PETIR


Karya: Just-Anny

a song fiction by http://www.wattpad.com/user/just-anny (flash fiction mode)
[song title: So Far Away by Avenged Sevenfold]

Never feared for anything, never shame but never free
A life to heal the broken heart with all it could
Lived a life so endlessly, saw beyond what others see
I tried to heal your broken heart with all I could
--


Petang beranjak malam, hilang sudah matahari dari permukaan. Hujan mengguyur bumi dengan deras. Petir menggelegar berderetan. Seorang pria umur mencapai tiga puluh tahun terbangun dari tumpuan kakinya selepas berjongkok. Pria dengan pakaian serba hitam itu menatap mayat gadis kecil di hadapannya tanpa ekspresi.
Darah telah memenuhi hampir seluruh pakaiannya. Mulai dari sarung tangan, jaket, kaos, hingga ke celana model denim gelap yang ia kenakan, penuh dengan darah. Bahkan beberapa tetes darah telah mengenai kulit pipinya yang cokelat.
--
A final song, a last request
A perfect chapter laid to rest
Now and then I try to find a place in my mind
Where you can stay, you can stay awake forever
--
Berjalan tegap ia meninggalakan kamar dengan nuansa serba merah muda itu. Ia beralih mengecek ruang tengah. Kembali mayat ditemukan tergeletak di lantai ruangan. Seorang pemuda umur belasan tahun terkapar tak berdaya dengan pisau menancap di bagian perutnya. Di sampingnya tertunduk mayat seorang ibu-ibu dengan darah memenuhi punggungnya.
Lagi, laki-laki tadi menatap mayat-mayat itu tanpa ekspresi.
Lampu ruang tengah tadi ia matikan. Kemudian perlahan ia berjalan menelusuri tangga menuju lantai bawah. Bau amis yang telah memenuhi hampir seluruh bagian tubuhnya, tidak ia hiraukan.
--
Sleep tight, I'm not afraid
The ones that we love are here with me
Lay away a place for me, 'cause as soon as I'm done
I'll be on my way to live eternally
--
JEGLARR
Menggelegar suara petir itu kembali datang. Mata laki-laki itu terpejam sempurna dengan kedua sudut dahi yang ia tautkan. Beberapa detik berlalu untuknya terdiam menikmati tutupan matanya. Seolah mendapatkan kekuatan baru, ia kembali meneruskan perjalanan ke arah ruang tamu.
--
How do I live without the ones I love?
Time still turns the pages of the book its burned
Place and time always on my mind
And the light you left remains but it's so hard to stay
When I have so much to say and you're so far away
--
Ditemuinya lagi mayat terkapar di ruang tamu. Laki-laki tadi mendekat ke arah mayat dengan air muka penuh amarah, sangat berlainan dengan ekspresi sebelumnya. Jantungnya berdegup kencang, aliran darah berdesir tak karuan. Hatinya panas. Tangannya dingin meski tertutup kaos tangan.
Pisau di tangan kanannya yang masih penuh dengan darah, ia tarik ke atas. Napas pria itu menggebu. Dengan wajah penuh kebencian, ia tancapkan keras-keras senjata di tangannya pada jantung bapak-bapak yang telah terkapar tanpa napas itu.
CRAAAT
Seolah pembunuhan yang ia lakukan sebelumnya tak cukup, ia melakukannya lagi berulang. Cabikan demi cabikan mendarat sempurna menghasilkan cipratan darah kemana-mana.
--
I love you, you were ready
The pain is strong and urges rise
--
Setelah puas, laki-laki itu terduduk lemas. Menunduk ia memeluk lututnya sendiri. Air matanya mengalir. Mengalir begitu deras. Ia terisak, kemudian seketika menjerit-jerit.
Berulang kali ia memanggil nama gadisnya. Berulang kali ia menjerit seperti kehilangan akal.
--
How do I live without the ones I love?
Time still turns the pages of the book its burned
Place and time always on my mind
And the light you left remains but it's so hard to stay
--
Gadisnya telah pergi. Pergi meninggalkan dirinya sendiri untuk selama-lamanya. Mengingatnya saja membuat seluruh napas laki-laki itu sesak. Pria yang terkapar di hadapannya telah membunuh gadisnya. Membunuh gadisnya sehari sebelum pernikahan.
--
But I'll see you when He lets me
Your pain is gone, your hands are tied
So far away and I need you to know
So far away and I need you to need you to know
--
JEGLARR
Kembali petir menyambar. Deru hujan terus bergemuruh. Semua nyawa di rumah ini telah habis di tangannya. Lagi, pria itu memeluk dirinya sendiri dengan deras air mata. Semua orang telah mati. Balas dendamnya terpenuhi. Namun, tangisan menyatakan bahwa luka kehilangan dalam dirinya tidak semudah itu terobati.


END   

copyright © 2015 by just-anny
cerita ini juga dipublikasikan di http://www.wattpad.com/119989960-songfict-lost-just-anny-petir  oleh penulis yang sama.

Komentar

share!