet selesai. Asal kan kita berdoa dan berusaha terus pasti masalah kita selesai kok”
Vania melepaskan rangkulan Reza. “Udahlah gausah sok suci dan sok ngerti masalah gue. Gue tau ini bulan ramadhan dan lo tau kan gue gimana? Udalah”
“Van mumpung ini masih ramadhan, lo berubah ya” Reza menggenggam tangan Vania. “Adik gue kena penyakit jantung, umurnya masih 5 tahun dan jantungnya itu udah gak berfungsi maksimal. Gue dulu sering ke Bar dan gak peduliin adik gue, tapi dia selalu nasehatin gue bar itu gak baik. Dan setelah itu dia masuk rumah sakit. Dan sekarang gue berusaha jadi orang baik demi dia. Intinya selama masih ada yang peduli sama kita, kita juga harus peduli sama mereka.
Tak disadari Vania mengingat adiknya yang selalu menasehatinya dan ia menangis. Reza pun memberikan pundaknya. “Bantu gue za. Gue takut adik gue pergi ninggalin gue. Selama ini gue ga pernah peduli sama Reno. Tapi bukan berarti gue gamau disampingnya apalagi sampai dia harus pergi ninggalin gue selamanya”
“Gue selalu bantu orang-orang yang ingin berbuat kebaikan” ucap Reza seraya tersenyum. “Kita mulai dari Rizky?”
“Mau ngapain sama si cungkring sih?” tanya Vania tidak senang
“Minta maaf ayok” Reza menarik tangan Vania kearah uks.
Hal yang tidak akan Vania lakukan pun dilakukannya. Farhan teman sebangkunya sempat melongo saat ia melihat Vania meminta maaf dan memberikan apa yang jadi hak Rizky. Lalu ia kembali ke kelas dan Reza meminta Farhan untuk menjaga Vania agar tidak melakukan hal yang aneh-aneh lagi
“Lo kesurupan setan taman belakang sekolah ya van?” celetuk Farhan
Vania hanya tersenyum tanpa membalas celetukkan Farhan. Intinya dia akan berubah demi adiknya dan tidak akan pernah menyentuh bar lagi demi adiknya pula.
Reza menjemput Vania kekelasnya saat ia pulang sekolah. Vania sedang menjalankan tugas piket yang sebelumnya tidak pernah dia kerjakan. Reza hanya tersenyum melihat sahabat barunya sudah mulai berubah. Tapi reza sedikit bersalah. Ya tapi dia berusaha menutupi perasaan bersalah itu.
“Za, sorry ya nunggu lama. Oh ya hari ini gue bawa mobil dan adik gue ga dianter sopir. Sekarang lu mau kan bareng gue? Tapi gue nunggu adek gue latihan band dulu dan setelah itu gue anterin lo ke rs sekalian jenguk adek lo” ucap Vania sementara Reza hanya tersenyum
***
Reno sudah melihat perubahan kakaknya dalam beberapa jam. Saat istirahat kedua kakaknya tadi mulai melaksanakan sholat Dzuhur dan besok ia akan sahur bersama dengan kakak tercintanya. Ternyata Allah memberika jalan semudah itu membuat kakaknya berubah. Walaupun harus dengan cara yang mungkin kurang baik. Tapi ia rasa itu juga sebuah amal dalam ramadhan kali ini.
“Vania mulai berubah ya deket Reza? Kok dia mau sih sama cowok miskin kaya dia?” tanya teman Reno yang merupakan teman Vania saat di Bar
“Bagus lah seenggaknya Reza bisa nuntun Vania kejalan yang lebih baik” Reno ngeloyor pergi membawa tasnya dan menghampiri kakaknya yang sedaang berbincang dengan Reza. “Yuk ah cus. Mau ke RS kan kita? Mampir ketoko buah dulu kak”
Saat ditoko buah, selain belanja buah untuk adik Reza. Mereka juga belanja buah untuk kebutuhan sahur dan berbuka puasa. Puasa kali ini adalah puasa pertama Vania. Dan puasa pertama bagi Reno yang ditemani kakak tercintanya. Puasa kali ini Vania akan menyiapkan makanan untuk adiknya. Karena selama ini saat waktu sahur dirinya baru pulang dari bar.
