Saat Malam Tiba ...


Karya: Sayoga R. Prasetyo

Matahari mulai terbenam di ufuk barat, sedangkan pekerjaan Angga masih setengah selesai.

" Ga, lanjut besok saja. Sekarang sudah mulai gelap, waktunya kita beristirahat. ", ujar Eko pada Angga.

" Oke lah ... Tinggal sedikit dirapikan saja keramik di sebelah sini. Kita lanjut esok hari. ", ujar Angga pada pekerja yang lainnya. Pekerja lain hanyalah mengangguk - anggukkan kepalanya lalu pergi meninggalkan pekerjaan mereka.



" Ga, nggak apa - apa pulang sendiri? ", tanya Eko pada Angga. Pada pasalnya lokasi tempat tinggal Angga begitu jauh sehingga Eko agak khawatir.

" Haha ... Eh Ko ... aku ini seorang kuli bangunan yang gagah. Aku nggak punya rasa takut sedikitpun pada kegelapan. Haha ... Ada - ada saja kamu Ko. ", ucap Angga diselingi tawa. Eko tidak tertawa sedikitpun,

" Jadi, kau belum tau mitos masyarakat sini ya? ", tanya Eko dengan wajah serius. Angga menggeleng,

" Mitos apa Ko? "

" Kata orang - orang sini, sering ada penampakan wanita misterius. Katanya sih, wanita itu adalah penunggu desa sini. ", ujar Eko. Angga malah tertawa,

" Sekarang sudah jamannya teknologi modern Ko, ngapain percaya ama yang gituan "

" Ah, yasudah kalau nggak percaya ", ujar Eko sembari pergi meninggalkan Angga. Angga masih tertawa terbahak - bahak.

Angga pun berjalan pulang. Dinginnya malam begitu terasa menusuk. Belum lagi suasana di desa yang begitu sepi dan gelap di malam hari membuat Angga semakin merinding. Angga pun mempercepat langkahnya. Ia berharap bisa sampai di rumahnya sesegera mungkin.

Tiba - tiba ia melihat seorang wanita sedang bersandar di tiang listrik. Rambutnya panjang dan terikat. Terlihat jelas wanita itu sedang melamun. Awalnya Angga takut apa yang dibicarakan Eko itu benar adanya, tetapi rasanya wanita ini bukan hantu. Jelas - jelas wanita ini menggunakan celana jeans dan kaus ketat. Rasanya tidak ada hantu yang berpakaian seperti itu.

" Maaf mbak, ", sapa Angga. Wanita itu menoleh,

" Mbak sedang apa ya? ", tanya Angga lagi. Wanita itu hanya terdiam. Saat Angga mencoba melihat lebih jelas, ternyata wanita itu meneteskan air matanya.

" Lho, kenapa mbak? ", tanya Angga lagi.

" Saya sedang patah hati mas, saya baru saja ditinggal pacar saya ... Biarkan saya sendiri disini. ", ujar wanita itu dengan nada sedikit terisak.

" Wah, mbak ... Ngegalaunya jangan di luar seperti ini mbak. Konon kata warga disini, sering ada penampakan di malam hari. Apa mbak nggak takut? Lagipula malam ini cukup dingin kan ... Nanti mbak masuk angin lho. ", ujar Angga. Wanita itu tetap saja terisak,

" Ah, sudahlah mas. Ketika sedang patah hati saya tidak akan peduli apapun. ", ujar wanita itu.

Tiba - tiba terdengar suara teriakan dari belakang,

" Ga! Oi! "

Angga langsung menoleh. Oh, ternyata Eko.

" Aku khawatir jadi nyusul. Oh ya, barusan ngomong sama siapa kau? ", tanya Eko.

" Sama ... ", Angga menghentikan pembicaraannya. Bulukuduknya tiba – tiba langsung berdiri. Jantungnya berdebar cepat. Rasa takut memenuhi jiwanya seketika ....

Wanita itu sudah lenyap dari hadapannya...

Jangan - jangan wanita itu ...

Komentar

Posting Komentar

Silakan berkomentar :)

share!