Mereka sampai disalah satu rumah sakit. Reza, Vania dan Reno memasuki kamar 1016. Dan terlihatlah gadis kecil yang sedang terlelap dengan peralatan rumah sakit disampingnya. Vania mulai menitikan air matanya. Dan Reno merangkul kakaknya. Walaupun Vania merupakan cewe kelas barbar tapi Reno tau kakaknya memiliki hati selembut sutra.
“Ica, kakak dateng jengukkin ica” Reza membisikkan adiknya. Aisyah Mariam atau Ica pun terbangun dari tidurnya.
“Hay kak” sapa Ica
Vania dan Reno memberikan buah-buahan yang telah mereka beli. Lalu Vania duduk disebelah Ica. “Hai Ica, kakak Vania. Gimana kondisi kamu udah baikkan?”
“Alhamdulilah udah kak” jawab Ica
“Oh iya Ica, kakak punya sesuatu lohh” ucap Vania, lalu ia mengambil sesuatu dari tasnya. Boneka Mini Mouse. “Ini boneka kesayangan kakak dari kecil. Kakak dulu dibeliin ini sama ibu kakak. Walaupun boneka ini udah tua dan bekas, kakak mau kasih ini kekamu. Kakak harap mini bisa jagain Ica. Ica mau kan nerima mini sebagai sahabat Ica?”
Ica mengambil boneka itu dan memeluknya. “Makasih ya kak Vania. Aku suka banget sama bonekanya. Ya walaupun bekas tapi aku tetep suka dan mau ngejaga boneka ini kok kak”
Vania tersenyum lalu Reza menghampiri adiknya. “Ica harus rawat mini ya, karena itu pemberian peri. Peri cantik yang baru lahir tadi siang”
Ica tak mengerti maksud Reza. Reno tertawa, tak keras tapi mereka berempat mendengarnya, lalu Vania mencubit lengan Reza. “Apaan sih”
***
Reno dan Vania sedang asik baca buku. Vania membaca buku tentang sholat sembari menunggu Reza datang. malam ini Reza akan datang untuk mengajari Vania mengaji. Reno diam-diam senang rencananya berhasil. Walaupun ia tau sebaik-baiknya ia dan Reza menutupi semua itu tapi suatu saat Vania akan tahu dan Vania pasti kecewa kalau misalkan Vania terlanjur mencintai Reza.
“Asalamu’alaikum” Vania langsung berlari kearah pintu dan membukakan pintu untuk Reza. Lalu Vania mempersilakan Reza masuk
Reza, Vania dan Reno mengaji bersama-sama dirumah Vania setelah mereka melakukan sholat taraweh. Rumah yang dahulu sepi sekarang ramai dengan suara orang mengaji. Reno tersenyum senang walaupun ini tidak akan menjadi akhir yang baik.
Setelah Reza pulang Vania dan Reno pergi kekamar masing-masing untuk tertidur dan bangun disaat sahur tiba.
Pukul 2.30 Vania bangun dan segera memasak, menyiapkan hidangan sahur yang bergizi untuknya dan adiknya. Reno terbangun saat mencium wangi masakan kakaknya. Ia langsung mengecek dapur untuk memastikan itu kakaknya. Dia tersenyum dibalik punggung kakaknya, walaupun ada rasa takut karena kekecewaan yang akan terjadi.
“Eh Ren, ngapain berdiri disitu ayok sini makan. Kakak udah selesai masak” ucap Vania
Reno mendekat kearah meja makan dan membantu kakaknya membawa masakan. “Wah masakannya enak banget nih pasti”
Vania hanya tersenyum seraya menyendokkan nasi diatas piring reno. Mereka sahur bersama seraya menceritakan hal-hal unik. Dan Vania juga menceritakan kisahnya dengan Reza. Dan yang Reno takutkan pun terjadi. Kakaknya mulai mencintai Reza.
***
3 bulan berlalu. Vania semakin berubah dan hubungannya dengan Reza pun membaik. Bulan kemarin ia baru melaksanakan ujian nasional dan hari ini adalah hari pengumuman hasil ujian nasional. Yah memang selalu terduga Vania memiliki nilai rata-rata ujian nasional tertinggi yaitu 9,80.
“Selamat ya Van ini karena usaha kamu dan doa kamu yang terus kamu kerjakan” ucap Reza
“Iya kak aku bangga banget sama kakak” ucap Reno
Vania tersenyum bahagia mendapatkan banyak ucapan selamat. Lalu tak lama ia ditarik Reza ketaman belakang. Vania bingung dan berharap Reza akan mengajaknya pacaran. Karena selama ini Vania telah jatuh cinta kepadanya. Tapi sesungguhnya ada sesuatu yang harus Reza kemukakan saat ini.
“Van selama 3 bulan ini kita deket banget, aku mau jujur soal sesuatu” Reza menarik nafasnya. “Aku enggak pernah sanggup harus ngomong ini sama kamu tapi aku harus berbicara jujur denganmu. Sebenarnya Reno yang mulai semua ini, dia menghubungi aku saat aku sahur. Puasa yang kita jalanin kemarin dan idul fitri yang kita jalanin kemarin mungkin hanya sebuah rekayasa”
Vania mengkerutkan dahinya. “Maksud kamu?”
“Puasa aku selalu ada disampingmu untuk ngubah kamu, aku yakin Allah masih bisa mengubah kamu lewat aku. Dan itu terjadi. Tak butuh waktu banyak kamu berubah saat puasa, kamu menjalankan puasa kamu dengan baik dan kita sholat idul fitri. Dan kemarin mungkin puasa yang enggak kamu duga-duga. Tapi maaf sesungguhnya aku punya niat lain ngerubah kamu, selain ingin dapat pahala”
“Langsung ke pointnya aja deh za” ucap Vania tidak sabar
Reno datang menghampiri mereka berdua. “Aku menghubungi ka Reza saat kakak pulang dari Bar dan aku mengiming-imingkan uang ke ka Reza untuk pengobatan adiknya jika kakak berhasil berubah. Dan ternyata tak butuh waktu lama kakak berubah. Puasa kemarin memang puasa yang kunantikan. Puasa dimana kakak juga berpuasa”
“Jadi kamu deketin aku Cuma demi uang?” suara Vania mulai terdengar serak, air mata terus keluar dan membanjiri pipinya. Vania berusaha menyeka air matanya
“Aku harap kakak enggak kecewa sama aku. Aku tau kok jika hari dimana kakak akan tau semuanya dan hari itu adalah hari ini”
“Aku emang kecewa, tapi aku bisa tau maksud kalian. Aku minta maaf kalau aku mencintai kamu Za. Dan untuk Reno aku tau kok kamu ingin kakak berubah” ucap vania berusaha tegar
Reza menepuk pundak Vania. “Aku harus pergi, aku ingin nemenin adikku di Jogja sama ibu dan ayahnya. Maaf buat kamu jatuh cinta sama aku. Kamu pasti dapetin yang lebih dari aku. Aku Cuma mau pesen kamu supaya kamu bisa merubah orang-orang seperti kamu dahulu”
“Aku akan selalu inget pesen kamu. Bisa kah kita bertiga berpelukan layaknya sahabat?” tanya Vania. Reza dan Reno tersenyum. Mereka berpelukan bersama. Sekarang Vania sedang berusaha tetap menjadi orang yang religius dan bisa merubah orang lain menjadi lebih baik.
Terimakasih ya Allah telah mengirimkan malaikat seperti Reza. Aku akan selalu mengingatnya. Dan terimakasih telah memberikan aku bulan ramadhan seperti kemarin bulan ramadhan yang tak terduga dan membuatku berubah kearah yang lebih baik. Semoga engkau selalu memberikan rahmat ramadhan kepada manusia-manusia yang tidak berada dijalan-Mu
- THE END-

Komentar

share!